Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 107


__ADS_3

"sayang bangun , kau bilang kita belanja keperluan anak kita nanti ." ucap Shasa membangunkan suaminya .


"iya sebentar ." Vaiz masih tetap memajamkan mata .


"ayolah .. keburu panas sayang ." paksa Shasa .


"5 menit lagi ya sayang ." tawar Vaiz .


"baiklah ."


Shasa meninggalkan suaminya yang masih terlelap ia meraih tas selmpang miliknya dan berjalan keluar .


"mbak,nanti kalau tuanmu bangun siapkan sarapan saya mau pergi sebentar ." ucap Shasa .


"nyonya mau kemana?nanti kalau tuan tanya ?"


"bilang saja saya pergi keluar dan tidak mau memberitahu kemana ."


"baik nyonya ."

__ADS_1


aku kan wanita hebat belanja tanpa suami pun aku bisa . batin Shasa sambil berjalan menuju mobil yang akan membawanya pergi . Mobil pun pergi menjauhi kediamannya , Shasa tersenyum sendiri karna ia selalu puas mengerjai suaminya .


Sampai di depan mall , Shasa meminta pak Damar untuk menunggu di mobil karna ia akan berkeliling sendiri . Awalnya pak Damar keberatan karna majikannya itu sedang hamil besar,namun bukan Shasa kalau tidak memaksa . Akhirnya pak Damar mengalah .


"mmmm baju apa yang harus ku beli , aku tidak tahu jenis kelamin anakku ." ucap Shasa


"Lebih baik aku membeli warna yang netral saja ." Shasa pun mencomot baju baju bayi yang menurutnya lucu lucu . Ia memborong semua perlengkapn bayi .


"maaf nyonya apa anda yakin anda memborong semuanya ." ucap salah satu pegawai .


"iya mbak memangnya kenapa?" Shasa terlihat bingung .


"mbak barang yang sudah di beli tidak bisa di kembalikan ini aturan toko kami ." jelas pegawai toko .


"maaf harga disini di atas satu juta mbak. Apa mbak tidak keberatan jika harus memborong ?"


"mbak , saya akan membeli semuanya . Mbak tidak usah khawatir saya baru saja menggadaikan setifikat rumahku untuk membeli yang saya borong ini ." menunjuk barang barang tersebut .


"baik terserah mbak saja ." terlihat pagawai tersebut meremehkan Shasa . Shasa menunggu di depan kasir dan pegawai kasir pun berbisik bisik dengan teman yang ada di sampingnya . Shasa paham jika pegawai tersebut sedang merumpi tentangnya namun ia masa bodoh .

__ADS_1


"mbak totalnya 18.4750.000." ucap kasir tersebut sambil tersenyum remeh . Shasa hanya diam membuka tasnya dan menyodorkan black card miliknya . Semua karyawan pun melotot . Ia merasa malu saat melihat kartu tersebut .


"jangan melotot mbak , saya buru buru." ucap Shasa singkat . Pegawai kasir tersebut menyelesaikan pembayaran Shasa,ia kembali menyodorkan kartu milik Shasa .


"terimakasih , silahkan datang kembali di toko kami kak ." ucap kasir tersebut berubah ramah . Shasa hanya menggedikkan bahunya .


dasar manusia, tadi aku aja di rendahin saat lihat kartu hitam ini kau sok ramah banget . batin Shasa .


Ia berjalan santai menuruni eskalator sambil menenteng tas belanja yang begitu banyak . Pak Damar membantu memasukkan barang barang belanjaan Shasa kedalam bagasi setelah itu mereka pun kembali pulang .


Sampai di rumah Shasa masuk dengan wajah ceria , Langkahnya terhenti saat mendengar protes suaminya .


"darimana kamu?" tanya Vaiz duduk di sofa depan tv .


"belanja buat anak kita ." ucap Shasa enteng.


"kita sudah janjian untuk membeli bersama , kenapa kau masih berangkat sendiri?"


"kamu tidur , aku nya gak sabar buat belanja ya udah aku tinggal saja ." ucap Shasa enteng membuat Vaiz terlihat kesal.

__ADS_1


"sudah jangan marah,lain kali kita beli bersama ."


Shasa duduk di samping suaminya memeluk pinggang suaminya lalu mencium pipi suaminya agarz berhenti marah .


__ADS_2