
Hubungan harmonis adalah dambaan setiap para sepasang suami istri . Kini hubungan itu di miliki oleh Shasa , sudah tak ada Julie si pengganggu . Kini setiap harinya Shasa dan Vaiz lebih mesra lagi . Saling menyatakan cinta melalui lisan dan perlakuan . Membuat setiap pasangan akan merasa iri melihat Mr & Mrs Taban .
"Selamat tuan , atas kerja sama yang akan kita lakukan ." ucap Laki laki yang umurnya setara dengan Vaiz .
"selamat juga atasmu ." ucap Vaiz .
Mereka berjabat tangan saling tersenyum .
tok
tok
tok
"masuk ." perintah Vaiz .
Muncul seorang wanita cantik yang kini tengah berbadan dua . Dengan penampilan yang anggun dan cantik membuat semua orang kagum memandangnya .
"sayang , aku membawa makan siang untukmu ." ucap Shasa menghampiri suaminya .
"kemarilah ." Shasa duduk di samping suaminya .
"tuan, perkenalkan ini istriku Shasa ." ucap Vaiz mengenalkan istrinya .
"sayang , dia tuan Axel ."
"salam kenal tuan ." sapa Shasa .
"salam kenal nyonya Taban ."
Axel tetap memandang Shasa yang membuat Vaiz tersadar jika istrinya di pandang oleh laki laki lain .
__ADS_1
"ekhemm ." deheman keras dari Vaiz membuyarkan lamunan Axel .
"apa anda tertarik dengan istriku tuan?" tanya Vaiz yang membuat Shasa melotot .
"ahhh , maafkan aku tuan . Tapi istrimu sangat manis dan menawan ." goda Axel mengerlingkan matanya .
"jaga tatapan anda tuan, Jangan membuat saya marah ." geram Vaiz .
"sayang sudah ,biarkan saja ." ucap Shasa lieih menenangkan suaminya.
"sampai ketemu lain hari nyonya ." senyum licik Axel terlihat jelas membuat Vaiz berapi api . Axel berjalan pergi dengan asistenya pribadinya .
"heyyyy ." teriak Vaiz yang langsung di cegah oleh Shasa .
"sayang sudah,aku tidak tertarik dengannya . Kenapa kau marah anggap saja dia orang g1l4 sayang ." bujuk Shasa . Vaiz menatap wajah Shasa dengan intens . Ia meraih wajah Shasa dan menciumi dengan rakus .
"berjanjilah kau akan tetap disampingku ." ucap Vaiz .
"aku berjanji . Aku akan pergi jika kau yang meminta itu janjiku ." Vaiz mengangguk kembali menciumi wajah Shasa .
"makanlah . Anakmu meminta disuapi oleh ayahnya ." mengusap perut yang sedikit membuncit .
"ahhh, baiklah ayo kita makan ." ajak Vaiz menggandeng istrinya . Shasa menuruti Vaiz , dan mereka makan siang bersama seperti biasany Vaiz akan menyuapi Shasa .
"baiklah sayang,selesaikan pekerjaanmu . Aku akan pulang ." ucap Shasa sambil membersihkan bekas makanan .
"tidak, kai tetap disini aku akan menghubungi Pak Damar untuk kembali lebih dulu ,dan kotak makan ini biar OB yang membersihkan ."
"tapi sayang ."
"aku pusing, ingin kau peluk ." ucap Vaiz menggandeng Shasa untuk masuk ke ruang istirahat yang ada di kantor .
__ADS_1
Kini Vaiz dan Shasa sudah berada di atas ranjang empuk yang ada di dalam ruangan Vaiz . Vaiz memeluk tubuh Shasa ,dengan kepala menempel pada dada Shasa . Posisi itulah yang membuat Vaiz lebih tenang saat marah .
Shasa mengelus pucuk rambut milik suaminya . Sesekali ia tersenyum melihat suaminya tertidur seperti bayi besar , jari lentik milik Shasa menyusuri wajah suaminya .
"kau terhebat sayang ." bisik Shasa yang tak di dengar oleh Vaiz .
Terlalu lama berada di atas ranjang membuatnya ikut mengantuk dan menyusul suaminya berada di pulau kapuk . Terlelap berdua dengan posisi yang tetap.
"hoooooaaaaaammmmmm." Shasa menggeliat . Membuat tidur Vazi terusik .
"ahhh maafkan aku sayang ." ucap Shasa membuka matanya .
"ayo kita mandi setelah itu pulang ." ajak Vaiz .
"kita mandi dirumah saja . Aku tidak membawa baju ganti ." tolaknya .
"aku sudah menyiapkan di lemari itu . ayo . " paksa Vaiz .
"berjanjilah kita mandi cepat ,tidak lama lama ." ucap Shasa sambil menyodorkan jari kelingking .
Vaiz tak membalas malah berdiri dan menggendong istrinya ala bridal style .
"ahhhj , sayang" teriak Shasa yang tak dihiraukan Vaiz . Vaiz tetap berjalan kearah kamar mandi . Ia menurunkan istrinya dan mulai membantu istrinya membuka pakaian milik istrinya .
"ahhh biar aku saja , aku bisa sendiri ." tolak Shasa .
"biarkan suamimu meamanjakanmu ." bisik Vaiz ..
"tap..... " ucapan Shasa terpotong karena Vaiz m*l***t bibir milik Shasa . Membuat Shasa membulatkan matanya , tangan kekar Vaiz menutup mata milik Shasa . Dan mandi tersebut berujung lama .
**like dan Vote nya di tunggu ya kak .
__ADS_1
jangan lupa .
Happy reading**