
tok .. tok .. tok ..
"masuk ." ucap Vaiz yang masih berkutat dengan pekerjaannya .
"permisi pak , mau mengantar sarapan ." ucap salah satu OB .
"letakkan di meja depan istriku ."
OB tersebut meletakkan bungkusan yang berisi sarapan di meja depan Shasa . Ia sekilas melirik ke arah Shasa .
Ini yang menjadi istri Pak Vaiz , ternyata selera pak Vaiz seperti ini . batin OB tersebut
"ekhemmm." dehemana Vaiz membuyarkan lamunan OB tersebut .
"saya permisi pak ."
"jaga matamu ." Vaiz berjalan menghampiri istrinya yang terkejut melihat makanan di atas meja .
"tuan ini makanan kesukaanku semua , Masayaallah."
mata Shasa berbinar melihat foam berisi makanannya .
"iya aku yang memesannya ."
"tuan tau dari mana? bahkan aku tidak pernah mengatakan apapun tuan ." ucap Shasa tanpa mengalihkan pandangnya .
"aku tau tentangmu,bahkan semuanya aku tahu ."
Ucapan Vaiz membuat Shasa menoleh . Ia tersenyum pada suaminya .
"terima kasih tuan ." Shasa memeluk tubuh Vaiz tanpa sadar .
DEG .
DEG
__ADS_1
DEG
Jantung mereka berdua berdetak cepat , baru pertama kali Shasa memeluk Vaiz tanpa sadar.
Shasa pun melonggarkan pelukannya saat menyadari apa yang ia lakukan . Karna perbuatannya ia merasa malu pada Vaiz . Ia berusaha menetralkan degub jantungnya .
ahhh, kenapa debaran jantungku seperti ini . batin Shasa .
"tuan tidak sarapan ?"
"habiskan dulu , aku akan makan setelahmu ." ucap Vaiz sambil tersenyum mengingat kelakuan istrinya .
"baiklah." Shasa membuka makanan makanan tersebut dan mengambil salah satu makanan. Sementara Vaiz masih mempelajari berkas yang ia pegang sambil duduk disamping Shasa .
"tuan." menyodorkan sesendok makanan untuk Vaiz .
Vaiz menggeleng tanda menolak . Namun dengan paksa Shasa menyuapkan pada suaminya .
"makanlah aku akan menyuapimu ,setidaknya ijinkan aku berbaik hati pada suami ." ucapnya sambil menyuapi suaminya lagi .
"tentu,kita menikah tuan kau mengucapkan ijab qobul di depan semua saksi , apa kau pikir itu hanya mainan ." jelasnya .
Mendengar jawaban Shasa ,hati Vaiz begitu gembira setidaknya istrinya masih menganggapnya suami .
"jika aku suamimu ,kenapa kau membenciku ."
DEG
Hati Shasa bergetar saat mendengar ucapan suaminya , entah kenapa namun ada nyeri yang ada pada dadanya saat suaminya mengatakan jika ia membenci suaminya .
hah ,apa aku sejahat itu . Hingga suamiku merasa jika aku membencinya . Apa aku berbicara terlalu ketus hingga dia berfikir sepert itu . batin Shasa .
Ia kembali menyuapi suaminya hingga suapan terakhir . Shasa pun mengambil bungkusan yang lain .
"sudah makanlah, aku sudah kenyang ." Vaiz beranjak dari duduknya dan beralih pada kursi kebesarannya .
__ADS_1
Shasa sarapan dengan tidak selera,entah kenapa ia terngiang ngiang dengan ucapan Vaiz . Sesekali Shasa melirik ke arah suaminya dan yang dilirik sama sekali tidak menyadarinya .
"tuan , aku ijin menemui temanku di cafe depan." ucap Shasa meminta ijin .
"apa sarapanmu sudah selesai?" tanya Vaiz dan di angguki Shasa .
"sebentar,aku akan mengantarmu ." bersiap merapikan berkasnya .
"tidak perlu ,hanya di depan kantor setelah itu aku akan kembali lagi atau kau bisa menyusul saat makan siang ." ucap Shasa lirih .
"baiklah hati hati ," ucap Vaiz .
Shasa beranjak dari duduknya dan mengambil ponselnya, sementara tasnya dia tinggal di sofa ruangan suminya .
"sayang ." panggil Vaiz .
"iya tuan ." menoleh ke arah suaminya .
"ambilah , untuk membayar di cafe tersebut ." menyodorkan 10 lembar seratus ribuan .
"tidak tuan ,aku masih memilik uang lagian aku disana hanya akan memesan minum ." jelas Shasa .
"ambilah bukannya aku menganggapku suami , lalu kenapa kau menolak pemberian suamimu , kau tahu kan suamimu itu kaya sayang ." ucapnya terkekeh .
"baiklah , ini cukup tuan yang lainnya simpan saja . Sewaktu waktu aku akan meminta lagi ." jelas Shasa mengambil uang seratus ribu .
"ambil semua sayang , jika kau butuh lagi aku tinggal memberikanmu lagi ."
"tidak tidak ini saja , sepertinya aku tidak butuh terlalu banyak uang ." ucapnya sambi memanyunkan bibirnya .
"baik baiklah, kau hati hati hubungi aku jika ada apa apa ."
"baik tuan ."Shasa berjalan keluar ruangan Vaiz .
Vaiz menatap istrinya sambil tersenyum senyum .
__ADS_1
" bahkan kau meminta apapun akan aku turuti . Sekalipun kau minta aku mengakhiri hidupku sendiri akan aku turuti Sha." gumam Vaiz .