Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 40


__ADS_3

Hari ini Vaiz pulang lebih cepat karna ia sudah berjanji kepada istrinya untuk mengunjungi orang tuanya . Vaiz sudah rapi dengan baju santainya berjalan ke arah mobil . Di dalam mobil Vaiz memainkan ponselnya sambil menunggu istrinya yang masih berada di kamar .


"sudah siap?" tanya Vaiz saat melihat sang istri masuk dan duduk di sampingnya .


"sudah," Shasa memangans seatbelt untuknya lalu merapikan anak rambut miliknya .


Vaiz menjalankan mobil miliknya dan menjauh dari pekarangan rumahnya . Mereka sama sama memandang arah depan .


"kau ingin membeli sesuatu untuk bapak dan ibu sayang ?" tanya Vaiz .


"apa yang harus aku bawa , aku juga tidak tau ." menggedikan bahunya .


"kita pesanan makanan untuk kita . Jadi ibu nanti tidak perlu memasakan untuk kita. Apa kau setuju ."


"baiklah ."


Vaiz menghentikan mobilnya di depan resto miliknya . Taban restaurant . Shasa yang melihat nama resto mengernyitkan dahinya . Vaiz meminta ijin untuk mengambil pesanan yang sudah di pesan sebelum berangkat . Ia sudah menduga jika istrinya akan bingung dengan apa yang harus di bawa nantinya .


Sekembalinya dari resto , Vaiz meletakkan makanan tersebut pada belakang kemudi .


"banyak sekali yang kamu beli sayang?" tanya Shasa menoleh kebelakang .

__ADS_1


"tak apa ," Vaiz kembali menjalankan mobilnya ke arah rumah mertuanya. Ia mulai menyusuri keramaian di malam minggu . Sampai di depan rumah terlihat bapak dan ibu Shasa yang sedang duduk di teras rumah .


"assallamualaikum ."


"waallaikumsalam ."


"pak buk Shasa kangen ."Shasa memeluk ibu dan bergantian memeluk bapaknya .


" sama nduk kami juga kangen ."ucap Pak Yono mengusap pucuk kepala anak sulungnya .


"pak .. bu.. " sapa Vaiz membawa bungkusan makanan . Lalu mencium tangan kedua mertuanya .


"tak apa bu , biar ibu tidak memasak . Setiap kami kesini ibu selalu repot di dapur membuat jamuan ." ucap Vaiz sambil duduk .


"ya ndak apa apa nak , toh juga gak repot ibu ." Vaiz tersenyum


Shasa ijin untuk kedapur menyiapkan makanan yang dibawanya . Kini tinggal Vaiz dan kedua orang tuanya


"nginep disini kan nak?" tanya Pak Yono .


"iya pak , bolehkan ?"

__ADS_1


"tentu, tapi tempatnya seperti ini semoga nak Vaiz nyaman ya ."


"tidak masalah ."


"ya sudah nak Vaiz istirahat dulu di kamar , pasti lelah nyetirkan?"


"baiklah saya ke kamar dulu ." Vaiz beranjak pergi menuju kamar milik istrinya dan merebahkan diri disana .


"lohh bu , mas Vaiznya mana? " tanya Shasa yang tidak mendapati suaminya di ruang tamu .


"lagi istirahat di kamarmu , sana kamu susul sekalian tehnya bawa kesana ." Shasa bergegas menuju kamarnya . Ia membuka pintu dan mendapati suaminya merebahkan tubuhnya dan memejamkan mata .


"sayang , minum tehnya dulu biar hangat ." ucap Shasa mengelus pipi suaminya . Vaiz membuka mata dengan senyuman yang terbit dibibirnya .


"terima kasih ." usai menyeruput minumnya . Shasa meletakkan sisa teh milik suaminya di meja .


"capek ya , sini biar aku pijitin ." Shasa menepuk pahanya untuk bantalan suaminya . Shasa pin memijit kepala suaminya dan pundak suaminya . Karna lelah dan nyaman dengan pijitan Shasa membuat Vaiz tertidur . Shasa menatap lekat suaminya entah dorongan dari mana tiba tiba ia mengecup kening suaminya . Lalu meletakkan kepala suaminya pada bantal . Ia ikut merebahkan diri di samping suaminya sambil memeluk suaminya .


"terimakasih sudah berada di sampingku tanpa beranjak sedikitpun . Aku wanita yang paling beruntung ,beruntung karna kau cintai beruntung karna kau ku miliki . Disaat aku tidak menyambut cintamu disaat itu kau tidak lelah memperjuangkanku . Terima kasih karna kau tetap disampingku dan membahagiakanku . Aku mencintai mu suamiku ." gumam Shasa lalu mengecup bibir milik suaminya . Ia kembali memeluk suaminya dengan erat ,memejamkan matanya tak berapa lama nafasnya mulai teratur ia juga ikut tertidur disamping suaminya .


"AKU JUGA MENCINTAIMU , MY WIFE ." Ucap Vaiz yang sebenarnya sudah terbangun saat kepalanya dipindah oleh Shasa ,hanya saja ia pura pura tertidur dan mendengar ucapan ucapan yang terlontar pada bibir istrinya . Kini ia benar benar benar dan benar merasa bahagia . Ia mendengar pengakuan istrinya walau Shasa mengira jika suaminya masih tertidur saat berucap kata manis . Kini cinta Vaiz benar benar terbalaskan .

__ADS_1


__ADS_2