Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 28


__ADS_3

Malam Hari , setelah makan malam Shasa berkutat pada benda pipih miliknya . Seperti biasa ia selalu melihat film film dari aktor kesayangannya . Film yang sedang di lihatnya yang membuatnya terkadang tersenyum senyum tak lama ia menangis sesenggukan .


"sudah melihat filmnya ?" tanya Vaiz yang measih mengecek berkas berkasnya .


"sudah ," berjalan ke sofa lalu ia duduk di dekat suaminya .


"tuan, 2 minggu lagi Ira menikah dan akan berpindah ke kalimantan ." lanjut Shasa .


"lalu ?" tanya Vaiz .


"aku akan menghadiri pernikahannya ."


"hmmmmm baiklah,beli kado untukk sahabatmu itu . O ya kamu sudah tau kalu Sita akan melanjutkan kuliah di inggris sayang?" tanya Vaiz .


"sudah , sepertinya aku akan merasa kesepian." timpal Shasa .


"tidak ,kau masih ada aku suamimu ."


Shasa mengangguk . Hari ini ia memutuskan untuk berubah . Ia akan menjadi lebih lembut lagi pada suaminya . Karna ucapan ibu dan sahabatnya membuat Shasa sadar dan mau berubah.


"boleh aku bicara sayang ?"


Shasa menoleh menatap manik mata suaminya .


"begini , 3 minggu lagi aku ada keperluan ke luar kota . Apa kamu tak apa aku tinggal dirumah sendiri?" tanya Vaiz .


"tidak apa tuan , masih ada pelayan yang akan menemaniku . Tuan bisa pergi tanpa risau ." jelas Shasa meyakinkan .


"benar kau tidak apa? apa kau ingin ikut?" tanya Vaiz .


Shasa menggeleng .


"baiklah,sudah pukul 10 kita tidur?" ucap Vaiz setengah bertanya .


"iya ."


Mereka berjalan berdua menuju ranjsng empuk miliknya . Shasa merebahkan diri memunggungi suaminya ,sedangkan Vaiz menatap wanita yang kini dicintainya .

__ADS_1


"sayang boleh aku memelukmu ."


DEG


Mata yang terpejam itu langsung membulat setelah mendengar permintaan suaminya itu . Gugup yang kini di rasakan .


"sayang ."panggil Vaiz .


Tak berapa lama Shasa mengangguk . Dengan senyuman lebar Vaiz memeluk tubuh istrinya dari belakang mulai memejamkan mata .


Nafas Vaiz mulai terartur saat itu Shasa bisa tertidur pulas .


2 minggu kemudian .


Saat ini Shasa berada di tengah pesta pernikahan Ira bersama Sita . Ia hadir tanpa suaminya begitu juga dengan Sita hadir tanpa kekasihnya . Setalah melihat prosesi ijab Qobul , Shasa dan Sita berfoto bersama penganten .


Tak terasa sudah hampir sore hari , Shasa dan Sita kembali ke rumah . Shasa mengorder ojek online sampai di depan rumah megah milik suaminya . Ia berjalan memasuki gerbang lalu berjalan lagi menuju rumah besar .


" sudah pulang?" tanya Vaiz membuat Shasa terkejut .


"tuan ,?" ucap Shasa menetralkan keterkejutannya .


"aku terkejut , sudah tuan acara sudah selesai jadi aku pulang , kenapa tuan sudah pulang?" tanya Shasa kembali .


"aku bosan ingin istirahat ."


"oh.. saya mandi dulu tuan." diangguki Vaiz .


Lama berendam membuat tubuh Shasa semakin fresh , ia menjadi segar dan bersemangat kembali setelah melakukan kebosanan di acara pesta temannya .


Shasa berdiri di balkon kamar, merasakan hembusan angin pada sore hari . Memejamkan mata dan merileks kan pikiran .


Tiba tiba tangan kekar merengkuh pinggang miliknya . Ia pun terkejut dan menoleh .


"biarkan seperti ini , aku ingin merasakan aroma dari istriku ." ucap Vaiz .


"ma.. maksud tuan?" tanya Shasa terbata bata .

__ADS_1


"biarkan aku memelukmu sebentar sayang , agar lelah dan penatku setelah bekerja hilang . Jangan takut aku tidak akan meminta kewajibanmu melayaniku jika kamu memang keberatan . Cukup kamu bersamaku selamanya . Walau pernikahan kita hanya seperti ini aku ikhlas ."


DEG


Lagi dan lagi ucapan Vaiz membuat hati Shasa perih , entah kenapa ia pun tidak tahu . Namun kali ini Shasa seperti merasakan sakit hati yang teramat perih .


Apa ini yang dirasakannya saat aku mengacuhkannya,membentaknya dan mengabaikkannya . Kenapa ucapannya terasa perih ,tidak berdarah namun sakit . batin Shasa .


Dua bulir air mata menetes di kedua pipi mulus Shasa, air mata yang tidak ia sadari luruh mengiasi pipinya . Ia pun mengusap pelan air matanya agar suaminya tidak mengetahui .


"sayang ." ucap Vaiz memeluk dan bersndar pada pundak istrinya .


"iya tuan."


"boleh aku bertanya sesuatu?"


"silahkan ."


"apa tidak ada tempat lagi di hatimu untukku?" tanya Vaiz dan lagi lagi membuat Shasa merasakan deguban jantungnya semakin kencang .


"......." tak ada jawabn dari Shasa .


"maaf aku bertanya seperti itu , seharusnya aku tau diri bahwa dari awal menikah kau terpaksa menikah denganku . Dulu besar harapanku bisa mendapatkan cintamu dan sekarang aku tahu seberapa jauh kau ku kejar aku tidak mungkin mampu dan akan membuatku sia sia." bisik Vaiz membuat bulu halus telinga Shasa meremang .


"tuan....." ucap Shasa .


"tidak apa sayang , meskipun tak ada balasan darimu aku akan tetap mencintaimu dan menyayangimu karna kau satu satunya istriku ." memotong ucapan Shasa .


Vaiz mengecup pucuh kepala istrinya ,melonggarkan pelukannya dan pergi meninggalkan istrinya . Saat berjalan menjauh ibu jari milik Vaiz mengarah pada matanya . Ia menusap air mata yang ia tahan saat berbicara pada istrinya . Ucapan ucapan yang terlontar untuk istri tersayangnya membuat nyeri pada dada Vaiz . Sakit dan perih yang kini ia rasakan hingga ia berjalan menjauh menuju ruang kerja .


*******


**Buat kalian pembaca yang baik hati , jangan lupa Like dan Vote untuk novel Mengejar Cinta Wanita Biasa .


Kotribusi kalian dengan me-Like dan Vote membuat semangat author agar lebih giat mengetik dan Mendapat ide ide baru .


thx .

__ADS_1


I LoVe yOu alL**.


__ADS_2