
Hallo pembaca setia Mengejar Cinta Wanita Biasa . Apa kabar ?? heheheh pada eneg ya sama tingkah Shasa?? hehehe pelan pelan ya kak .. Makanya terus ikuti kisah perjuangan Vaiz mengejar pujaan hatinya . Lebih banyak masalah atau tidak kira kira?? yukkk ikuti terus kisah mereka .. Dan jangan lupa buat Vote dan Like **ya kak ..
Salam dari author .
I love you all**
...****************...
Shasa sedang duduk kursi tamu . Kakinya akan lebih sakit jika terlalu lama berdiri apa lagi ia memakai hak tinggi jadi ia tidak begitu nyaman . Kink Shasa sedang berkutat dengan ponselnya membalas chatt grub miliknya dan menscroll gambar gambar aktor kesayangannya .
"sayang ,kamu disini aku mencarimu ." ujar Vaiz membuat Shasa berjingkat .
"kakiku lecet tuan , jadi aku memilih duduk ." keluh Shasa .
"bisa aku lihat?" berjongkok akan memeriksa kaki istrinya .
"ahhh,tidak perlu tuan. Bangunlah banyak yang lihat aku tidak ingin suamiku duduk di bawah sedangkan aku duduk di atas ." bisik Shasa meminta Vaiz berdiri .
Vaiz tersenyum kala mendengar Shasa menyebut suami untuknya . Toh memang benar ia adalah suami Shasa, namun yang membuat Vaiz begitu bahagia karna kali ini Shasa menyebutnya dengan kata suamiku . Ahhhh,,membuat Vaiz besar kepala .
__ADS_1
"bhe ." ucap salah satu wanita yang berdiri di belakang Vaiz .
Vaiz menoleh kala mendengar ucapan wanita tersebut , Ia membulatkan matanya dan betapa terkejutnya . Wanita yang selama bertahun tahun memutuskan hubungan dengannya kini kembali lagi . Dan memanggilnya dengan nama khusus untuk memanggilnya .
Shasa yang berada di tempat dimana Vaiz bertemu wanita tersebut hanya menatap dengan tatapan penuh arti .
"bhe , aku kangen ." memeluk Vaiz dengan erat . Vaiz yang di peluk hanya diam membeku .
"bhe , aku kangen ,kangen kamu ." ucap Wanita tersebut .
"Di .." ucap Vaiz lirih .
"aku mau kembali ke kamu bhe ,kita bangun hubungan kita yang dulu pernah rusak karna keegoisanku ." ucap wanita tersebut dengan menangis tersedu sedu .
jeeedaaaaar .
Bagai tersambar petir, lemas tak berdaya . Air mata Shasa luruh tanpa aba aba saat mendengar ucapan wanita tersebut . Barulah ia sadar , Shasa mulai berjalan mundur . Mundur dan mundur setelah dirasa telah jauh ,ia melepas highills miliknya dan berlari keluar acara yang diselenggarakan .
Begitu banyak pasang mata menatapnya , ia menangis sejadi jadinya . Entah apa yang dirasakan . Saat melihat suami dan wanita tersebut berpelukan hatinya bagai teriris begitu perih dan sakit . Betapa tidak , saat ia mulai memiliki cinta untuk suaminya disaat itulah wanita datang dan meminta membangun sebuah hubungan dengan suaminya .
__ADS_1
"ahhh,betapa bodohnya aku . Terlalu cepat merasakan cinta untuknya . Terlalu kebawa atas perhatiannya . bodohnya aku , Jika aku tahu masa lalunya tidak mungkin aku akan mencintainya seperti ini . Sakit rasanya sakit untuk yang kedua kalinya . S**l." gumam Shasa .
Shasa berjalan gontai menangisi dirinya .
Di pesta tersebut , Vaiz yang baru menyadari perlakuan mantan kekasihnya sontak langsung mendorong . Tatapannya begitu tajam terlihat aura kemarahnya .
"sudah Di, yang dulu jangan pernah kau ucapkan . Aku sudah tidak ingin bersamamu aku sudah menikah ." jelas Vaiz marah . Semua orang diam membeku . Tak ada yang berani berbicara .
"bhe,maafkan aku . Aku tahu kau bicara seperti itu agar aku menjauhimu kan ? aku tau kau tidak bisa melupakanku begitu sajakan?" elak wanita tersebut .
"cukup Diana , aku sudah menikah . Aku mencintai istriku . Bagiku kau hanya sebatas masalalu yang tidak akan ku ulang kembali . Aku punya istri yang akan menjadi masa kini dan masa depanku ." teriak Vaiz dengan mata memerah . Terlalu marah karna adanya masalalunya ia sampai tak menyadari jika istrinya telah pergi .
"istri mana yang kau katakan bhe?" tanya Diana tak kalah berteriak .
"di...." menoleh ke kursi yang sudah kosong . Terkejut dengan perginya istrinya kini pikirannya kalut .
"s**l .." Vaiz berlari keluar gedung . Ia menoleh saat berada di parkiran mobil . Tak mendapati istrinya membuat hatinya semakin berkecamuk . Amarahnya semakin meradang . Ia pun mengecek CCTV di area gedung , dan terlihat jika istrinya berjalan keluar gedung .
Vaiz berlari keluar mobil dan menjalankan mobilnya pelan untuk mencari istrinya . Sedangkan Diana , menatap nanar kepergian Vaiz orang yang pernah di campakannya .
__ADS_1