
"sayang bangun , kau bilang kita belanja keperluan anak kita nanti ." ucap Shasa membangunkan suaminya .
"iya sebentar ." Vaiz masih tetap memajamkan mata .
"ayolah .. keburu panas sayang ." paksa Shasa .
"5 menit lagi ya sayang ." tawar Vaiz .
"baiklah ."
Shasa meninggalkan suaminya yang masih terlelap ia meraih tas selmpang miliknya dan berjalan keluar .
"mbak,nanti kalau tuanmu bangun siapkan sarapan saya mau pergi sebentar ." ucap Shasa .
"nyonya mau kemana?nanti kalau tuan tanya ?"
"bilang saja saya pergi keluar dan tidak mau memberitahu kemana ."
"baik nyonya ."
__ADS_1
aku kan wanita hebat belanja tanpa suami pun aku bisa . batin Shasa sambil berjalan menuju mobil yang akan membawanya pergi . Mobil pun pergi menjauhi kediamannya , Shasa tersenyum sendiri karna ia selalu puas mengerjai suaminya .
Sampai di depan mall , Shasa meminta pak Damar untuk menunggu di mobil karna ia akan berkeliling sendiri . Awalnya pak Damar keberatan karna majikannya itu sedang hamil besar,namun bukan Shasa kalau tidak memaksa . Akhirnya pak Damar mengalah .
"mmmm baju apa yang harus ku beli , aku tidak tahu jenis kelamin anakku ." ucap Shasa
"Lebih baik aku membeli warna yang netral saja ." Shasa pun mencomot baju baju bayi yang menurutnya lucu lucu . Ia memborong semua perlengkapn bayi .
"maaf nyonya apa anda yakin anda memborong semuanya ." ucap salah satu pegawai .
"iya mbak memangnya kenapa?" Shasa terlihat bingung .
"mbak barang yang sudah di beli tidak bisa di kembalikan ini aturan toko kami ." jelas pegawai toko .
"maaf harga disini di atas satu juta mbak. Apa mbak tidak keberatan jika harus memborong ?"
"mbak , saya akan membeli semuanya . Mbak tidak usah khawatir saya baru saja menggadaikan setifikat rumahku untuk membeli yang saya borong ini ." menunjuk barang barang tersebut .
"baik terserah mbak saja ." terlihat pagawai tersebut meremehkan Shasa . Shasa menunggu di depan kasir dan pegawai kasir pun berbisik bisik dengan teman yang ada di sampingnya . Shasa paham jika pegawai tersebut sedang merumpi tentangnya namun ia masa bodoh .
__ADS_1
"mbak totalnya 18.4750.000." ucap kasir tersebut sambil tersenyum remeh . Shasa hanya diam membuka tasnya dan menyodorkan black card miliknya . Semua karyawan pun melotot . Ia merasa malu saat melihat kartu tersebut .
"jangan melotot mbak , saya buru buru." ucap Shasa singkat . Pegawai kasir tersebut menyelesaikan pembayaran Shasa,ia kembali menyodorkan kartu milik Shasa .
"terimakasih , silahkan datang kembali di toko kami kak ." ucap kasir tersebut berubah ramah . Shasa hanya menggedikkan bahunya .
dasar manusia, tadi aku aja di rendahin saat lihat kartu hitam ini kau sok ramah banget . batin Shasa .
Ia berjalan santai menuruni eskalator sambil menenteng tas belanja yang begitu banyak . Pak Damar membantu memasukkan barang barang belanjaan Shasa kedalam bagasi setelah itu mereka pun kembali pulang .
Sampai di rumah Shasa masuk dengan wajah ceria , Langkahnya terhenti saat mendengar protes suaminya .
"darimana kamu?" tanya Vaiz duduk di sofa depan tv .
"belanja buat anak kita ." ucap Shasa enteng.
"kita sudah janjian untuk membeli bersama , kenapa kau masih berangkat sendiri?"
"kamu tidur , aku nya gak sabar buat belanja ya udah aku tinggal saja ." ucap Shasa enteng membuat Vaiz terlihat kesal.
__ADS_1
"sudah jangan marah,lain kali kita beli bersama ."
Shasa duduk di samping suaminya memeluk pinggang suaminya lalu mencium pipi suaminya agarz berhenti marah .