
Di atas ranjang king size , dua insan yang baru saja memadu kasih . Kini telah bergelung di dalam selimut yang tebal . Mereka sama sama memejamkan mata .
Vaiz dan Shasa masih tak lepas saling berpelukan . Tubub Shasa yang terasa lengket karna peluh , membuatnya risih saat tertidur .Ia pun membuka matanya . Melepaskan pelukan suaminya dan pergi menuju kamar mandi . Ia berendam di dalam air hangat merilekskan tubuh nya dari serangan suaminya .
"huh, kenapa semakin kesini semakin menjadi aku lelah meladeninya ."gumam Shasa sambil memejamkan mata .
kruuuuyuuuuuuuk
Bunyi nyari di dalam perut Shasa . Di tengah malam ia terasa lapar . Karna olah raga malamnya membuat tenaganya terkuras . Shasa menyelesaikan mandinya lalu berjalan kearah walk in closet mengambil kaos dan celan selutut memakai jaket .
" sayang bangun ." ucap Shasa menghujani ciuman di wajah lelah suaminya . Mata Vaiz mengerjap saat Shasa membangunkannya .
"hmmmm,kenapa?" ucap Vaiz .
"aku lapar , cari makan yuk ." ucap Shasa .
"kemana ? aku masakain aja ya ." mendudukan tubuhnya pada sandaran ranjang .
"gak usah ,kita cari di luar ."
"ini udah tengah malam sayang mana ada yang masih jualan ."
"ada ayooo ." Shasa menarik lengan suaminya .
"aku mengantuk , kamu masak saja ." Vaiz kembali membaringkan tubuhnya .
__ADS_1
"baiklah,aku akan berangkat sendiri naik motor . Tengah malam begini biasanya di warung depan sana banyak anak cowok yang lagi nongkrong . Sapa tau aku diajak nongki nongki bareng ." Mata Vaiz langsung membulat mendengar ucapan Shasa .
"nongki nongki apa?" ucap Vaiz menyelidik .
"yahhh, pikir aja sendiri ya sudah aku berangkat cari makan ." Meraih tangan Vaiz untuk menyalaminya lalu berjalan menjauhi ranjang . Vaiz yang paham baru sadar dengan ucapan istrinya langsung berlarai menggendong menuju ranjang .
"apa apaan sayang , aku mau makan di luar ." ucap Shasa menahan senyumnya .
"tunggu aku mandi dulu." Vaiz bergegas menuju kamar mandi . 15 menit Shasa menunggu , suaminya keluar dari walk in closet dengan pakaian kaos lengan panjang dan celana selutut , dengan sendal mewah miliknya walaupun sandalnya hanya sandal jepit tapi harganya lumayan beda dengan milik Shasa yang hanya sendal 8000an warna biru dengan alas putih .
Sampai di warung lesehan yang menjual lalapan , Shasa memesan 2 nasi dan 1 ingkung ayam . Tak lupa minumnya teh hangat .
"sayang,aku tidak lapar kenapa kau pesan 2 nasi ."
"makanlah sayang, bukannya kita butuh energi lagi ." ucap Shasa asal .
"haaa , kau ini jangan bicara mesum . Aku hanya tidak ingin kau kehabisan energi setelahnya ."
"jadi kau tidak ingin lagi ?" ucap Vaiz melemas .
"jika sayang masih bicara terus , sambal ini akan ku suapkan padamu ." ucap Shasa sinis
"baiklah , aku makan ." Vaiz menyuapkan makanan kedalam mulutnya . Yang sebelumnya ia tidak ingin makan namun saat tahu rasanya nasi milik istrinya pun di comot . Vaiz memesam 2 ingkung yang belum di goreng untuk dibawa pulang ..
"katanya gak laper , eh taunya nasiku diembat juga ." gumam Shasa saat sudah berada di dalam mobil .
__ADS_1
"sayang kenapa?" tanya Vaiz tanpa dosa .
Bahkan dia sudah menghabiskan separuh nasiku saja bertanya tanpa dosa . batin Shasa .
"ah tidak apa . O iya sayang kenapa kau membungkusnya ?"
"buat kita sarapan besok ."
"ohhhhh, "
"sayang seminggu lagi , rekan bisnisku mengajak makan malam. Kamu ikut ya ?" ucap Vaiz .
"apa tidak menggangu sayang ? aku bahkan akan tidak di butuhkan karna aku tidak akan paham dengan arah perbincanganmu nanti ."
"tidak apa sayang ."
"baiklah . Aku ikut kamu saja ."
"tapi berjanjilah akan sopan pada rekan bisnisku ."
"apa aku memang tidak pernah sopan hingga kau bertanya seperti itu ?" tanya Shasa .
"sayang ...."
"oke oke baiklah baik ."
__ADS_1
Mereka pun sampai pada halaman rumah megah . Shasa berjalan masuk menenteng bungkusan plastik hitam . Sedangkan Vaiz , Shasa tinggal karna Shasa masih kesal dengan ucapan suaminya .