Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 172


__ADS_3

"apa kau senang?" tanya Vaiz sambil memeluk sang istri dari belakang.


"menurutmu? sayang apa kau tidak berlebihan menyewa kamar hotel seperti ini? aku yakin pasti nominal harganya puluhan juta." tanya Shasa.


"kau tahu apa nama hotel ini? kau tadi pasti melihatnya bukan?" Shasa mengangguk.


"nama hotel ini Shava hotel,, singkatan dari namamu dan namaku. Shasa dan Vaiz aku mendirikan hotel ini untukmu dan kau pasti paham kenapa aku langsung menuju kesini tanpa meminta kunci pada receptionis." jelas Vaiz.


"kenapa Shava? bukan taban hotel?"


"singkatan dari kita sayang." jelas Vaiz


"jadi ini?"


"ya,kamar ini khusus untuk kita. Makannya aku memilih desain seperti ini ." jelas Vaiz.


Shasa memutar tubuhnya memeluk suaminya. Ucapan terimakasih tak henti hentinya terucap di bibir Shasa. Vaiz mencium bibir istrinya perlahan ia ******* bibirnya lama lama ciuman tersebut menjadi ciuman panas. Saat Vaiz akan membuka pakaian milik istrinya,Shasa langsung menghentikan.


"kenapa?" tanya Vaiz.


"takut nanti bangun." ucap Shasa.


"kita percepat."


"maksudnya?"


"yaaa,kita percepat jangan lama lama. Kita tempuh hanya 10 menitan." ucap Vaiz.


"kau pikir kau sedang naik mobil." gerutu Shasa.


"please."

__ADS_1


"tidak." tolak Shasa. Dengan sedikit memaksa Vaiz kembali melu*at dan menciumi istrinya membuat tubuh Shasa terasa panas hingga terjadilah olah raga singkat.


Selesai aktifitas berdua,Shasa langsung menuju kamar mandi. Keluar dari kamar mandi ia akan kembali memakai pakaian miliknya yang tengah berserakan namun di rebut oleh suaminya dan di buang.


"kok di buang?" tanya Shasa dengan nada jengkel.


"sudah kotor, ganti yang lain."


"yank,kita gak bawa ganti . Lalu aku harus pakai apa? selimut atau gorden gitu?"


"cek di almari,siapa tahu ada bathrobe."


Dengan langkah terpaksa,Shasa menuju almari besar dan langsunh membukanya. Matanya membulat sempurna melihat isi lemari tersebut sudah berjejer pakaian mahal seukuran dengannya.


"sayanyg." panggil Shasa antusias.


Vaiz yang melihat wajah istrinya hanya terkekeh pelan.


"yes."


"sayang, terima kasih." wajah Shasa terlihat sangat girang.


"sama sama,cepat ganti putri kita sudah bangun." Vaiz melirik kearah putrinya yang sedang menggeliat.


"oke oke."


Vaiz meninggalkan istrinya dan menemani putri nya. Diangkatnya tubuh kecil putrinya dan,di ciumnya pipi gembul milik putrinya.


"sudah bangun ya anak ayah? nyenyak ya nak tidurnya." senyum Vaiz mengembang saat melihat tawa kecil putrinya.


"kau cantik sayang sama seperti ibumu dan benar kata ibumu dengan di beri nama Ayu,semoga kelak kau menjadi putri Ayu, bukan ayu wajahmu tapi ayu sikapmu, ayu ucapanmu akhlak dan kepribadianmu."

__ADS_1


"amin." ucap Vaiz dan Shasa bersamaan .


"sini biar ***** dulu." Shasa mengambil alih putrinya dari pangkuan sang suami.


"aku mandi dulu," di angguki Shasa.


Shasa mulai memberi asi putrinya sesekali ia berselancar pada ponsel miliknya.


Sudah pukul 11 malam,namun sang putri tidak mau untuk tidur sementara kedua orang tuanya sudah mulai mengantuk.


"tidur nak, ibu sudah mengantuk." keluh Shasa.


"mau di gantiin." tawar Vaiz.


"tidak perlu,kau tidurlah ." tolak Shasa.


"aku tidak akan bisa tidur jika kalian tidak tidur juga."


"putrimu belum tidur bagaimana aku bisa tidur?" tanya Shasa.


"coba beri asi lagi sambil di tepuk tepuk bokonhnya."


Shasa pun mengikuti saran suaminya, namun nihil putrinya tak kunjung tidur. Shasa yang mulai lelah mulai akan menangis dengan sigap Vaiz mengambil alih putrinya . Vaiz berjalan kearah balkon kamar hotel ia mulai menepuk bokong putrinya peralahan sambil menggoyang goyangkan tubuhnya dengan pelan.15 menit mata kecil menjadi terpejam di gendongan ayahnya.


Vaiz kembali keranjang dan meletakkan putrinya perlahan. Ia melihat istrinya sudah memejamkan mata terlihat raut wajah yang sangat lelah. Vaiz juga ikut berbaring di samping sang putri.


"terimakasih sudah sigap membantuku." ucap Shasa.


"sudah kewajibanku membantumu mengurus anak kita."


Shasa tersenyum kepada suaminya begitu juga Vaiz .Perlahan mereka kembali memejamkan mata menikmata tidur malam masing masing.

__ADS_1


__ADS_2