Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 49


__ADS_3

"bagaimana kabarmu Vaiz ." ucap Julie degan menyentuh tangan Vaiz .


"aku baik , kamu?" Vaiz menarik tangannya .sesekali melirik istrinya uang terlihat kesal .


"o iya nak Vaiz , aku berterimakasih padamu karnamu perusahaanku semakin maju . Dan kedepannya perusahaanku akan diteruskan oleh Julie anakku jadi kalian akan sering bertemu nantinya ."


"oh iya , selamat Julie semoga kita akan menjadi rekan kerja yang baik ."


"sama sama Vaiz ."


"aku sudah memesan menu kesukaanmu Vaiz ," lanjut Julie sambil melirik Shasa .


"aku ke toilet ." pamit Shasa berlalu pergi tanpa persetujuan suaminya .


"maaf nak Vaiz siapa wanita barusan?" tanya Tuan Surya .


"Dia istriku tuan , kami menikah 2 bulanan lebih ." jelas Vaiz .


"ohhh . baiklah mari kita makan ." ajak tuan Surya yang terlihat kecewa saat mendengar pernyatan Vaiz .


"tenang dad, aku akan mengurus semuanya ." bisik julie lirih .


"maaf aku ke toilet dulu ." ucap Julie . Di ruang VIP tersebut tinggal Vaiz dan Tuan Suryo . Sementara Julie pergi ke toilet. Di dalam tolet Shasa sedang berdiri di depan watafel . Ia terlihat sedang marah .


"hai nyonya Taban? kau tidak ingin kembali ?" ucap Julie yang baru saja masuk .


"kenap kau kesini?" tanya Shasa .

__ADS_1


"bertemu dengan gadis miskin yang menjadi kaya karna menikah dengan CEO," jelas Julie .


"apa kau keberatab jika orang yang kau cintai memilih diriku gadis miskin ini ?" tanya Shasa yang terlihat berapi api .


"ahhh tidak ,hanya saja aku kasihan padanya harus memungut dan membantu gadis miskin sepertimu ."


"apa maumu ?" teriak Shasa .


"mauku lepaskan Vaiz biarkan dia bersamaku ." ucap Julie santai .


plakkk .


Tamparan keras yang mendarat pada pipi mulus Julie dan terlihat merah bekas jari .


"kau ." pekik Julie.


"aku akan membunuhmu . Suamiku bukan barang yang bisa ku berikan padamu semudahnya ." teriak Shasa .


"dasar wanita licik , aku akan membunuhmu ." Shasa menarik rambut Julie , lalu memukuli dengan kasar . Julie pun juga membalas Shasa dengan menjambak rambut panjang milik Shasa .


"kau selalu menganggap remeh gadis biasa bukan? akan aku buktikan bahwa gadis biasa ini menjadi istrimewa ." ucap Shasa berapi api .


Shasa meninju pipi Julie hingga julie tersungkur menatap wastafel, lalu menarik rambutnya dan kembali meninju dengan bogeman miliknya hingga terjatuh . Julie yang tak mampu membalas hanya berteriak minta tolong, sementara Shasa seperti kesetanan . Saat Julie tersungkur dengan tengkurap Shasa menduduki tubuh Julie lalu ia kembali menjambak rambut halus Julie .


"kau lemah sekali wanita licik , aku memberimu pelajaran sedikit tapi kau sudah lemas . Dimana kau yang tadi sok sekali dengan mulut amis mu itu ? hah?"


"Shasa lepas ,tolonnnng ." teriak Julie yang tak tahan karna tubuhnya tertindih Shasa .

__ADS_1


"enak saja , kau yang memulai dan aku yang akan mengakhiri ."


"kau gila Sa, apa kau tidak takut jika aku melaporkanmu kepolisi?" ucap julie sedikit membrontak .


"untuk apa takut . Aku tidak peduli ."


Pintu toilet terbuka , terlihat Vaiz dan Tuan Surya yang terkejut .


"Shasa, lepaskan Julie ,kau menyakitinya dan akan membuatnya mati ." teriak Vaiz . Shasa kembali menjabak dengan brutal .


"Vaiz tolong aku ." ucap Julie mangis .


"Sa ." Vaiz menyerat istrinya , semntara Tuan Surya membantu Julie bangun .


"kau keterlaluan Sa ," Vaiz terlihat marah .


"pulang, aku akan meminta Pak Damar menjemputmu sementara aku akan menemani Julie kerumah sakit karna ulahmu ." Shasa diam tertunduk .


"aku tidak mau pulang, aku ikut bersamamu ." tolak Shasa .


"pulang Sa. aku bilang pulang kau membuat malu suamimu lihat banyak orang melihat ulahmu ." teriak Vaiz . Julie yang berdiri dengan memeluk Tuan Surya kini merasa menang .


"baiklah aku akan pulang ." Shasa berlalu pergi . Saat di depan Julie ia menginjak kaki julie dengan sepatu hak tingginya . Lalu Vaiz mengantar Julie ke rumah sakit dengan mobilnya dan di belakang mobil milik Tuan Surya .


Shasa melihat Vaiz menggendong Julie terlihat kesal . Ia mengepalkan tangannya .


dasar wanita mulut amis , batin Shasa .

__ADS_1


"hah setidaknya aku lega , tanganku yang sedari tadi gatal kini sudah sembuh ." gerutu Shasa .


Shasa tidak menunggu sopir yang biasanya mengantar . Ia berjalan menyusuri trotoar tidak peduli dengan wajah berantakannya .


__ADS_2