
"Lis." panggil Diana , wanita yang di pandang oleh Shasa .
"hai Di, kenalin ini Shasa istri Vaiz ." Diana terlihat acuh dan tak peduli.
"udah pernah ketumu kok ." ucap Shasa yang bingung menyebut Listy .
"ohhhh ." Shasa mengangguk .
"kita kesana Lis, aku gak bisa kalau deket sama rakyat jelata. Dia mau uangnya dia tidak tulus ." nyinyir Diana .
"Di lo gak boleh gitu , bagaima pun sekarang Shasa sudah menjadi istri mantan lo ." ucap Listy menengashi .
"gakpapa tan udah biasa kok . Tante Diana emang gitu gak suka kalau lihat aku sama mas Vaiz ." ejek Shasa .
"apa maksdumu?" tatapan Diana membuat Shasa tersulut namun ia tetap sabar .
"Di , ini acraku tolong sebagai sahabat kamu ngertiin aku . Aku tidak ingin pestaku rusak ." ucap Listy yang takut jika mereka bertengkar .
"lo lihat kan Lis , betapa angkuhnya wanita miskin itu bahkan dia tidak pantas memakai barang mahal . Wajah wanita miskin akan terap terlihat miskin beda dengan kita . Seberapa mahalnya dia peratan jika sudah dilahirkan dengan keturunan miskin aura yang terpancar tetap aura miskin ." ucap Diana mengejek .
sabar Sa, enggak boleh tersulut lo lagi hamil Sa . Batin Shasa .
__ADS_1
"dia gak akan berani karna pelindungnya meninggalkannya sendiri disini . Dia itu hanya berani di depan Vaiz coba sekarang Vaiz lagi berada di ruangan lain dia seperti kambing c*ng*k yang pura pura budeg . Di sayangkan betapa malangnya Vaiz menikah dengan wanita rendahan sepertinya ." semua mata menatap pada Diana dan Shasa . Para kaum hawa kini menatap rendah Shasa .
Ucapan Diana membuat Shasa merasa panas . Dengan perlahan ia berdiri dan menatap nyalang kearah Diana .
"Sa, gak usah diladenin Dianannya . Ayo kita pergi ." Listy membujuk Shasa namun saat 3 langkah terhentu mendengar ucapan Diana .
"Lihat saja , suatu saat jika Vaiz sudah bosan wanita miskin itu akan dicampakan , dibuang di tempat yang layak dan saat itu dia sadar dati mipmpiny ." terlihat senyum mengejek dari para tamu tersebut . Listy tak henti hentinya melarang Diana berucap jahat .
Karna sudah tidak tahan dengan ucapan mantan pacar suaminya . Shasa menangis terduduk di kursi tamu . Ia menundukan kepalanya tak ingin menatap wajah Diana seperti tadi .
"Lihat bukan , bahkan wanita itu menyadari .Dia tidak pantas berada di samping Vaiz hanya aku kekasih Vaiz yang mampu mengimbanginya ." ucap Diana menyombongkan dirinya .
"cukup Di,kau tidak pantas berbicara begitu . Kau ingat kau hanya mantan kekasih Vaiz . Sekarang Shasa yang berhak atas Vaiz ." Listy mencoba menyardakan Diana .
"aku akan membela yang benar , meskipun itu musuh sahabatku sendiri ." jelas Listy yang membuat Diana geram dan tak henti hentinya mengejek .
******
Di ruang kerja Ken, Vaiz berbincang kepada Ken dan rekan kerka Ken . Vaiz terkejut dengan rekan kerja Ken yang tak lain teman kampusnya dulu .
"apa kabar dengan Arka?" tanya Bayu .
__ADS_1
"dia membangun bisnis di luar negri sekalian menemani kekasihnua kuliah disana ." Bayu menggut manggut .
"dan lo ? masih dengan Diana?" tanya Bayu pada Vaiz .
"tidak , aku sudah memiliko istri ."
"gila ,temen lo satu ini dapet daun muda . Jauh lebih muda malah ." ledek Ken yang membuat Bayu tertawa . Semua orang tahu putusnya Vaiz dan Diana jadi mereka sudah tidak pernah bertanya penyebab putus hubungannya .
"Anak pemilik perusahaan mana istrimu Vaiz?" tanya Ken.
"Dia wanita biasa yang lama ku kejar cintanya . Pandangan pertama ." ucap Vaiz .
"wah, bahagia lo kelihatannya ."
"sangat Bay, apalagi istrinya udah bunting ."uacp Ken lagi lagi. Vaiz tersenyum sambil membayangkan wajah manis istrinya .
" gimana rasanya menikah dengan gadis?" tanya Bayu .
"lo belum nikahkan?" tanya Vaiz diangguki Vaiz .
"lo cari dan lo coba sendiri . hahahahahaja ." ledek Vaiz kepada bayu .
__ADS_1
"sialan lo ." menonjok pelan lengan Vaiz . Bayu terlihat marah pada temannya satu ini . Sedangkan Vaiz dan Ken tertawa terkekeh .