Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 32


__ADS_3

Pagi hari menyingsing, gelap telah tergantikan dengan terang. Mata lentik milik Shasa mulai mengerjap dan bersama dengan lenguhan khas nya .


"unghhhhhh , awww kenapa tubuhku terasa sakit semua." gumam Shasa sambil meregangkan otot ototnya .


Shasa membuka mata dan mendudukan tubuhnya menyandarkan pada sandaran ranjang king size . Matanya melirik kearah suaminya yang masih terlelap , ia mengingat kembali kegiatan semalam dengan suaminya .


Ya Tuhan , sekarang aku benar benar miliknya . Bahkan harta yang ku lindungi telah ku serahkan padanya . batin Shasa memejamkan mata .


Shasa berdiri dari tempat tidur dan berjalan tertatih tatih karna merasakan sakit yang luar biasa . Ia menuju kamar mandi dan menyegarkan tubuhnya agar sedikit hilang rasa sakitnya .


Setelah melakukan aktifitas mandi dan memberi polesan cream pada wajahnya Shasa berdiri pada balkon kamar . Ia menatap kearah pepohonan . Merasakan sejuknya udara pagi hari .


"selamat pagi sayang ." ucap Vaiz memeluk Shasa dari belakang .


"ahhh tuan, kaget ." ucap Shasa mengelus dada miliknya .


"hehehe, pagi pagi kau sudah melamun,hemmm. Apa yang kau fikirkan ?" tanya Vaiz mencium pucuk kepala istrinya .


"ahhj tidak, cepatlah mandi tuan . Tubuhmu sangat bau . Kau seperti habis berkeja sebagai kuli bangunan." dengus Shasa .


"hahahahha,apa kau lupa saya bahwa tadi malam aku memang bekerja sebagai kuli , mengadon dan menuangkan di dalam sini agar menjadi buah hati kita ." bisik Vaiz yang membuat pipi Shasa merah bak tomat cerry .

__ADS_1


"heiii tuan,jangan terlalu vulgar . Ahhh cepat sana mandi aku akan menyiapkan sarapanmu ."


"hahahhaahaha , apa benar sayang? kau akan menyiapkan sarapan untukku?." di angguki Shasa .


Vaiz pun melepas pelukannya dan memutar tubuh Shasa menghadapnya lalu memegang kedua pipi Shasa .


"maka aku ingin mulai saat ini untuk masalah perut istriku yang akan mengurusnya ." ucap Vaiz lembut .


Wajah Shasa terlihat malu dan menunduk . Ia tak ingin jika terus bertatapan dengan suaminya membuat hatinya bergetar dan jantungnya berdegub kencang .


"ahhhh kau sepertinya malu sayang , baiklah aku akan mandi dan kau boleh pergi menyiapkan sarapanku. Jika kau tak pergi sekarang ......" menggerakan kedua alisnya untuk menggoda istrinya . Sementara Shasa yang digoda berlari keluar kamar seperti paham apa yang di ucapkan suaminya .


Kini di dapur Shasa sudah mulai memasak sarapan untuk suaminya . Ia begitu terlihat lihai dalam memasak . Bagaiman tidak Shasa adalah Alumni sekolah Tata Boga . Jadi ia begitu terlihat lihai memasak . Sementara pelayan diminta Shasa untuk membersihkan area luar dan dalam rumah jadi ia bisa leluasa memasak tanpa pengawasan pelayan .


"Selesai ." ucap Shasa menjentikkan ibu jari dan jari telunjuknya .


"selesai sayang ." suara bariton milik Vaiz terdengar begitu lembut .


"iya tuan,tapi maaf aku tidak memasak menu kontinental khasmu . Aku hanya memasak menu Indonesia ."


"no problem sayang,aku akan tetap memakannya . Terimakasih untuk menu hari ini . Satu kecupan untukmu ." mengecup bibir Shasa sekilas .

__ADS_1


Melihat perlakuan Vaiz , Shasa tersenyum senyum sendiri . Shasa berdiri melamun mengingat kecupan suaminya yang masih terasa .


ahhhh,apa aku mulai jatuh cinta dengannya? secepat ini kah? batin Shasa .


"ekhemmm . Apa kau hanya akan berdiri dan melamun karna kecupan dari suamimu ." lamunan Shasa langsung buyar karna ucapan Vaiz


Shasa menepuk jidatnya lalu berjalan di kursi sebelah suaminya . Tangannya mulai mengambil nasi untuk suaminya beserta lauk pauk dan ia juga mengambil untuk dirinya sendiri . Mereka pun mulai menyantap , sesekali Vaiz memuji masakan Shasa yang lezat .


Shasa membersihkan sisa makanan dan mencuci piring kotor . Sementara Vaiz masih nyaman memeluk tubuh istrinya .


"sayang , terima kasih untuk masakanmu hari ini ." ucap Vaiz memeluk tubuh Shasa dari belakang .


"sama sama tuan ,jika tuan suka aku akan memasak untuk tuan ." ucap Shasa tersenyum .


"iya aku ingin kau setiap hari memasak untukku . Sebagai imbalannya setelah ini bersiaplah kita akan jalan jalan ."


"benarkah ."


"iya sayang lanjutkan pekerjaanmu aku tunggu di kamar ." di angguki Shasa .


Shasa yang antusias dengan ucapan suaminya langsung secepatnya membersihkan peralatan dapur agar bisa cepat pergi untuk jalan jalan .

__ADS_1


__ADS_2