
.
.
.
Hari ini adalah hari bersejarah untuk pasangan Leo Prawira Darmawan dan Bella Putri Hartadi.
Sesuai dengan keinginan Bella, gelaran pernikahan hanya terselenggara secara sederhana dan terlihat hanya di hadiri orang orang terdekat saja.
Pernikahan di lakukan di kediaman Bella, itu juga atas permintaan dari dokter muda itu.
Padahal untuk orang sekelas mereka, menggelar pesta di Hottel berbintang pun sudah pasti itu adalah urusan cincay.
Namun keadaan yang di alami saat ini , serta Bella yang keburu mengandung itu membuat dirinya tak memilih berselebrasi.
Cenderung Apatis.
Lagipula setelah ini, jika Leo masih bersikap tak sesuai ia ingin menempuh jalan perpisahan.
Setelah bayi mereka lahir tentunya.
Begitu pikirnya.
Tak ada yang tahu dengan isi hati Bella saat ini, ia menyembunyikan hal itu jauh di dalam relung hatinya.
Bella nampak cantik dengan balutan gaun putih simple, riasan yang sesuai dan make up yang begitu cocok, makin membuat tampilan dokter cantik itu bak bidadari.
Leo juga sudah terlihat mengenakan setelan Jas senada dengan gaun yang di kenakan Bella.
Terlihat tampan dan memukau.
Leo sampai terbengong-bengong begitu mendapati tampilan Bella yang tak biasa, hal yang selama ini tidak ia sadari. Lantaran selalu sibuk dengan pikirannya sendiri.
"Woy, bengong aja" ucap David menyenggol tubuh adiknya itu hingga terhuyung ke samping.
"Emmm maaf" ia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, merasa kikuk dan bo doh.
Setelah penghulu melakukan cek and ricek administrasi, ijab qobul akan siap di laksanakan.
Bella kini duduk di samping Leo, ia juga tak kalah gugupnya. Bagaimana bisa harusnya ia bahagia di hari pernikahan ini, namun karena ia tahu lelaki di sampingnya, yang beberapa detik kedepan sudah resmi akan menjadi suaminya itu belum mencintai dirinya.
Karena papa Bella sudah meninggal, wali nikah di wakilkan kepada pak Aditama selaku adik kandung papa Bella.
Mama Sofia terlihat duduk di belakang barisan mempelai, disampingnya juga sudah ada pak Edy bersama David.
Siap menyaksikan secara langsung, prosesi sakral anak anak mereka.
"Saya terima nikah dan kawinnya Bella Putri Hartadi binti Budi Hartadi almarhum dengan maskawin tersebut dibayar tunai"
Dengan sekali tarikan nafas, Leo lancar melantunkan ijab qabul itu.
"Bagaimana saksi? sah?"
"Saaaaaah" ucap semua yang ada disana, kompak dan mantap.
"Alhamdulilah" ucap semua anggota keluarga seraya mengusap kedua tangan ke wajah mereka, pertanda ucapan syukur sekaligus kelegaan atas kelancaran yang di berikan.
Mereka semua menengadahkan tangan, turut larut dalam doa doa yang dibacakan sesaat setelah ijab qabul lancar di ucapkan.
Meskipun acara tersebut di gelar secara sederhana, namun berlangsung secara khidmat dan penuh keharuan.
Mama Sofia terlihat menyusut sudut matanya yang berair, ia terharu anak satu satunya harus menggelar pernikahan dengan cara seperti ini.
Terlebih tanpa kehadiran suaminya.
__ADS_1
Namun jauh hal itu, ia teramat bahagia melihat putri semata wayangnya sudah resmi menjadi istri seorang Leo Darmawan.
Keinginan dari almarhum suaminya, akhirnya terwujud.
Sementara nafas lega juga terdengar dari pak Edy dan juga David, anak dan adiknya itu sudah resmi menjadi seorang suami.
Kini Leo dan Bella sudah resmi menjadi suami istri, terlihat mereka berdua secara bergantian membubuhkan tanda tangan di buku berwarna hijau dan merah berlogokan burung Garuda dengan warna gold itu.
Menandakan pernikahan mereka sah secara agama dan juga negara.
Tak banyak teman Bella yang hadir, hanya ada dokter Sarah dan juga para sepupu dari pihak dan mama dan almarhum papanya.
Sementara Pak Edy hanya mengajak David, Adrian dan beberapa keluarga jauh yang hubungan keluarganya masih terjalin.
Mereka terlihat memakan jamuan makan bersama, meskipun di gelar sederhana namun sajian yang terhidang jelas bukan kaleng kaleng.
.
.
Jelang siang kediaman Bella sudah agak sepi, menyisakan David dan Adrian yang tengah berbincang dengan paman Bella, juga pak Edy yang masih mengobrol dengan mama Sofia dan kerabatnya yang masih ada disana.
"Aku antar istirahat dulu, kamu terlihat capek Bel" ajak Leo, yang tak tega melihat istrinya itu.
Bella hanya mengangguk, kakinya sudah pegal sedari tadi mengenakan heels, juga rasa gerah karena gaun yang ia kenakan.
Menjadi ibu hamil benar benar membuat dirinya sering kegerahan meskipun rumah itu lengkap dengan Air Conditioner (AC).
"Ma Pa aku antar Bella masuk dulu, biar dia istirahat" pamit Leo kepada orang tua yang terlihat tengah mengobrol serius itu.
