
"sayang kau dimana?" teriak Vaiz mencari istrinya .
"aku disini, jangan biasakan berteriak sayang ini rumahmu bukan hutan ." protes Shasa berjalan menghampiri suaminya .
"maaf ," memasang tampang melas .
"ada apa mencariku , kau ingin makan?" tanya Shasa pada suaminya .
"suapi aku ." rengek Vaiz .
"sumpah sayang , kau sangat hari ini manja sekali . Kau ingin makan apa?"
"apapun yang kau buatkan akan aku makan ." jelas Vaiz .
"baiklah, duduklah di situ . Akan aku buatkan makanan untukmu ." menunjuk arah ruang makan . Vaiz berjalan kearah yang di tunjuk istrinya . Dengan langkah perlahan Shasa berjalan kearah pantry untuk membuatkan makanan untuk suami tercintanya. Tidak butuh waktu lama hidangan tersebut sudah siap , Shasa meletakkan makanan tersebut di depan suaminya .
"duduklah sayang ,aku ingin kau menyuapiku ."
"kau punya kedua tangan kan sayang , kenapa tidak kau pergunakan tanganmu itu ." kesal Shasa .
__ADS_1
"sayang, aku ingin merasakan di manja oleh istriku ini ." protes Vaiz .
"baik baiklah sayangku , sekarang istrimu yang manis ini akan menyuapi mu bayi besar yang ini di manja . Buka mulutmu ysng lebar ." ucap Shasa dengan nada manis yang di buat buat . Vaiz menerima suapan dari istrinya .
"memang benar aku tidak salah pilih istri yang pandai dalam segala hal." puji Vaiz di sela kunyahannya .
"kau sedang menghina atau memujiku ?" tanys Shasa .
"hey , apa yang kau katakan? aku sedang memujimu sayang ." ucap Vaiz terkekeh .
"ya ya ya aku tahu ." memutar bola matanya malas .
"sayang, boleh aku bertanya sesuatu ?" tanya Vaiz lirih sambil menundukkan kepalanya .
"bicaralah siapa tahu bebanmu akan sedikit berkurang ." Shasa memegang tangan suaminya .
"jika kau berada di antara 2 pilihan mengejar impianmu dengan menemani orang yang kau cintai kau harus bagaimana?"
"berapa minggu?" tanya Shasa to the point . Ia sudah paham dengan apa yang di tanyakan suaminya .
__ADS_1
"sayang." panggil Vaiz dengan nada memelas .
"berapa minggu?"
"kurang lebih 2 minggu ." jelas Vaiz .
"pergilah, tapi berjanjilah jika tiba saat persalinan kau sudah ada disini ." ucap Shasa dengan raut wajah yang tidak menentu . Ia berusaha tegar saat mengijinkan suaminya pergi untuk menyelesaikan impiannya . Membangun bisnis di Negri orang .
"apa kau yakin,jika kau tidak mengijinkan aku tidak akan membuka perusahaan disana . Kau juga lebih penting dari segalanya." ucap Vaiz mermas tangan istrinya .
"apa kau gila . Jika kau lebih kaya lagi aku yang untung sayang . Pergilah Aku ingin kau mewujudkan impianmu tapi jika kau sudah berada di atas jangan lups selalu sisihkan sebagian rejekimu untuk orang yang membutuhkan ." tutur Vaiz .
"sayang , kau memang istri dan ibu yang sangat mulia . Aku sangat mencintaimu ." ucap Vaiz mengecup punggung tangan istrinya .
"jangan memujiku . Hanya Tuhanlah yang Mulia . Aku hanya bisa mengingatkanmu . Kau itu sudah tua dan pelupa ." ledek Shasa sambil tertawa menyembunyikan kesedihannya .
"kau meledekku sayang ." Vaiz mendekat dan menciumi habis wahah istrinya . Shasa hanya tertawa terbahak .
"ampun sayang ,ampun ." ucap Shasa menyerah . Vaiz tertawa lebar merasa menang .
__ADS_1
Dari dalam pantry para pelayan melihat kelakuan sepasang majikannya hanya mengulas senyum penuh syukur . Mereka melihat hal yang tak pernah ia lihan seorang Pervaiz Taban yang hanya mampu menyunggingkan senyumnnya di depan banyak orang kini terlihat tawa lebar dari mulutnya karna menjahili istrinyanya .