
"thank you dad. Aku bahagia ." ucap Julie mencium pipi daddynya .
"anything for you sayang . Kau sangat terlihat bahagia ?"
"sangat dad," Julie tersenyum.
Julie dan tuan Surya kini sedang duduk bersantai berdua . Raut wajah julie terlihat bahagia seperti mendapat kemenangan .
******
"hey kenapa wajahmu terlihat kusut begitu?" tanya Vaiz pada istrinya melelui panggilan video call .
"aku bosan , tidak ada yang bisa ku kerjai ." keluh Shasa .
"langsung pada intinya saja sayang jika kau merindukanku ." ucap Vaiz percaya diri .
"huh, tingkat kepercayaan dirimu itu terlalu besar ."
"lalu apa kau tidak rindu pada suamimu ini ?"
"tidak ."
"baiklah nyonya, jika kau tidak rindu aku akan kembali lebih lama ." god Vaiz ..
"hey kenapa bisa begitu?"
"kau tidal rindu untuk apa aku kembali ."
"ahhh kau ini, seharusnya kau yang membujukku bukan aku yang membujukmu . Menyebalkan ." gerutu Shasa yang membuat suaminya terbahak .
__ADS_1
"sayang, kau tadi pergi kemana?" tanya Shasa .
"maaf sayang, tadi aku berniat makan siang, mamun saat akan kembali aku bertemu Julie disini ."
DEG .
Dada Shasa terasa nyeri mendengar pengakuan Vaiz .
julie? ahhh ternyata dia masih kerja keras ingin mendapatkan suamiku . batin Shasa .
"sayang? kau melamun?" ucap Vaiz pada sambungan video call .
"ahhh tidak , lalu apa kau berjalan.berdua dengannya ?" tanya Shasa .
"hey apa yang kau katakan , aku hanya bertemu saja tidak lebih . Aku tahu batasanku sayang ." ucap Vaiz.
"ahhh, baiklah aku percaya . Sekarang katakan padaku . Kapan kau akan kembali lagi ?" ucap Shasa mengalihkan pembicaraan .
"1 minggu lagi . Kau bersabarlah aku akan segera pulang ."
"baiklah ."
"oke sayang, aku tutup dulu ada pekerjaan yang akan cepat ku selesaikan agar aku bisa pulang dan bisa menengok bayi kita sudah sebesar apa." ucap Vaiz .
"ahhh kau ini selalu ." keluh Shasa .
"hahahaha, cium aku dulu sayang ." pinta Vaiz .
"muuaaach ." ciuman jarak jauh dari Shasa yang membuat pipi Shasa menjadi bersemu merah .
__ADS_1
"hey kau yang mencium kau yang malu ?" goda Vaiz .
"ahhh cepat matikan ," teriak Shasa yang membuat Vaiz gemas .
"muaaach , bye sayang . I love you ." ucap Vaiz .
"love you to ."
Sambungan tersebut tertutup . Shasa kembali merebahkan diri dan bermalas malasan .
"ahhh saat suamiku berangkat aku bertemu Julie, sekarang Julie sudah bertemu suamiku? aku merasa ada bau bau kelicikan." gumam Shasa .
"entahlah aku tidak mau terlalu memikirkan , jika memang Julie masih saja main main denganku awas saja . Lebih baik aku masuk penjara jika harus membiarkan ti**s got itu berkeliaran ." gerutunya .
Shasa beranjak dari ranjangnya menuju keluar kamar . Turun ke bawah sekedar mencari angin . Suasana hatinya sedang tidak menentu , Ia ingin meredamkan emosinya . Shasa duduk gazebo taman yang ada di samping rumahnya, menghirup udara segar sore hari membuat pikirannya lebih rileks .
Sudah satu jam Shasa berada di gazebo untuk menenagkan pikiran. Saat sedang nyaman, salah satu pelayan memintanya untuk masuk kedalam karna akan menjelang magrib .
"nyonya anda disini? mari masuk tidak baik ibu hamil keluar rumah saat menjelang magrib ." ucap pelayan .
"jam berapa mbak?" tanya Shasa menormalkan pikirannya .
"sudah lewat jam 5 nyonya , anda akan sakit jika terus disini ." tutur pelayannya .
"ahhh baiklah,mari kita masuk mbak . Aku tadi hanya mencari angin dan tidak sadar kalau sudah lewat jam 5 terimakasih sudah memberitahuku ." ucap Shasa panjang lebar .
"Sama sama nyonya ."
Shasa dan pelayan tersebut masuk kedalam rumah . Shasa langsung naik ke atas menuju kamar miliknya .
__ADS_1