Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 159


__ADS_3

"nona keisha." panggil laki laki tersebut .


Vaiz dan Shasa langsung menoleh , wajah Vaiz mulai berubah kala mengetahui siapa yang tengah memanggil istrinya .


"tuan Zidan?" ucapnya ragu .


"ya aku , aku melihatmu disini dan aku menghampirimu ." jelas Zidan tanpa menghiraukan Vaiz .


"bagaimana kau bisa masuk sementara tempat ini sudah ku kosongkan untuk ku ." tanya Vaiz menatap kepala restaurant yang sedang menunduk. Zidan hanya tersenyum kecut.


Shasa tak menghiraukan Zidan, ia lebih memilih menikmati hidangan miliknya sambil menggendong putrinya .


"nona, apa nona sudah mempertimbangkannya ?" tanya Zidan yang tengah duduk di depan Shasa .


Dahi Vaiz mengkerut kala mendengar pertanyaan Zidan yang terlontar untuk istrinya . Sorot matanya menatap kearah istrinya dan menuntut penjelasan .


" maksud anda?" tanya Shasa.


" memilih antara aku atau tuan Vaiz ."


Vaiz terlihat geram kala mendengar penjelasan Zidan, namun emosinya tertahan saat tangannya di genggam oleh istrinya .


"tuan apa menurutmu kau dan suamiku itu pilihan? hingga aku harus memilih?" tanya Shasa yang tampak terlihat santai berbeda dengan suaminya .

__ADS_1


"entahlah, tapi aku merasa kau lebih pantas denganku nona ."


"jaga ucapanmu tuan ." geram Vaiz .


"kenapa? apa anda takut jika istri anda jatuh kepelukanku tuan?" ejek Zidan .


Tangan Vaiz mengepal kuat, namun seketika mereda saat merasa genggaman tangan istrinya isyarat untuknya agar tenang .


"tuan Zidan , kau memang lebih segalanya, kau tampan itu benar, kau jauh lebih muda itu benar, kau jauh lebih menganggumkan itu benar ." jelas Shasa menjeda.


Mendengar hal itu bagaikan angin segar untuk Zidan . Ia tersenyum mengejek ke arah Vaiz , lain halnya Vaiz terlihat marah kepada istrinya dengan santainya istrinya memuji pria lain di depannya .


"apa yang kau katakan Sa?" tanya Vaiz dengan raut wajah kecewa .


"apa perkataanku salah?" tanpa menjawab Shasa kembali bertanya pada suaminya .


"sudah tuan , sudah jelas jika istri anda juga menganggumiku. Untuk apa kau minta penjelasan lagi . Lepaskan dan biarkan dia bahagia denganku ." ejek Zidan sambil tersenyum remeh .


"diam kau bed*ebah si*lan."


"jangan menyentuhnya ." cegah Shasa yang tengah membela Zidan .


"Sa, kau . Kau memilih dia daripada suamimu? apa yang kau rencanakan Sa?" kedua tangan Vaiz menyentuh kedua bahu istrinya.

__ADS_1


"jangan berteriak , nanti Ayu bangun ."


"Sa, jelaskan . Apa yang kau rencanakan? apa memang kau ingin menghancurkanku?"tanya Vaiz dengan tatapan menuntut .


"rencana apa yang kau katakan?"tanya Shasa menatap suaminya .


"kau memilihnya?" Vaiz melemah , kepala nya menunduk .


"kenapa jika aku memilihnya ?"


"aku akan hancur sayang, jangan bicara seperti itu. Ayo kita pulang biarkan kepa*at itu . Kau istriku Sayang . Rumah mu itu aku ." Vaiz memohon kepada istrinya . Dadanya terasa Sesak saat mendengar pertanyaan istrinya .


Vaiz tak pernah berfikir jika ia akan berpisah dengan istrinya. Tangan Vaiz meraih tangan istrinya di tatapnya wajah manis istrinya . Tak terlihat kesedihan di wajah istrinya .


"tuan, apa anda sekarang sadar bahwa istri anda sudah mulai bosan dengan anda ."


"diam kau Zidan , apa mau mu hah?" teriak Vaiz .


"ikhlaskan istrimu dan anakmu . Aku jauh lebih baik darimu ."


Dengan spontan , Vaiz berdiri menghampiri Zidan dan meraih kerah baju Zidan .


"jaga ucapanmu . Sampai kapan pun aku tidak pernah melepaskan anak istriku. Merekalah kebahagiaanku , jangan berharap kau mengambilnya dariku . Aku akan menghabisimu ." kepalan tangan Vaiz siap mendarat namun tertahan .

__ADS_1


"jangan pernah memukulnya ." Shasa berdiri menahan suaminya .


Kedua pria tersebut menatap kearah Shasa . Vaiz menatap dengan tatapan tajam sedangkan Zidan dengan senyum manis semanis manisnnya .


__ADS_2