
Shasa berdiri mematung sambil membulatkan mata .
"Surprise ."
"Selamat jadi Orang tua ," Ira dan Rian suaminya sedangkan Sita dengan Arka . Shasa menangis haru menatap suaminya . Vaiz langsung menghapus air mata Shasa .
"ayo ." ucap Vaiz menggandeng Shasa .
"kalian kemari?" tanya Shasa pada kedua sahabatnya . Mereka langsung berpelukan .
"iya , ingin melihat keponakan cantikku yang baru lahir ." ucap Ira setelah melepas pelukan mereka .
"ho'oh . Lagian kesini tidak beli tiket suamimu yang menjemput memakai jet pribadinya ." ucap Sita asal .
"selamat bro , kau sudah menjadi seorang ayah ." ucap Arka pada Vaiz .
"thanks ."
"Selamat Vaiz , akhirnya putrimu sudah lahir . Kau sudah menyiapakan nama?" tanya Rian pada Vaiz membuat Vaiz hanya nyengir .
"kalian belum menyiapkan nama?" tanya Ira heran. Shasa menggeleng Sambil tersenyum membuat Sita memukul lengannya lirih .
"sudah ,aku sudah menyiapkan nama untuknya ."
"Siapa?" tanya Arka .
"namanya ,.."
"jangan menggantungkan jawaban sayang ." protes Shasa .
__ADS_1
"duduklah , apa kita akan bicara dengan berdiri?" mendengat ucapan Vaiz mereka semua pun duduk.
"tuan ,saya akan kembali ke kantor." pamit Sekretaris Dino yang tak ingin bergabung .
"kenapa? duduklah dengan kita . Kau ini apa tidak lelag bekerja terus?" protes Arka pada Sekretaris Dino .
"sudah biasa tuan , saya permisi ." Diangguki Vaiz . Sekretaris Dino pun keluar rumah dan kembali kekl kantor .
"hey sekarang katakan siapa nama putrimu cantikmu itu?" tanya Arka menuntut jawaban dari Vaiz .
"santai bro ," ucap Vaiz mengerjai sahabatnya .
"halah kau ini ." ucap Arka jengah membuat Vaiz terkekeh .
"oke oke Namanya Ayudia Batari Putri Taban . Yang artinya ayu wajahnya bagai bidadari putri dari keluarga Taban . Semoga tidak hanya cantik wajahnya tapi cantik hatinya, wataknya,budi pekertinya ." ucap Vaiz sambil menciumi pipi putrinya.
"wahhh nama yang bagus ," puji Ira .
"aku ikut kamu, itu juga bagus ." Shasa tersenyum
"Anak jaman sekarang biasanya namanya sulit sulit lo gak mau ngasih nama anak lo yang keren gitu ." tanya Arka .
"tidak perlu nama keren sayang, yang penting artinya . Karna menurutku nama itu adalah sebuah doa untuk si jabang bayi ." jelas Sita pada Arka .
"wah wah wah pacarku ini ternyata pandai ya , sepertinya kau sudah siap untuk menjadi istri dan ibu dari anak anakku ." puji Arka .
"yaa dia sudah siap, hanya kau saja yang terlalu lama ." ledek Vaiz membuat semua orang tertawa.
"bener kak, mungkin dia nunggu aku di lamar orang lain dulu baru dia nyadar ." ledek Sita .
__ADS_1
"tuhh, udah di sindir kerasa gak ? gercep dong biar kayak kita ." timpal Rian .
"tunggu bro, asal amplopnya tebel aja gue bakal nikahin dia ." jelas Arka sambil tertawa .
"jadi kau mau menikahiku hanya untuk mencari amplop Ka?" tanya Sita dengan nada kesal .
"nah tuh sukurin di marahin ." ledek Ira .
Semua orang tertawa melihat kelakuan Sita dan Arka pasangan yang paling kocak diantara yang lainnya .
"Ra, anak lo mana?gak lo ajak?" tanya Shasa .
"diajak nyokap bokap gue jalan jalan ya jadinya gue kencan berdua " jelas Ira .
"ngambil kesempatan lo ceritnya ?" tanya Shasa .
"ho'oh soalnya kalau di Kalimantan gak bisa pacaran ganggu terus ." jawab Rian .
"ganggu apanya , itu anakmu lo sayang ." protes Ira kepada suaminya .
"hehehehe bercanda sayang ."
Mereka pun tertawa melihat tingkah Rian . Setelah berbincang Vaiz pamit untuk menidurkan putri kecilnya .
"Sa, lo gak cari baby sister?" tanya Ira .
"gak tahu, takutnya kalau aku nyari baby sister nanti malah deketnya sama pengasuhnya . Mungkin enggak biar aku aja yang urus toh disini masih ada 3 mbak yang udah pengalaman ." jelas Shasa di angguki Ira .
Setelah berbincang banyak dan makan siang bersama , Sita ,Arka, Ira dan Rian oamit untuk pulang .
__ADS_1
Sedangkan Shasa mengistirahatkan tubuhnya di kamar dengan di temani oleh Vaiz suaminys .