
"boleh kita duduk di sofa?" tanya Shasa menunjuk kearah sofa kamarnya .
Shasa bangun dari tidurnya berjalan kearah sofa di ikuti dengan suaminya . Vaiz menatap Shasa dengan tatapan penuh pertanyaan . Shasa yang paham dengan maksud suaminya ia langsung meminta untuk di peluk suaminya .
"sudah , sekarang ceritalah . Kau ada masalah ?" tanya Vaiz lembut .
"entahlah ini masalah atau bukan . Aku ingin kau tahu saja ." ucap Shasa .
"ada apa ."
"beberapa hari yang lalu saat aku berjemur dengan Ayu , aku melihat mobi mewah terparkir di sebrang rumah . Aku awalnya tak merespon karna aku fikir itu hanya mobil yang terparkir saja ." Shasa menjeda ucapannya sambil menghembuskan nafas kasar .
"saat aku tak sengaja menatap ke depan , kaca mobil tersebut perlahan terbuka . Di dalam mobil ada sosok orang yang selalu mengganggu hidupku akhir akhir ini ."
"siapa?" tanya Vaiz yang rahangnya mulai mengetat.
"Siapa lagi , tetangga sebelahmu . Dia seperti orang gila . Melambaikan tangan dan tersenyum padaku membuatku bergidik ngerti ."
"sialan , dia sudah terlalu mengganggu keluargaku ." gerutu Vaiz .
"jangan marah dulu ." Shasa mencoba menenangkan suaminya .
__ADS_1
"bagaimana aku tidak marah , dia sudah melampaui batasanya ." Vaiz terlihat kesal .
"ya sudah aku tidak akan melanjutkan ceritanya , aku menggerutu terus ." protes Shasa membuat mata Vaiz membulat .
"kau ingin menutupinya ?" ucap Vaiz terlihat kesal .
"makannya jangan marah marah terus mau aku lanjutkan tidak ?" Shasa terlihat sebal .
"lanjutkan sayang ." Vaiz melunak .
"setiap hari dia berada di situ . Dan tadi setelah ibu menghubungiku , beberapa waktu setelah aku menidurkan Ayu ponselku berdering dan dia menghubungiku. Aku terkejut hingga aku mengumpatinya namun malah dia tertawa terbahak bahak . Itu alesannya kenapa aku mematikan ponselku entah darimana dia mempunyai nomor ponselku . Aku risih jika dia menggangguku terus menerus ." keluh Shasa . masih dalam pelukan suaminya .
"aku akan mengurusnya sayang., Aku tidak akan membiarakan dia mengganggu istriku ." ucap Vaiz mengeratkan giginya .
"tidak perlu kau fikirkan . Fokuslah pada putri kita . " tutur Vaiz diangguki oleh Shasa .
"jika ada apa apa selalu ceritakan padaku . Jangan pernah di tutup tutupi karena itu tidak baik . Jika kau menutupi aku takut kita akan salah paham ." tutur Vaiz .
"aku tahu sayang . Apapun yang terjadi kita harus Sharing ." lanjut Shasa diangguk Vaiz .
"dan aku mohon tetaplah bersamaku dan selalu bersamaku . Sebenci bencinya dirimu , aku mohon jangan pernah tinggalkan diriku ." ucap Vaiz memelas .
__ADS_1
"seburuk apapun dirimu aku akan tetap mencintaimu .Bukan karna kau kaya tapi karena ketulusan dan keikhlasanmu padaku yang selalu membuatku nyaman ." jelas Shasa .
Vaiz langsung memeluk erat tubuh istrinya ,mencium pucuk kepala istri ya beralah keciuman pada seluruh wajah .
"aku akan mengurus Zidan . Kau jangan khawatir ." ucap Vaiz lirih menempelkan keningnya pada kening Shasa . Shasa tersenyum mengangguk .
Adegan romantis tersebut buyar setelah mendengar putrinya merengek kecil khas bayi . Vaiz tersenyum dan menghampiri bayi kecilnya .
"Masyaallah sayang ayah udah bangun ya, haus ya nak ." ucap Vaiz dengan suara khasnya membuat putrinya membuka mata nya .
"sini aku kasih ASI dulu ." ucap Shasa .
"belum nangis yank dia . Mungkin dia terlalu lelah tidur mulu ." ucap Vaiz menatap wajah putrinya dan mengelus pipi halus putrinya .
"ya udah , mungkin kangen ayahnya ya minta di gendong ayahnya ya ." ucap Shasa menciumi pipi putrinya .
"yank, emang anaknya belum boleh ya diajak keluar gitu , kantor kek pa kemana gitu?" tanya Vaiz pada istrinya .
"belum nunggu kalau udah rada gede dulu ya yah , kalau udah rada gede boleh diajak kemana mana ." ucap Shasa .
"padahal aku gak sabar buat mamerin ke rekan bisnisku , ke karyawanku ." keluh Vaiz membuat Shasa terkekeh .
__ADS_1
"ya udah , sabar dulu kurang lebih 3 bulanan setelah itu boleh diajak keluar , asal di tempat yang bersih ." tutur Shasa di angguki Suaminya .
Kini hadirnya Ayu ditengah tengah Vaiz dan Shasa membuat kedua pasang lebih romantis dan tambah harmonis , Shasa yang kini lebih dewasa lagi sedangkan Vaiz yang dulu selalu begadang karna pekerjaan nya kini ia mulai mengatur waktu dan kesehatannya agar bisa menemani istri dan buah hatinya lebih lama lagi .