Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 170


__ADS_3

Siang hari keluarga kecil sedang bersantai di ruang keluarga.Vaiz sedang berkutat pada laptop miliknya sementara Shasa sedang bermain dengan putrinya sesekali netranya melirik kearah suaminya yang sedang sibuk sibuknya menatap layar laptop tersebut.


"permisi tuan nyonya." pelayan tersebut mengantarkan 2 cangkir teh dan semangkuk cemilan yang di pesan Shasa.


"ooo iya mbak, biasanya mbak kalau libur tetap kerja nggak sih?" tanya Shasa pada pelayannya.


"tidak nyonya, setiap libur saya beristirahat mengistirahatkan badan saya agar lelahnya berkurang." jelasnya.


"ohhh, ada orang nih mbak bilang mau di rumah aja ngluangin waktu buat anak istrinya sekalian merefreshkan otak. Tapi aku liat liat kok sama aja kenapa gak kerja aja iya kan mbak?" sindir Shasa.


"kau boleh pergi." perintah Vaiz pada pelayannya.


Setelah pelayan tersebut pergi, Vaiz menatap istrinya sambil tersenyum .


"kenapa ?" tanya Shasa .


"tadi kamu curhat atau nyindir ?"


" yang mana?" Shasa mengalihkan pandangannya kearah putrinya.


"lupa atau pura pura lupa?" tanya Vaiz .


"memang aku nggak paham sama pertanyaanmu yank." jelas Shasa berlagak bo*oh.


"yankkkk." panggil Vaiz menatap tajam istrinya.


"apa." ucap Shasa jengkel.

__ADS_1


"maaf,tadi ada pekerjaan sedikit.Sekarang sudah selesai kamu mau apa?"


"gak mau apa apa,setidaknya kamu peduli yank sama anak kita. Kamu keseringan nggak punya waktu sama Ayu. Jadi kalau nanti anakmu gak mau deket sama kamu jangan nyalahin aku. Karna kamu sendiri yang gak ada waktu buat Ayudia." jelas Shasa dengan raut wajah masam.


"iya maaf maaf, aku begini juga buat masa depan putri kita yank." jelas Vaiz.


"iya aku tahu,tapi Ayudia juga butuh waktu ayahnya untuk nemenin dia main yank,mumpung masih kecil."_


" iya maaf, baiklah sekarang sini aku gendong ." Vaiz meletakkan leptopnya diatas meja dan mulai mengambil alih putrinya.


Vaiz menatap wajah ayu putrinya senyumnya mengembang .


"cantik." gumam Vaiz.


Shasa yang melihat kedua orang tersayangnya bibirnya tersungging. Betapa teduh hatinya melihat senyum suami dan putrinya.


"ada apa?"


"saya kurang,tahu tuan"


"biarkan dia masuk." ucap Shasa.


"tapi yank," Vaiz terlihat ragu.


"biarkan saja."


Beberapa menit kemudian Jessie masuk,ia duduk di ruang tamu .

__ADS_1


"ada apa Jessie , apa kau tidak punya malu masih tetap datang ke kediamanku."


"apa alasanmu menghancurkan perusahaan daddy ku Vaiz ?" tanya Jessie yang terlihat menahan amarah.


"daddymu tidak memberitahuku alasannya?"


"hanya itu kau menghancurkan semuanya, hanya wanita jelata itu Vaiz ?" menunjuk ke arah Shasa.


" bukan istriku yang wanita jelata tapi kau, apa kau lupa sekarang kau berada di bawah Jes?" sindir Vaiz.


"Semua karena wanita jelata itu, kau menghancurkan milik daddy ku." tunjuk Jessica pada Shasa.


"hentikan Jess, lebih baik kau pergi dari sini sebelum aku menyeretmu." geram Vaiz .


"kembalikan milik keluargaku yang telah kau hancurkan!" teriak Jessica.


Dengan langkah lebar, Vaiz menarik tangan Jessica dan menyeretnya keluar . Dengan menangis tersedu sedu Jessica meminta agar Vaiz mengembalikan perusahaan milik daddy-nya namun sia sia saja Vaiz tak menghiaruakan dan tetap menyeret Jessica keluar gerbang.


"ingat Jess,jangan pernah menyentuh keluargaku. Siapapun yang berhubungan denganku. Jika sedikit saja kau menyentuhnya, orangku akan mencarimu dan menempatkan mu di tempat dimana binatang buas kelaparan dan siap memangsamu." ancam Vaiz seketika membuat Shasa terdiam tak berani membantah.


Beberapa menit kemudian, Vaiz kembali ke kamarnya. Hatinya masih dongkol namun secepatnya ia menetralkan karena tak ingin anak istrinya takut melihat amarahnya. Saat netranya melihat kearah istrinya , senyumnya mengembang ia pun juga ikut berbaring di samping istrinya .


"kau tidur?" tanya Vaiz pada istrinya.


"tidak,maaf gara gara aku,kau menjadi banyak musuh."


"apa yang kau katakan? sudah jangan di pikirkan. Sekarang peluk aku ,aku sangat lelah."

__ADS_1


Dengan cepat Shasa memeluk suaminya dengan sayang ,sesekali ia mengelus kepala suaminya dan mencium keningnya.


__ADS_2