
Malam hari tepat pukul 7 Vaiz menerima undangan dari seseorang . Ia menghadiri undangan tersebut dengan Sekretaris pribadinya . Tepat sudah berada di depan rumah mewah nan megah , Vaiz masih tetap berada di dalam mobil . Niat hatinya sama sekali tak ingin memasuki kediaman tersebut , tapi apalah daya ia sudah terlanjur menerima undangan dan ia juga penasaran dariman pemilik rumah tersebut tahu jika ia sedang berada di Jerman . Sebelum masuk kedalam Vaiz menyempatkan menghubungi istrinya .
"sayang ." sapa Shasa pada panggilan video call. Vaiz tersenyum .
"kau mau kemana?" tanya Shasa .
"aku ada acara undangan makan malam. apa kau sudah makan?" Shasa mengangguk .
"sayang, aku sangat merindukanmu ." rengek Vaiz .
"ihhj kau ini selesaikan pekerjaanmu setelah selesai cepatlah pulang ." ucap Shasa .
"baiklah , aku akan selesaikan pekerjaanku . Berjanjilah jika aku pulang nanti kau bersedia memelukku semalaman ." ucap Vaiz membuat Shasa tergelak .
"iya iya ,"
"baiklah sayang, aku akan menghadiri undangan . Kau hati hati di sana . Aku merindukanmu ."
"aku tidak ," Shasa langsung menutup panggilan telponnya . Membuat Vaiz hanya melotot gemas melihat tingkah istrinya dari layar ponsel miliknya .
Gadis nakal . Vaiz mengirim pesan pada istrinya .
Saat Vaiz turun dari mobil Pemilik rumah sudah menunggunya .
"Vaiz ." sapa wanita paruh baya tersebut .
"selamat malam nyonya Fany Smith ." ucap Vaiz .
__ADS_1
"yang sopan Vaiz ." gerutu Nyonya Fany .
"aku hanya bercanda tante , bagaimana kabar tante?"
"aku baik begitu juga dengan Jesicca . Ayo masuk ." Nyonya Fany menarik tangan Vaiz . Langkah meraka di ikuti oleh Sekretaris Dino dari belakang .
Vaiz dan Dino kini berada di ruang makan di kediaman Smith Familiy .
"halo Vaiz apa kabarmu?" tanya Tuan jack Smith .
"aku baik om ."
Beberapa menit berbincang, semua mata menoleh menatap kearah tangga. Wanita cantik yang memiliki tubuh sangat menawan berjalan perlahan kearah ruang makan .
"halo Vaiz ." sapa wanita tersebut .
"Jesi sayang, kenapa kau tak segera duduk?" ucap Nyonya Fany mencairkan suasana .
"ahhh maaf mom ." Jesi langsung mengambil tempat di samping Vaiz . Mereka pun memulai acara makan malam .
"kau kapan kembali ke Indonesia lagi nak?" tanya tuan Jack .
"belum tahu, setelah pekerjaanku selesai aku akan kembali kesana."
"nak , kenapa kau tak tinggal lebih lama disini ? apa kau tidak rindu dengan Jesi teman masa kecilmu?" ucap Nyonya Fany . Vaiz hanya tersenyum kecut mendengar pertanyaan nyonya Fany,ia sudah menebak arah pembicaraan tersebut .
"Jesi sekarang sudah cantik , dia tumbuah dewasa dia menjadi gadis yang baik ." puji Nyonya Fany .
__ADS_1
"iya aku tahu tan ." ucap Vaiz menoleh kearah Jesi yang membuat Jesi menundukan kepalanya malu .
"lalu bukannya kau tidak lupa kesepakatan antara keluarga kita dulu." Vaiz langsung menghentikan makannya . Ia menatap Nyonya Fany.
"apa yang tante inginkan?" tanya Vaiz to the point .
"kesepakatan yang dulu . Dulu aku diam karna kau memiliki kekasih . Sekarang kau sudah tidak bersamanya lagi ."
"tante tahu semuanya?" tanya Vaiz .
"iya bahkan tante tahu kau menghukum orang orang dulu berada berad di dekatmu ."
"tante tahu penyebabnya ?" selidik Vaiz . Nyonya Fany diam tak bersuara .
"pasti tahu bukan jika aku memiliki istri ."
"tante tahu . Tapi kau tidak lupa bukan disaat kau jatuh tangan keluarga kamilah yang menolongmu .kami dan kedua orang tuanmu dulu juga sepakat menjodohkanmu ." jelas Nyonya Fany . Tuan Smith dan Jesi hanya diam mendengarkan.
"aku tidak lupa dan aku sangat berterima kasih kepada keluarga ini , tapi ada istriku yang menungguku aku yakin istriku tidak ingin di madu apalagi Jesi pasti juga tidak ingin menjadi kedua bukan ?" jelas Vaiz dengan mata memerah menahan amarah .
"aku rela menjadi istri keduamu Vaiz ." ucap Jesi lirih membuat semua yang berada di meja makan tercengang .
"apa kau sudah tidak waras Jesi . Kau itu hanya teman masa kecilku tidak lebih ." teriak Vaiz setelah menggebrak meja makan .
"Vaiz tenangkan dirimu . Jangan membentak anakku ." teriak tuan Jack sedari tadi hanya diam .
"kau ajarkan anakmu menjadi wanita yang lebih baik . Karna sejatinya wanita yang buruk itu adalah wanita yang bersedia menjadi pihak ketiga dalam hubungan orang lain ." ucap Vaiz berlalu pergi meninggalkan keluarga Smith . Sekretaris Dino yang juga berada di ruangan tersebut yang sedari tadi hanya diam langsung mengikuti langkah tuannya pergi . Sementara Jesi hanya menangis menatap kepergian Vaiz dengan marah .
__ADS_1