
1 bulan sudah pernikahan Vaiz dan Shasa ,dan kini Shasa begitu banyak berubah ia mulai perhatian kepada suaminya . Menyiapkan baju,memasang dasi,mamakaikan jas dan menyiapkan sarapan semua Shasa lakukan kepada suaminya .
"tuan." bajumu ku letakkan di tempat biasa . Teriak Shasa sat suaminya sedang mandi .
"iya ."
Shasa berjalan menuruni tangga dan menuju dapur . Mengeluarkan bahan yang akan dimasak untuk sarapan ,tanpa di bantu pelayannya .
Ia mulai memotong menumis dan lain halnya . Sesekali bersenandung lagu lagu favoritnya ,mumpung tak ada seorang pun .
...***hue bechain pehli baar...
humne raaz yeh jaana
mohabbat mein koi aashiq
kyun bann jaata hai deewana
agar iqrar ho jaaye
kisi se pyar ho jaaye
badhaa mushqil hota hai
dil ko samjhaana***
Sepasang mata yang tak jauh dari tempat Shasa berdiri sedang menatap sambil tersenyum . Vaiz , ya Vaiz yang sedari tadi menatap dan mendengar istrinya bernyanyi . Lagu yang tak pernah ia dengar .
"ekheeemm, kau menyanyi lagu apa sayang ." ucapnya berjalan ke arah istrinya .
__ADS_1
"tu .. tu.. tuan , kau mendengarnya tuan?"
"iya semuanya aku dengar, aku tidak menyangka disaat gadis gadis lain menyanyikan lagu dangdut,pop,bahkan aku pernah dengar lagu korea. Namun kau malah menyanyi lagu yang barusan . Lagu apa itu sayang?" tanya Vaiz menggoda istrinya .
"lagu india tuan ." ucap Shasa malu .
"ha,, dan yang ada di kamar milikmu kan yang kau sukai." ucap Vaiz . Shasa mengangguk .
"tuan , mari sarapan aku sudah selesai menyiapkan ." ucap Shasa mengalihkan perhatian Vaiz .
"apa yang kau masak?" tanya Vaiz antusias .
"Nasi goreng , telur ceplok dan ayam suwir ." jelas Shasa .
"baiklah ambilkan, aku akan menjadi gemuk makan makananmu sayang ."
"ah tidak apa , aku tetap akan menyukaimu bagaimanapun keadaanmu tuan ." ucap Shasa yang langsung menutup mulutnya .
"habiskan sarapanmu tuan ."
"bahkan kau tidak mau mengakuinya ." gumam Vaiz yang masih di dengar oleh telinga Shasa .
Selesai sarapan ,Vaiz berdiri meraih dasi yang berada di sampiran kursi ruang makan . Shasa yang sudah hafal tugasnya langsung meminta dasi tersebut dan memasangkannya . Lalu ia juga memakaikan jas untuk Vaiz .
"aku berangkat sayang,bersiaplah untuk nanti malam kita akan ke pesta rekan bisnisku ." ucap Vaiz mengecup kening Shasa .
"baiklah ."
Vaiz pun berjalan keluar rumah menuju mobilnya . Setelah bersalaman khas suami istri dan mengecup kening istri . Vaiz masuk kedalam mobil lalu menjalankan mobilnya menuju kantor .
__ADS_1
******
Di dalam kamar , Shasa memutar mutar tubuhnya . Ia sudah terlihat cantik dan polesan make up dan gaun mahal yang sudah dipesan oleh suaminya .
"wah nona ,anda terlihat cantik sekali . Awalnya aku ragu untuk me make over anda ,tapi ternyata hasilnya begitu WOW, aku yakin kalau Tuan Pervaiz pasti jatuh cinta kedua kalinya melihat anda ."
"ahhh kau ini , aku tidak secantik itu . Sudah selesai kan kau boleh pergi ." ucap Shasa sambil tersenyum .
"baiklah , tagihannya sudah di transfer oleh tuan,jadi nona tidak perlu membayarnya ."
"iya ."
30 menit menunggu , Vaiz pun datang dengan wajah terkejutnya .
"sayang itu kau? dimana Shasa istriku yang suka marah marah ?" goda Vaiz menghampiri istrinya .
"tuan,jangan sering sering menggodaku nanti kena Azab ." geruti Shasa .
"hahahhaha,baiklah . Tunggu 20 menit lagi,aku mandi dan bersiap dulu ."
20 menit Vaiz selesai dengan segala hal , ia pun mengajal Shasa keluar kamar dan berjalan menuju mobil Mercedez Benz milik Vaiz . Vaiz yang gak ingin di ganggu oleh sopir saat berdua memilih mengendarai mobil sendiri .
Sampai di gedung menjulang tinggi, mobil Vaiz terparkir rapi . Hotel mewah tempat dimana pesta tersebut di selenggarakan . Vaiz menggandeng Shasa menuju gedung untuk pesta .
"selamat datang tuan Vaiz ," sapa Tuan Willy selaku pemilik acara tersebut .
"terima kasih ." bersalaman .
"perkenalkan Keisha istriku ." ucap Vaiz mengenalkan istrinya . Shasa pun menyalami sepasang suami istri yang sudah berumur 50tahunan lebih .
__ADS_1
Mereka pun berbincang bincang , terlalu lama berbincang Shasa terlalu bosan dan terlalu lelah berdiri . Ia pun mencari kursi kosong dan duduk di kusri tersebut . Vaiz tak sadar jika istrinya sudah beralih tempat . Ia berfikir jika Shasa tetap disampingnya .