
Saat ini Shasa dan Viaz berada di dalam mobil menuju kembali kerumah.
"yank,nanti berhenti di Bon-Bon bekary ya,aku mau beli brownies kok akunya pengen ."
"iya, berarti bentar lagi sampai." Shasa mengangguk.
"kayanya gak usah nyebrang deh,kamu tunggu aku disni soalnya jalanan rame. Biar aku nyebrang sendiri kamu tunggu di mobil aja." tutur Shasa.
"tapi yank, jalanan rame nanti bahaya kalau kamu nyebrang sendiri."
"aku bisa masa sudah punya anak satu gak bisa, tunggu sini saja ya. Dahhh aku mencintaimu." Shasa turun dari mobil dan mulai menengok kanan kiri. Setelah itu ia mulai menyebrang perlahan.
drrrtttzzz drrrtttzzz
Getar ponsel Vaiz di dalam saku membuyarkan pandangan kearah istrinya,secepatnya ia langsung mengambil ponsel tersebut dan menggeser ikon warna hijau .
"halo."
"........"
"di meja ruanganku,kau cari saja disitu ada map warna biru ."
"......"
Vaiz menutup panggilan tersebut, ia keluar dari mobil berdiri pada pintu mobil sembari berselancar ke ponselnya.
Saat asik bermain tiba tiba indra pendengarannya mendengar bunyi yang membuatnya seketika menoleh.
__ADS_1
Bbbbrrrrraaaaaaaakkkkkkkk
Begitu menoleh ia langsung terkejut. Istrinya sudah terpental jauh dan terseret aspal jalanan. Seketika ia langsung berlari.
"sayang." teriak Vaiz pada istrinya.
Shasa yang masih setengah sadar menatap kearah suaminya dengan tangan terulur . Saat Vaiz sudah merengkuh tubuh nya perlahan mata yang lemah tersebut meredup dan terpejam .
"sayang bangun sayang." ucap Vaiz sambil menggoyangkan tubuh istrinya. Sementara orang sekitar berkerumun melihat kearah Shasa dan Vaiz.
"sebentar tuan saya akan menghubungi ambulance." ucap salah seorang pria.
"Sha bangun sa,jangan tinggalkan aku sa." ucap Vaiz dengan air mata yang menetes . Ia melihat jika istrinya terluka . Darah mengucur pada kepala dan tangan Shasa . Vaiz tetap memanggil istrinya sambil menggoyangkan tubuh istrinya agar terbangun namun nihil Shasa tetap tidak membuka mata.
Beberapa saat ambulance datang, Shasa langsung diangkat dan dilakukan pertolongan pertama. Dengan cepat ia memasukkan tubuh Shasa kedalam ambulance .Vaiz duduk di samping istrinya yang terbaring sambil menggenggam tangan istrinya dan menangis menitikkan air mata.
"sa bangun sa." ucap Vaiz dengan tangisnya.
Sampai di rumah sakit Shasa di dorong menunju ruang IGD , Vaiz yang akan ikut masuk kedalam di tahan oleh seorang suster.
"dia istriku,aku berhak menemainya." ucap Vaiz dengan nada tinggi.
"tapi tuan.."
"biar aku saja yang bicara suster,suster boleh pergi." ucap dokter yang akan menangani istrinya.
"tuan Vaiz, saya akan menangani nyonya dengan baik,tapi saya minta anda berkompromi agar saya lebih fokus pada pasien. Tuan tunggu di luar dulu saya harap anda bisa mengerti.
__ADS_1
" baik,tapi kau harus ingat jika sampai istriku......." Vaiz nodongkan jari telunjuknya kearah dokter laki laki tersebut dan kembali di tarik .
"aku akan menghancurkan rumah sakit ini dan kau juga." lanjut Vaiz dengan nada mengancam.
"sertai dengan doa mu tuan, aku akan berusaha semaksimal mungkin." dokter tersebut masuk kedalam ruang IGD dengan menutup pintu.
Vaiz berjalan mondar mandir dengan keadaan gusar, takut. Perasaan takutlah yang tengah menghampiri hati dan perasaannya bersama dengan air mata yang terus menetes juga doa doa yang selalu ia ucapkan.
Di tengah kekhawatirannya,ponselnya bergetar ia pun langsung melihat gawai miliknya. Dahinya berkerut saat mengetahui nomor pelayannya lah yang menghubunhinya.
"halo." ucap Vaiz setelah menekan tombol warna hijau.
"tuan,maaf mengganggu waktunya sebentar."
"ada apa katakanlah?" ucap Vaiz.
"nona kecil sangat rewel tuan,sepertinya nona kecil mencari nyonya. Sekarang nangis dan tidak bisa di tenangkan."
"istriku sedang berada di rumah sakit,ia tertabrak mobil. Untuk sementara waktu aku minta tolong jaga putriku aku tidak bisa kembali karena harus menunggu istriku ." jelas Vaiz.
"inalillahi maaf tuan saya tidak tahu, baik tuan kami akan menjaga nona kecil dengan baik. Semoga nyonya tidak apa apa dan segera sadarkan diri tuan."
"aku harap juga begitu."
Setelah menutup panggilan,Vaiz mulai menghubungi assisten pribadinya yaitu Dino .
tutt.. tutt.. tutt..
__ADS_1
"halo.."