
Sudah 3 hari Shasa berada di rumah, ia juga sudah kembali berjalan normal . Walau terkadang suaminya selalu melarangnya untuk berjalan kesana kemari namun Shasa tetaplah Shasa, jika dilarang ia akan malah menjadi .
Ting tong ting tong .
Pelayan membuka pintu , tamu yang di tunggu Shasa siapa lagi lagi kalau bukan kedua sahabatnya .
"Shasa ada mbak?" tanya Sita pada pelayannya .
"ada ,silahkan masuk non ." mereka mengangguk lalu berjalan memasuki kediaman Taban . Ia melihat Shasa menyusui bayinya di depaj tv .
"Sa ." teriak Sita yang mendapat pelototan dari Shasa .
"upps sorry ." Sita hanya nyengir . Sementara Ira menggeleng melihat kelakuan salah satu sahabatnya .
"apa lu yakin kalau dia mau nikah?" tanya Ira pada Shasa .
"entah , kelakuannya aja masih kayak gitu ." ledek Shasa membuat Sita hanya mencebikkan bibirnya .
"anak lo mana?" tanya Shasa pada Ira .
"di ajak neneknya jalan jalan , sekali kali bebas seharian ."
"emang disana lo gak bebas? kayaknya lo keenakan anak lo selalu di asuh sama mertua lo ." lanjut Sita .
"gak tau mertua gue baik banget sama gue . Sampai sampai gue gak ngrasain capek ." ucap Ira enteng .
"Dasar , enak sih enak tapi ya jangan gitu gitu banget kasian mertua lo udah sepuh ." jawab Shasa .
"iya gue juga kira kira kali ."
"sip ." Sita dan Shasa mengacungkan jempolnya pada wajah Ira membuat Ira hanya mendengus .
__ADS_1
"ke mall yuk , nyari baju buat nikahan gue ."
"emang lo belum fitting baju?" tanya Ira .
"udah , cuman mau nemenin kalian . Sekalian Refresing gitu ."
"ih bukannya diem dirumah karna mau nikah , malah keluyuran kemana mana ." gerutu Shasa .
"ayo lah please ." dengan terpaksa Shasa dan Ira menyetujuinya .
Kini Mereka sudah berada di tengah tengah pusat perbelanjaan . Shasa dan Ira masih fokus memilih milih baju . Saat di rasa ada yang cocok Shasa pun mengambil baju tersebut dan membayarnya di kasir .
"sudah dapet?" tanya Sita yang masih memilih milih baju .
"sudah, tinggal Ira yang belum .Ntah kapan selesainya . Dari brand satu kesatunya belum juga ada yang cocok ." gerutu Shasa .
"lo kayak gak tau dia aja ."
"sudah yuk ." ucap Ira membuat temannya menoleh kearahnya .
"ya sudah makan dulu yuk ." ajak Shasa. Mereka pun memilih tempat makan di dalam pusat perbelanjaan . Mereka mencari tempat yang kosong dan pas untuk mereka tempati lalu memilih menu . Setelah itu tinggal menunggu pesanan datang.
"gue ngrasa kayak belum nikah gitu, pergi bertiga tanpa suami dan anak ." celetuk Ira .
"emang gue masih belum nikah ." ucap Sita .
"bukan belum , tapi akan ." Shasa menggeleng kepala.
"heheheheh, iya gue lupa ."
"lo sih lupaan . Sudah nikah takutnya suaminya dilupain ." ledek Ira .
__ADS_1
"ehhh ya enggaklah , mana mungkin gue lupa sama suami tampan gue ." jawab Sita membuat yang lain tertawa . Seketika tawa terhenti saat mendengar suara halus milik perempuan .
"wah wah wah, ada orang miskin yang gak punya malu ternyata. Sudah menggoda Vaiz sekarang sok sok makan di tempat mewah ." sindir Jessie .
"ohhh tante , kenapa tan ? ngiri ya kalau aku ngabisin uang suamiku ? gak bisa ya ? masak kalah sama aku ?" jawab Shasa dengan enteng . Sedangkan Sita dan Ira menatap Shasa penuh tanya .
"o iya gaes , kenalin ini tante Jessie . Teman suami aku yang aku ceritain waktu itu . Maksa buat minta dinikahin padahal suami aku gak mau karan setianya kebangetan eee malah dia nya tetap maksa minta dinikahi ." jelasan Shasa membuat kedua sahabatnya ber ohh ria .
Jessica yang mendengar ucapan Shasa ,langsung meradang . Ia membulatkan matanya .
plaaak .
"dasar wanita tidak punya sopan santun ." jessie menampar pipi Shasa . Membuat Shasa meradang .
Saat akan membalas , ia mengurungkan niatnya karna pramusaji yang mengantar pesanannya .
"Sha, lo gak lupa sama jurus lo kan? gue takut setelah lo lahiran lo lupa sama jurus lo?" bisik Sita setelah pramusaji menjauh dari mejanya .
Jessica yang berdiri di samping meja hanya melipat kedua tangannya .
"gue punya penawaran buat lo , Biarkan dia nikahin gue dan lo bakal dapat apa yang lo mau . Atau lo habis di tangan gue ?" ucap Jessie .
Mendengar hal itu membuat Shasa lebih meradang , sudah 2 kali ini ia mendengar penawaran seperti ini membuatnya sangat marah . Ia langsung berdiri dan menatap tajam Jessica dan ..
Bughhhh .
Plakkkk
...****************...
Terima kasih para readers yang sudah mendoakan saya sembuh , karena sakitnya sudah agak mendingan dan saya masih mampu membuat karya maka saya usahakan up walau hanya 1 bab . Dan terimakasih sudah tetap setia dengan novel berjudul " Mengejar Cinta Wanita Biasa"
__ADS_1
Jangan lupa tetap like dan Vote ya kak .
Terima Kasih .