Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 23


__ADS_3

flashback on


Di dalam ruang tamu duduklah sepasang suami istri yaitu pak Yono dan Bu Nur . Sementara di sisi lain duduklah lelaki tampan dan mapan yang kini sedang duduk tegap dan juga sekretaris pribadinya .


"apa saya bisa jamin tuan jika anak saya akan bahagia bila menikah dengan anda?" tanya Pak Yono .


"saya jamin pak,karna dari awal saya bertemu dengan anak bapak,saya jatuh cinta dan saya akan bertanggung jawab penuh atasnya. Jadi saya mohon terima saya menjadi menantu kalian." jelas Vaiz .


"tapi nak , jika nanti putri kami menolak kami tidak bisa berbuat apa apa ." ucap Pak Yono lirih .


"saya tahu pak , tapi bapak juga masih belum mampu membayar hutang kan ? jika bapak bersedia saya pastikan saya akan menganggap lunas hutang bapak dan juga saya akan membuka kan usaha untuk bapak sertan membantu kebutuhan rumah bapak . Saya bisa jamin pak ."


"apa bapak tidak ingin menyekolahkan putra bapak atau adik dari putri bapak yang masih kecil?" lanjut Gara .


Lama membujuk akhirnya Pak Yono dan Bu Nur menyetujui dan mau menerima pinangan Vaiz untuk Shasa anaknya .


Setelah mendapat lampu hijau dari orang tua Shasa senyum Vaiz merekah . Akhirnya , Tuhan mengijinkannya untuk menikahi orang yang selama ini ia lihat dari kejauhan . Walaupun Vaiz dulu belum mengenal Shasa tapi hatinya memaksa untuk memilikinya .


Flashback Off


Mengingat kejadian lampau membuat Vaiz menggelengkan kepala. Bagaimana tidak Shasa gadis biasa yang sulit untuk di dapatkan , ia harus meminta restu dan mengambil hati orang tuanya setelah mendapatkan giliran kini ia harus berusaha mengambil hati istrinya yang terlalu membeku untuknya


Saat semua wanita berlomba lomba untuk mendekatinya ,namun Shasa malah berlomba lomba untuk memusuhinya . Bagaimana Shasa yang tidak tertarik dengannya, Shasa yang tidak terlalu merespon dengannya , Vaiz hanya mampu menghela nafas kasar .


****


Di dalam mobil Shasa dan Vaiz hanya saling menutup mulut . Tak ada yang bertanya atau saling bercerita . Seperti orang asing yang terjebak di dalam satu ruangan . Shasa menatap ponselnya dan tak beralih pada benda pipih kesayangannya , sementara Vaiz menyetir sesekali melirik istrinya .


"tuan ,bisa berhenti di depan sebentar ."pinta Shasa .

__ADS_1


" ada apa ?" sembari mengehentikan mobilnya tepat di depan pelapak kaki lima .


"tunggu sebentar saja ." keluar mobil dan berjalan di beberapa pelapak tersebut .


Vaiz menatap istrinya yang berjalan ke arah penjual batagor. Vaiz yang paham langsung turun mobil dan menghampiri istrinya .


"tuan kenapa turun." melihat Vaiz sekilasa lalu beralih pada makanan yang di pesannya .


"aku ingin menemanimu ."


Shasa hanya mengangguk . Tak berselang lama ia menerima pesanan pada pedagang tersebut .


"berapa pak ?" tanya Vaiz pada pedagang .


"semua 2 bungkus , jadi total 20ribu pak ." ucap pedang tersebut .


Saat Shasa membuka tasnya , namun Vaiz lebih cepat membayarnya dan mengajak Shasa pergi .


"ambil saja pak ." ucap Vaiz .


"alhamdulillah,terimakasih pak ."


Shasa terkejut saat lenganya di tarik untuk pergi menuju mobil .


"tuan,kenapa tuan yang membayar aku masih punya uang tuan ." ucap Shasa .


"aku suamimu apa yang kamu beli sudah tugasku untuk membayarnya sayang ." ucap Vaiz lembut .


"tapi tuan,aku masih mau membeli yang lain , tuan tunggu dulu di mobil aku akan kesana sebentar ." melepas tangan Vaiz lalu berbalik ,namun Vaiz lagi lagi menghentikan langkah Shasa .

__ADS_1


"apa yang kamu inginkan ?aku akan membelinya ." ucap Vaiz .


"itu,Es campur." tunjuk Shasa terlihat sekali menginginkannya .


"masuklah ke mobil , aku akan membelikannya untukmu ." ucap Vaiz .


Saat Shasa hendak protes , Vaiz dengan cepat menutup mulut Shasa dan menuntun Shasa menuju mobil . Shasa pun menurut .


"Sayang bagaiaman cara memesannya?" tanya Vaiz sedikit keras.


"haaa?" Shasa terkejut dengan pertanyaan Vaiz yang terlontar .


"bagaimana cara memesannya sayang ?"


"tuan tinggal menuju ke tempat itu lalu tuan tinggal bicara pada penjualnya ." jelas Shasa .


"lalu aku harus bilang seperti apa?" tanya Vaiz .


Ucapan Vaiz membuat Shasa tersentak ,bagaimana tidak hanya membeli sebuah es campur saja suaminya harus bertanya .


"tuan lebih baik aku saja yang membelinya,tuan tunggu di mobil saja ." ucap Shasa jengah .


"tidak,beritahu padaku saja cara memesnnya lalu kembalilah ke mobil."


Shasa menghela nafas kasar, untuk urusan mudah saja Vaiz harus di beritahu dulu .


"bilang mang es campur satu ."


Saat Vaiz paham , Vaiz pun berlari ke arah penjual tersebut . Sementara Shasa berjalan ke arah mobil .

__ADS_1


"huhh, begitu saja harus di beri bimbingan . Sekaya kayanya orang mereka masih ngerti cara membeli es campur . Nah ini orang kaya apaan , kalau apa apa gak tau ." gumam Shasa sambil berjalan menuju mobil milik suaminya .


__ADS_2