"Ya, mama barusan mau mengingatkan kamu. Ya sudah, kamu pergi dulu sana" ucap mama Sofia tersenyum.
Leo meraih pinggang istrinya itu, ia berusaha keras untuk melawan hatinya. Bagaimanapun juga Bella sudah menjadi istrinya.
Meski belum seratus persen perasaan cinta bisa ia implementasikan, setidaknya ia harus memulai bukan.
Bella yang mendapat perlakuan seperti itu, sontak saja berdesir seluruh tubuhnya.
Leo adalah pria dambaannya, namun saat ingatannya kembali jika Leo tidak mencintai dia, pernikahan ini hanya demi anak dalam perutnya.
Ia mencoba menetralisir getaran aneh di jiwanya itu.
ceklek
Suara pintu kamar terbuka, kamar dengan desain mewah itu nampak tidak ada hiasan untuk kamar pengantin, seperti kebanyakan pasangan yang baru saja menggelar pernikahan.
Nampak biasa seperti hari hari biasanya.
(credit foto from Facebook)
"Maaf aku menolak untuk menghias kamar, ku fikir kit...." ucapan Bella terjeda.
"Kamu sebaiknya istirahat" Leo memotong ucapan Bella, sebab ia sudah menangkap wajah sendu istrinya itu.
Ia bukan tidak tahu, jelas dialah penyebab semua keterasingan ini.
Harusnya dia bahagia, harusnya dia senang namun mengapa setelah menjadi istri dari Leo, ia justru merasa sedih begini.
"Tolong bantu aku" ucap Bella membelakangi Leo.
Leo mengernyitkan dahinya," maksudnya?"
"Aku tidak bisa membuka gaunku" ucap Bella datar.
__ADS_1
Leo menelan salivanya dua kali, saat ia menarik ujung resleting itu menuju bawah.
Membuat jakunnya naik turun.
Menampakan punggung putih mulus, yang seketika membuat tubuhnya berdesir dan meremang.
Namun saat Bella merasa resleting itu terbuka sempurna, ia segera membalikkan badannya.
"Terimakasih, aku mau mandi dulu"
Leo mengangguk canggung, kenapa dengan dirinya. Tiba tiba merasa gejolak itu tumbuh, ia lelaki normal bukan.
"Aku keluar dulu, kamu istirahat lah. Papa masih ada diluar" pamit Leo kepada Bella yang hanya di balas oleh anggukan, tanpa suara.
****
"Apa Bella merasa kelelahan?" tanya pak Edy kepada Leo.
"Sepertinya, dia memakai heels tadi, sekarang dia mau mandi dan beristirahat" jawab Leo.
"Leo, sekarang kamu sudah menjadi suami Bella. Tolong perlakukan Bella dengan sebaik-baiknya, tolong bahagiakan dia, mama ingin semua hal yang terjadi yang sudah terlewati biarlah terlewat. Sekarang Bella sudah menjadi tanggung jawabmu, tolong cintai dia dengan sepenuh hati"
Mama Sofia berkata sambil menunjukkan matanya yang berkaca-kaca, penuh harap dan ketulusan yang terpancar dari wajah wanita dengan sisa sisa kecantikan di usianya yang sudah tak muda itu.
"Kamu tinggal disini dulu, setelah itu kalian putuskan akan tinggal dimana? jangan terlalu memaksa Bella" ucap pak Edy menambahi.
Leo merasa terharu sekaligus hatinya terbeban dengan ucapan mama Sofia, ia hanya berharap semoga jalannya di mudahkan.
.
.
Mereka akhirnya berpamitan, sudah cukup lama juga mereka menghabiskan waktu dengan mengobrol.
"Papa pulang dulu, biarkan Bella istirahat. Sampaikan salam saja nanti"
"Kadonya jangan lupa di buka bro" ucap Adrian menepuk lengan kekar Leo.
"Baik baik disini, jangan macam macam. Aku turut bahagia Leo" ucap david memeluk tubuh adiknya.
"Terimakasih bang" Leo tersenyum.
****
Menjelang petang Bella baru bangun dari tidurnya, ia melihat Leo yang tengah melaksanakan shalat ashar.
ia melirik jam, ia ternyata tidur lebih dari 4 jam sejak tadi.
"Sudah bangun?" sapa Leo melipat sajadah, dan menyimpannya di nakas putih yang berada di kamar itu.
Bella canggung, kini ia harus berbagi kamar dengan orang lain, ya pria yang amat ia gandrungi selama ini.
"Maaf aku tertidur lama, papa sama bang David dimana?" kini ia memanggil David dengan sebutan yang biasa Leo ucapkan kepada kakaknya itu.
"Mereka sudah pulang, mereka titip salam sama kamu tadi"
"Maafkan aku Leo"ucap Bella.
"Kenapa harus minta maaf terus" ucap Leo.
"Aku minta maaf jika belum menjadi seperti yang kamu mau, aku akan berusaha. Karena kamu sekarang adalah istriku"
Leo menggenggam tangan lembut Bella, membuat mata Bella memanas karena terharu.
Ia masih mencerna kalimat yang di ucapkan Leo, merasa ada setitik rasa bahagia mendengar kalimat, " Karena kamu sekarang adalah istriku"
__ADS_1
Terimakasih untuk reader yang sudah memberikan like and comment 🙏