Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 46


__ADS_3

Di atas ranjang king size , dua insan yang baru saja memadu kasih . Kini telah bergelung di dalam selimut yang tebal . Mereka sama sama memejamkan mata .


Vaiz dan Shasa masih tak lepas saling berpelukan . Tubub Shasa yang terasa lengket karna peluh , membuatnya risih saat tertidur .Ia pun membuka matanya . Melepaskan pelukan suaminya dan pergi menuju kamar mandi . Ia berendam di dalam air hangat merilekskan tubuh nya dari serangan suaminya .


"huh, kenapa semakin kesini semakin menjadi aku lelah meladeninya ."gumam Shasa sambil memejamkan mata .


kruuuuyuuuuuuuk


Bunyi nyari di dalam perut Shasa . Di tengah malam ia terasa lapar . Karna olah raga malamnya membuat tenaganya terkuras . Shasa menyelesaikan mandinya lalu berjalan kearah walk in closet mengambil kaos dan celan selutut memakai jaket .


" sayang bangun ." ucap Shasa menghujani ciuman di wajah lelah suaminya . Mata Vaiz mengerjap saat Shasa membangunkannya .


"hmmmm,kenapa?" ucap Vaiz .


"aku lapar , cari makan yuk ." ucap Shasa .


"kemana ? aku masakain aja ya ." mendudukan tubuhnya pada sandaran ranjang .


"gak usah ,kita cari di luar ."


"ini udah tengah malam sayang mana ada yang masih jualan ."


"ada ayooo ." Shasa menarik lengan suaminya .


"aku mengantuk , kamu masak saja ." Vaiz kembali membaringkan tubuhnya .

__ADS_1


"baiklah,aku akan berangkat sendiri naik motor . Tengah malam begini biasanya di warung depan sana banyak anak cowok yang lagi nongkrong . Sapa tau aku diajak nongki nongki bareng ." Mata Vaiz langsung membulat mendengar ucapan Shasa .


"nongki nongki apa?" ucap Vaiz menyelidik .


"yahhh, pikir aja sendiri ya sudah aku berangkat cari makan ." Meraih tangan Vaiz untuk menyalaminya lalu berjalan menjauhi ranjang . Vaiz yang paham baru sadar dengan ucapan istrinya langsung berlarai menggendong menuju ranjang .


"apa apaan sayang , aku mau makan di luar ." ucap Shasa menahan senyumnya .


"tunggu aku mandi dulu." Vaiz bergegas menuju kamar mandi . 15 menit Shasa menunggu , suaminya keluar dari walk in closet dengan pakaian kaos lengan panjang dan celana selutut , dengan sendal mewah miliknya walaupun sandalnya hanya sandal jepit tapi harganya lumayan beda dengan milik Shasa yang hanya sendal 8000an warna biru dengan alas putih .


Sampai di warung lesehan yang menjual lalapan , Shasa memesan 2 nasi dan 1 ingkung ayam . Tak lupa minumnya teh hangat .


"sayang,aku tidak lapar kenapa kau pesan 2 nasi ."


"makanlah sayang, bukannya kita butuh energi lagi ." ucap Shasa asal .


"haaa , kau ini jangan bicara mesum . Aku hanya tidak ingin kau kehabisan energi setelahnya ."


"jadi kau tidak ingin lagi ?" ucap Vaiz melemas .


"jika sayang masih bicara terus , sambal ini akan ku suapkan padamu ." ucap Shasa sinis


"baiklah , aku makan ." Vaiz menyuapkan makanan kedalam mulutnya . Yang sebelumnya ia tidak ingin makan namun saat tahu rasanya nasi milik istrinya pun di comot . Vaiz memesam 2 ingkung yang belum di goreng untuk dibawa pulang ..


"katanya gak laper , eh taunya nasiku diembat juga ." gumam Shasa saat sudah berada di dalam mobil .

__ADS_1


"sayang kenapa?" tanya Vaiz tanpa dosa .


Bahkan dia sudah menghabiskan separuh nasiku saja bertanya tanpa dosa . batin Shasa .


"ah tidak apa . O iya sayang kenapa kau membungkusnya ?"


"buat kita sarapan besok ."


"ohhhhh, "


"sayang seminggu lagi , rekan bisnisku mengajak makan malam. Kamu ikut ya ?" ucap Vaiz .


"apa tidak menggangu sayang ? aku bahkan akan tidak di butuhkan karna aku tidak akan paham dengan arah perbincanganmu nanti ."


"tidak apa sayang ."


"baiklah . Aku ikut kamu saja ."


"tapi berjanjilah akan sopan pada rekan bisnisku ."


"apa aku memang tidak pernah sopan hingga kau bertanya seperti itu ?" tanya Shasa .


"sayang ...."


"oke oke baiklah baik ."

__ADS_1


Mereka pun sampai pada halaman rumah megah . Shasa berjalan masuk menenteng bungkusan plastik hitam . Sedangkan Vaiz , Shasa tinggal karna Shasa masih kesal dengan ucapan suaminya .


__ADS_2