
"aku berangkat dulu sayang ." pamit Vaiz sambil mengecup kening istrinya .
"iya hati hati ."
Mobil yang di kendarai Vaiz perlahan menjauh dari pekarangan rumah miliknya . Mengendarai mobil sendiri dan berangkat sendiri . Meskipun ia memiliki sekretaris pribadi tapi menurutnya tidak semua harus bergantung padanya . Selagi ia masih bisa sendiri ia tidak ingin meminta bantuan oleh orang lain .
Setiba di kantor , ia masuk kedalam kantor miliknya . Vaiz berjalan tegap tanpa menoleh ke kanan kiri ia tetap lurus menghadap kedepan . Para staf yang menyapanya pun hanya di birakan . Vaiz menuju lift khusus menuju keruangannya .
"selamat pagi tuan ." sapa Sekretaris Dino .
"pagi, mana yang ku minta ." ucap Vaiz menyodorkan tangannya . Dino menyerahkan amplop coklat yang terlihat tebal .
"jika boleh tau , untuk apa tuan meminta uang cash bukannya tuan tidak pernah meminta uang cash setiap pembayaran tuan selali menghubungiku . Apa tuan ada masalah?" cecar Vaiz .
"ahhh tidak ,hanya saja aku malu setiap beli apa yang istriku minta untuk membeli di warung sederhana aku tidak memiliki uang cash ." jelas Vaiz .
"ohhh, baiklah tuan kalau begitu . Saya undur diri dulu ." pamit Dino di angguki Vaiz .
Vaiz mengambil amplop coklat tersebut dan menyimpannya di tas miliknya .
Ia mulai berkutat pada pekerjaannya yang telah menunggunya . Mimik wajahnya yang terlihat serius membuat ketampananya bertambah berkali kali lipat .
derrrtttzzz drrrtttzzz
__ADS_1
Vaiz meraih ponsel yang berada di atas meja . Ia melihat layar ponsel tersebut terpampang jelas wajahnya dan istrinya . Ia pun tersenyum .
Vaiz : "assalamuallaikum sayang ."
Shasa: "waallaikumsallam sayang ,"
Vaiz : "ada apa sayang? tumben telpon biasanya di telpon gak mau ."
Shasa :" nanti pulang dari kerja titip apel merah ya sayang , aku kok kepingin ."
Vaiz : "iya nanti di belikan ya ."
Selesai berbicara dengan istrinya , Vaiz meletakkan ponsel miliknya . Ia menggeleng kepala saat tau istrinya menghubunginya hanya untuk menitip sesuatu .
"masuk ." titah Vaiz saat mendengar pintu ruangannya di ketuk .
"permisi pak ." ucap Rahma .
"iya ada apa?"
"saya hanya ingin memberitahukan pak kalau nanti jam pulsng kita akan menemui client di salah satu restaurant pak . Tepatnya di Hotel Venus Pak ." jelas Rahma .
"ohh iya maaf , baiklah nanti kita kesana . Minta Dino untuk menyiapkan segala keperluannya dari sekarang agar nanti tidak keteteran ." jelas Vaiz .
__ADS_1
"baik pak , kalau begitu saya undur diri ." diangguki oleh Vaiz .
Seperginya sekretaris , Vaiz kembali berkutat pada berkas yang ada di meja dan sesekali ia menarik nafas dan memijit pelipisnya . Ia terlihat sangat bosan dan kewalahan .
"huh, bosan sekali aku rasanya aku ingin pulang dan memeluk tubuh istriku ." gumam Vaiz .
Ia kembali menarik nafas meraih berkasnya lagi untuk di kerjakan . Ia tak ingin menunda pekerjaan walau sekarang ia sangat bosan dan suntuk .
"tuan ." panggil Dino pada atasannya
"ada apa?"tanya Vaiz tanpa menoleh .
" berkas untuk pertemuan nanti sudah selesai tinggal membawanya dan sekarang sudah waktunya makan siang mari kita makan siang ."
"aku tidak sempat No , aku masih banyak pekerjaan ." tolak Vaiz.
"nanti akan saya bantu setidak ya tuan harus istirahat makan dan minum jangan sampai telat makan dan menjadi sakit ." jelas Dino .
"eh No kau seperti istriku saja perhatian sekali ." ledek Vaiz tertawa .
"saya hanya mengingatkan anda tuan , nyonya tidak bisa kekantor jadi ayo kita cari makan siang nyonya tidak mungkin datang "
"ahhh baiklah . Ayo " Vaiz berdiri dan berjalan kekuar ruangan mendahului Dino . Sementara Dino hanya menggeleng kepala nya saja.
__ADS_1
Maaf ya kak baru bisa up , soalnya baru sekarang bisa nulis per bab nya lagi. Jangan lupa like dan Vote ya kak .