Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 26


__ADS_3

tok .. tok .. tok ..


"masuk ." ucap Vaiz yang masih berkutat dengan pekerjaannya .


"permisi pak , mau mengantar sarapan ." ucap salah satu OB .


"letakkan di meja depan istriku ."


OB tersebut meletakkan bungkusan yang berisi sarapan di meja depan Shasa . Ia sekilas melirik ke arah Shasa .


Ini yang menjadi istri Pak Vaiz , ternyata selera pak Vaiz seperti ini . batin OB tersebut


"ekhemmm." dehemana Vaiz membuyarkan lamunan OB tersebut .


"saya permisi pak ."


"jaga matamu ." Vaiz berjalan menghampiri istrinya yang terkejut melihat makanan di atas meja .


"tuan ini makanan kesukaanku semua , Masayaallah."


mata Shasa berbinar melihat foam berisi makanannya .


"iya aku yang memesannya ."


"tuan tau dari mana? bahkan aku tidak pernah mengatakan apapun tuan ." ucap Shasa tanpa mengalihkan pandangnya .


"aku tau tentangmu,bahkan semuanya aku tahu ."


Ucapan Vaiz membuat Shasa menoleh . Ia tersenyum pada suaminya .


"terima kasih tuan ." Shasa memeluk tubuh Vaiz tanpa sadar .


DEG .


DEG

__ADS_1


DEG


Jantung mereka berdua berdetak cepat , baru pertama kali Shasa memeluk Vaiz tanpa sadar.


Shasa pun melonggarkan pelukannya saat menyadari apa yang ia lakukan . Karna perbuatannya ia merasa malu pada Vaiz . Ia berusaha menetralkan degub jantungnya .


ahhh, kenapa debaran jantungku seperti ini . batin Shasa .


"tuan tidak sarapan ?"


"habiskan dulu , aku akan makan setelahmu ." ucap Vaiz sambil tersenyum mengingat kelakuan istrinya .


"baiklah." Shasa membuka makanan makanan tersebut dan mengambil salah satu makanan. Sementara Vaiz masih mempelajari berkas yang ia pegang sambil duduk disamping Shasa .


"tuan." menyodorkan sesendok makanan untuk Vaiz .


Vaiz menggeleng tanda menolak . Namun dengan paksa Shasa menyuapkan pada suaminya .


"makanlah aku akan menyuapimu ,setidaknya ijinkan aku berbaik hati pada suami ." ucapnya sambil menyuapi suaminya lagi .


"tentu,kita menikah tuan kau mengucapkan ijab qobul di depan semua saksi , apa kau pikir itu hanya mainan ." jelasnya .


Mendengar jawaban Shasa ,hati Vaiz begitu gembira setidaknya istrinya masih menganggapnya suami .


"jika aku suamimu ,kenapa kau membenciku ."


DEG


Hati Shasa bergetar saat mendengar ucapan suaminya , entah kenapa namun ada nyeri yang ada pada dadanya saat suaminya mengatakan jika ia membenci suaminya .


hah ,apa aku sejahat itu . Hingga suamiku merasa jika aku membencinya . Apa aku berbicara terlalu ketus hingga dia berfikir sepert itu . batin Shasa .


Ia kembali menyuapi suaminya hingga suapan terakhir . Shasa pun mengambil bungkusan yang lain .


"sudah makanlah, aku sudah kenyang ." Vaiz beranjak dari duduknya dan beralih pada kursi kebesarannya .

__ADS_1


Shasa sarapan dengan tidak selera,entah kenapa ia terngiang ngiang dengan ucapan Vaiz . Sesekali Shasa melirik ke arah suaminya dan yang dilirik sama sekali tidak menyadarinya .


"tuan , aku ijin menemui temanku di cafe depan." ucap Shasa meminta ijin .


"apa sarapanmu sudah selesai?" tanya Vaiz dan di angguki Shasa .


"sebentar,aku akan mengantarmu ." bersiap merapikan berkasnya .


"tidak perlu ,hanya di depan kantor setelah itu aku akan kembali lagi atau kau bisa menyusul saat makan siang ." ucap Shasa lirih .


"baiklah hati hati ," ucap Vaiz .


Shasa beranjak dari duduknya dan mengambil ponselnya, sementara tasnya dia tinggal di sofa ruangan suminya .


"sayang ." panggil Vaiz .


"iya tuan ." menoleh ke arah suaminya .


"ambilah , untuk membayar di cafe tersebut ." menyodorkan 10 lembar seratus ribuan .


"tidak tuan ,aku masih memilik uang lagian aku disana hanya akan memesan minum ." jelas Shasa .


"ambilah bukannya aku menganggapku suami , lalu kenapa kau menolak pemberian suamimu , kau tahu kan suamimu itu kaya sayang ." ucapnya terkekeh .


"baiklah , ini cukup tuan yang lainnya simpan saja . Sewaktu waktu aku akan meminta lagi ." jelas Shasa mengambil uang seratus ribu .


"ambil semua sayang , jika kau butuh lagi aku tinggal memberikanmu lagi ."


"tidak tidak ini saja , sepertinya aku tidak butuh terlalu banyak uang ." ucapnya sambi memanyunkan bibirnya .


"baik baiklah, kau hati hati hubungi aku jika ada apa apa ."


"baik tuan ."Shasa berjalan keluar ruangan Vaiz .


Vaiz menatap istrinya sambil tersenyum senyum .

__ADS_1


" bahkan kau meminta apapun akan aku turuti . Sekalipun kau minta aku mengakhiri hidupku sendiri akan aku turuti Sha." gumam Vaiz .


__ADS_2