Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 95


__ADS_3

Shasa beranjak dari taman dan berjalan tak tentu arah , jika ia kembali rasanya malu pada suaminya . Ia berjalan mengusuri trotoar . Lagkah kakinya terhenti saat melihat penjual soto daging di sebrang jalan . Shasa sesekali mengusap bibirnya dengan punggung tangannya . Ia mulai menyebrang untuk mendapatkan 1 mangkuk soto daging tersebut .


"pak ,1 porsi ya ." ucap Shasa kepada penjual tersebut . Mendapat anggukan dari penjual Shasa berjalan mencari tempat duduk untuk dirinya.


Lima menit menunggu pesanannya , akhirnya soto tersebut sampai di hadapannya . Shasa terlihat sangat antusias melahap makanannya . Ia tak menghiraukan di sekelilingnya .


"sayang ." suara khas milik Vaiz menjalan menuju gendang telinganya . Shasa menoleh dan mendongak keatas .


"kau ?" ucap Shasa terkejut .


"aku lelah mencarimu ,kau tidak pulang setelah kejadian tadi . Kau kemana?" tanya Vaiz mengambil tempat di samping istrinya .


"a .. a .. aku hanya ingin mencari udara segar . Kau tidak bekerja ?" tanya Shasa .


"aku tidak memikirkan pekerjaanku . Aku memikirkamu." ucap Vaiz menatap sisi wajah istrinya yang tengah asik dengan soto di depannya .


"aku sudah dewasa ,kau tidak perlu mengkhawatirkanku ."


"apa maksudmu ? apa aku tidak boleh khawatir dengan istri dan calon bayiku?"


"maksdku ...."


"lanjutkan makanmu setelah itu kita pulang ." titah Vaiz .


"boleh aku tinggal di rumah orang tuaku selama hamil?" tanya Shasa lirih yang masih di dengan Vaiz . Karna Vaiz tak ingin berdebat ia lebih memilih diam . Shasa langsung menghabiskan makannya , ia pun berdiri meraih tas kecil miliknya untuk membayar soto yang telah dilahapnya .


"biar aku saja yang bayar ." ucap Vaiz berdiri menahan istrinya yang akan membayar .

__ADS_1


"bapak penjual soto itu tidak memilik mesin atm ." ucap Shasa lirih .


"aku punya uang cash ." ucap Vaiz berjalan kearah penjual soto . Shasa tersenyum melihat suaminya berbisik pada penjual bakso .


"berapa pak?" tanya Shasa yang berdiri di belakang Vaiz .


"20 ribu neng ." ucap penjual soto tersebut . Shasa menyodorka uang 20 ribu lalu ia berjalan keluar warung tersebut . Vaiz mengikuti langkah istrinya menuju mobil dan masuk kedalam mobil .


"sayang ,harusnya biar aku saja yang membayarnya aku kan suamiku ."


"bukannya di dalam dompetmu hanya ada ktp sim surat mobil dan kartu kartumu? tidak ada selembar uang pun di dalam dompetmu jadi bagaiman kau akan membayar makananku?" ucap Shasa .


"aku sudah bilang pada penjualnya jika aku akan kembali nanti." jelas Vaiz .


"huh, kau orang kaya punya perusahaan dimana mana hotel juga tapi apa kau akan menghutang pada orang biasa? harusnya kau memberi bukan malah hutang . Ayo jalankan mobilmu." gerutu Shasa menahan tawanya .


Vaiz : "Dino, tolong cairkan uang 50 juta ."


Dino :" untuk apa tuan?"


Vaiz :" nanti kau akan tahu sendiri."


Vaiz mematikan sambungan tlphone nya dan mulai mengemudikan mobilnya perlahan .


"darimana kau tadi? aku pernah bilang bukan jika kau marah pulanglah ke rumah . Itu juga rumahmu ." tutur Vaiz lembut .


"aku hanya ketaman mencari udara segara , aku hanya lelah menghadapi teman temanmu yang selalu menghinaku . Kadang aku merasa jika aku membuatmu malu karna kamu menikah dengan wanita miskin sepertiku ." keluh Shasa, ia menunduk sambil memainkan jari nya . Vaiz meminggirkan mobilnya lalu memandang kearah istrinya .

__ADS_1


"kau tahu? aku menikah bukan orang lain yang melakukan , aku menikah tidak meminta biaya pada mereka , aku menikah tidak merepotkan mereka . Kau juga tahu bahkan kita tidak meminta makan dengannya , kita minun dari air milik kita . Lalu apa yang kau resahkan? Jika aku malu menikah denganmu aku tidak akan melakukannya . Apa kau tahu sayang ? Aku yang pertama mencintaimu , aku yang pertama menyayangimu , akulah yang pertama ingin menikahimu lalu kenapa kenapa kau minder? hemmm?" tanya Vaiz menyentuh pipi Shasa . Shasa hanya menunduk dan menggeleng .


"lihat aku ? Bahkan aku tidak peduli jika orang mencemooh mu . Yang aku tahu sekarang kau istriku , kau canduku . Jika kau tidak bersamaku aku bisa gila . Jadi tetaplah bersamaku . Temani aku jangan dengarkan mereka meraka . Fokus pada keluarga kecil kita ." jelas Vaiz . Shasa menangis meremas ujung dres mahal miliknya .


"maaf ." cicit Shasa .


"aku maafkan , tapi dengan syarat ." Shasa mendongak menatap suaminya .


"syarat? apa?" tanya Shasa keheranan .


"jangan pernah menangis lagi . Dimana istriku yang kuat . Aku mau kau seperti dulu ." Shasa mengangguk .


"sekarang peluk aku , aku rindu pelukanmu ." ucap Vaiz memandang wajah istrinya .


"hanya beberapa jam kita tidak bertemu mana mungkin kau rindu padaku ."


"memangnya tidak boleh , ayo peluk aku ." paksa Vaiz . Dengan secepat kilat Shasa memeluk tubuh suaminya yang membuatnya tenang . Tak berapa lama Shasa melepaskan pelukannya dan Vaiz mulai melajukan mobilnya ke kediamnnya .


*****


**Maaf , untuk para pembaca Mengejar Cinta Wanita Biasa , kemarin author baca komentar ada salah satu komentar yang menarik perhatian author , disini author mau meluruskan jika author tidak pernah berniat menulis novel yang membuat kalian bertambah dosa karena menulis komentar komentar yang tidak baik , author juga tidak meminta kalian merasa iba pada peran utama . Jadi jika novel ini memberatkan kalian untuk membaca kalian biasa hapus novel author pada rak buku anda dan tidak perlu di lanjutkan membacanya .


Jadi author meminta maaf dengan sangat karna mengarang novel membuat dosa kalian bertambah . Saya sangat sangat minta maaf .


Sebenarnya tadi udah mau gak up untuk hari ini, tapi ada yang masih nunggu author coba lanjutkan .


terimakasih** .

__ADS_1


__ADS_2