Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 111


__ADS_3

Malam hari , Shasa membuka layar ponsel miliknya ia membuka aplikasi chatting satu persatu Shasa membalas pesan dari temannya. Lalu ia membuka story milik teman temannya pada aplikasi tersebut . Story terakhir menampilkan hidangan yang menggugah seleranya .


Dengan cepat ide ide di otaknya bermunculan , ia terlihat tersenyum .


"sayang kau punya uang seratus ribu tidak ?" tanya Shasa pada suaminya .


"untuk apa?" Vaiz masih menatap layar laptop .


"aku minta boleh ," tanya Shasa pelan .


"ambil di dompetku ." ucap Vaiz tanpa menoleh . Shasa buru buru meraih dompet suaminya yang berada diatas nakas .


"nih ." Shasa menyodorkan dompet milik Vaiz .


"sayang,kenapa tidak kau ambil saja . Tidak ada bom disini." keluh Vaiz tanpa mengambil dompet yang disodorkan .


"dari dulu aku diajarkan untuk tidak membuka dompet milik orang lain itu tidak sopan . Ibuku juga begitu tidak pernah sekali pun membuka isi dompet bapakku ." jelas Shasa masih menodongkan dompet milik suaminya .


"tapi ini dompet suamimu , jadi kau boleh saja membukanya lagian aku mengijinkannya ."


"aku hanya tidak ingin menjadi kebiasaan buruk sayang." jelas Shasa . Vaiz mengambil donpet di tangan istrinya .


"apa maksudmu ?" tanya Vaiz penuh selidik .


"jika aku membuka dompetmu aku takut jika suatu saat akan menjadi kebiasaan buruk membuka dompet orang lain tanpa ijin ." jelas Shasa. Vaiz yang sangat paham dengan istrinya hanya menganggukkan kepalanya .

__ADS_1


"ini ." menyodorkan beberapa lembar uang merah tersebut .


"kenapa banyak,aku hanya butuh satu lembar sayang ." tanya Shasa sambil menghitung jumlah lembaran tersebut .


"untuk isi dompetmu ." ucap Vaiz singkat .


"terimakasih sayang ." mengecup pipi suaminya sekilas .


Shasa kembali ke ranjang miliknya . Ia meraih ponselnya dan menggeser layar ponsel terlihat ia mengetik sesuatu .


1 jam ponsel Shasa bergetar , Ia dengan cepat turun dari ranjang dan berjalan keluar .


"mau kemana?" tanya Vaiz masih fokus kepada pekerjaannya .


"mencari udara segar." ucap Shasa sambil berlalu keluar . Vaiz menggeleng melihat kelakuan istrinya .


"kenapa?" tanya Shasa yang bingung dengan suaminya .


"kau keluar untuk membeli sesuatu?" tanya Vaiz penuh selidik .


"tidak, aku pesan lewat ojek online ." Shasa membuka plastik putih dan mengeluarkan 3 tumpuk sterefoam .


Saat membuka salah satu foam tersebut,mata Vaiz melebar melihat kotak tersebut .


"sayang apa yang kau beli ini? ini mie yang terlalu banyak cabainya ." Vaiz terkejut melihat isi foam tersebut .

__ADS_1


"sayang ini hanya mie , bukan granat ." protes Shasa .


"ini granat , kau akan mulas jika makan terlalu pedas ." Vaiz memperingati istrinya .


"sayang ini tidak terlalu pedas , aku juga memesankanmu ." Shasa berusaha melunakkan hati suaminya agar ia dapat makan mie tersebut .


"tidak,kau tidak boleh makan mie cabai ini." larang Vaiz .


"ini mie setan sayang, aku ingin . Jika kau tidak menurutinya nanti anakmu akan ileran ." alasan Shasa .


"kau ingin membodohiku . Itu hanya alasanmu agar kau bisa merasakan mia si*lan ini . Aku melarangmu ."


"sayang, sekali ini lain kali aku tidak akan membelinya lagi ." pinta Shasa .


"tidak ." Vaiz meraih mie milik istrinya dan mie miliknya di berikan pada istrinya .


"terserah , jika nanti anakmu ileran kau yang akan menanggung ." protes Shasa . Ia melipat tangannya di dadanya dengan wajah sedikit di tekuk sambil memanyunkan bibirnya .


"jangan pasang wajah seperti itu aku tidak suka ."


"terserah, kita lebih baik tidak saling bicara . Kita satru saja ." ucap Shasa .


"Sa,jangan seperti anak kecil turuti kemauan suamimu ." titah Vaiz .


"up to you ." ucap Shasa memalingkan wajahnya . Melihat sikap istrinya membuat Vaiz frustasi , ia tak ingin istrinya badmood dengannya Vaiz pun memilih mengalah ia menyodorkan makanan milik istrinya .

__ADS_1


"makanlah, tapi janji jangan makan pedas lagi ." Shasa mengangguk dengan wajah berbinar . Ia langsunh mencium pipi suaminya . Mereka pun makan bersama dengan santai di dalam kamar .


__ADS_2