Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 105


__ADS_3

Sore ini , Vaiz sudah berada di depan client nya . Setelah berbasa basi mereka fokus pada pembahasan kerja sama . Setelah semua menerima kesepakatan Vaiz meminta maaf karna tidak bisa menemani clientnya makan , ia terlalu.buru buru karna istrinya sudah menunggu di rumah .


"tuan ,maafkan aku tidak bisa menemanimu makan karna istriku sudah menungguku dirumah ." Vaiz meminta maaf dengan sopan .


"ahhh, baiklah tuan tidak apa . Silahkan anda kembali lebih dulu ." ucap clientnya memaklumi .


"permisi tuan . Sekretarisku ini yang akan menemanimu ." menjabat tangan clientnya . Vaiz menepuk bahu Dino lalu berjalan keluar restaurant .


"melihat tuan Vaiz aku merasa kembali muda sekretaris Dino ." ucap pria yang sudah berumur sambil menatap kepergian Vaiz .


"maksud tuan?"


"dulu aku seperti tuan Vaiz , istriku lebih utama . Kadang aku mengesampingkan urusanku hanya untuk kebahagiaan istriku . Kadang ia protes dengan kelakuanku tapi aku merasa jika itu perlu . Aku sangat mencintai istriku ." ucapnya .


"Tuan Vaiz juga sangat mencintai istrinya ." ucap Dino singkat . Client tersebut tersenyum .


"baiklah tuan , saya masih ada urusan." Dino pamit.


"ahhh baiklah ayo kita keluar bersama ." Dino mengangguk .


Mereka berjalan berdampingan keluar restaurant . Dino menuju mobil miliknya dan berlalu pergi .


Di rumah Vaiz .


"sayang aku pulang ." teriak Vaiz .

__ADS_1


"jangan teriak seperti itu kau fikir rumah ini hutan ." omel Shasa . Vaiz tergelak mendengar omelan istrinya ia tidak takut malah lebih menggodanya . Vaiz menciumi paksa wajah istrinya dengan gemas .


"kau ini kebiasaan ,"


"hey jangan marah, kau ini pemarah sekali ." goda Vaiz .


"makanya jangan menggodaku ." dengus Shasa .


"baiklah baik, ini pesanan istriku tersayang ." menyodorkan plastik hitam berisi apel merah pesanan Shasa .


"kau tidak lupa? aku fikir kau lupa ."


"aku belum setua itu sayang . Jadi apa yang kau butuhkan aku tidak akan lupa ." Shasa mengangguk .


"temani aku ." mengulurkan tangannya di depan Shasa . Shasa yang paham jika suaminya minta di gandeng pun hanya menggeleng . Shasa meletakkan apel tersebut keruang makan lalu menggandeng suaminya menuju ke kamar .


"kau tahu sayang? jika kau minta di gandeng aku merasa kau seperti orang jompo ." ledek Shasa.


"kenapa begitu?"


"iya kau minta di gandeng seperti orang jompo ." ledek Shasa .


pletak ..


"auhhh ." Shasa meringis saat suaminya menyentil .

__ADS_1


"biar pikiranmu itu sehat . Aku hanya ingin mesra saja denganmu ." dengan Vaiz berjalan masuk kekamarnya lebih dulu .


"sayang , ishhh ." menghentakkan kakinya mengikuti langkah suaminya .


Vaiz meletakkan tas kerja di atas meja dan membuang jasnya ke atas ranjang . Shasa yang melihat suaminya marah hanya cekikikan . Ia memunguti pakaian suaminya untuk di letakkan di keranjang pakaian kotor . Lalu Shasa berjalan kearah walk in closet untuk menyiapkan pakaian santai suaminya . Setelah selesai ia duduk di pinggir ranjang sambil menunggu suaminya selesai mandi .


Shasa berdiri mendekati suaminya saat melihat suaminya sudah rapi dengan baju santainya .


"sayang maafkan aku ." ucap Shasa memeluk tubuh suaminya dari belakang .


"untuk apa?" tanya Vaiz singkat .


"karna aku godain kamu ." ucap Shasa .


"jangan ulangi lagi ." titah Vaiz diangguki Shasa .


"jadi kau sudah tidak marah kalau begitu hadap kesini dan tatap wajah imut ku." Vaiz berbalik arah menatap istrinya . Ia begitu sangat gemas .


"sudah ." ucap Vaiz .


"cium aku sayang." rengek Shasa berjinjit mensejajari suaminya .


CUP


Vaiz mengecup bibir tipis milik Shasa , Shasa membalas ciuman tersebut dan menjadi sebuah lu***tan yang sangat lama . Karna sudah sama sama terbawa suasan akhirnya semilir angin sore terkalahkan oleh hawa panas pergulatan mereka diatas ranjang .

__ADS_1


__ADS_2