Nada Cinta Jessika

Nada Cinta Jessika
Bab 183. Pembalasan


__ADS_3

.


.


.


Jack


Kurang lebih tiga Minggu ini dia memenuhi panggilan tugas untuk ke Kota S. Menjadi anak buah di lingkup Darmawan Group membuat siapapun musti siap siaga untuk di tugaskan kemanapun.


Ia bahkan tak sempat untuk mencari wanita bernama Gendis itu, usai ia membuat wanita itu menangis karena perbuatannya tempo hari. Jack yang mendapat panggilan jika harus pergi ke kota S sore itu juga, membuat ia menunda niatnya untuk meminta maaf.


Leo yang tak bisa memerintah Adrian karena assistennya itu tengah gundah gulana lantaran tengah mendapat persolan hati dengan Vera. Meminta bantuan kepada Jack. Karena Victor jelas tak bisa di ganggu karena harus membantu David untuk urusan pembukaan sekolah TK.


Membuatnya harus menjadi trainer di salah satu pabrik minyak goreng cabang pembantu di pulau SM. Pagi ini ia pulang tanpa memberitahu Victor. Ia berdalih kepada dirinya sendiri agar ia bisa tidur dulu. Ia manusia biasa yang juga tak kuat menahan serangan kantuk yang mendesak.


Rumah besar itu terlihat sepi. Ia berniat meletakkan beberapa pakaian kotornya usai berdinas selama tiga pekan itu.


Sebenarnya besok lusa Leo bersama istrinya akan datang ke desa P. Namun Jack menolak untuk berbarengan bersama dengan adik dari bosnya itu. Ia lebih nyaman bila sendiri.


Ia yang sibuk membalas pesan teman-temannya dan setengah merasa mengantuk itu tak fokus dengan orang di depannya. Alhasil...


Bruak


Ponselnya terpelanting ke lantai, bersaman dengan suara seorang wanita yang turut terperanjat.


" Kamu lagi!!"


Dan demi apapun di dunia ini, Jack merasa tak percaya. Wanita yang menjadi alasannya ingin cepat pulang itu, kini berada di depan matanya.


Ya, Jack dihantui rasa bersalah tempo hari. Ia ingin meminta maaf sekaligus memberikan ganti rugi untuk Gendis.


" Kamu kok disini, ayo ku bantu!" Jack mengulurkan tangannya.


" Gak usah!!" Gendis menepis tangan pria dengan wajah kusut itu. Aura permusuhan yang tempo hari ia rasakan kini muncul lagi.


Jack menghela napas. Nampaknya wanita itu sulit di taklukkan.


.

__ADS_1


.


Gendis merasa sungguh sial. Ia pikir pria itu tak akan pulang hari ini. Mendadak ia merasa tak nyaman disana. Ia buru-buru memunguti pakaian yang tercecer di lantai. Sejurus kemudian ia berlalu dari hadapan Jack yang masih berwajah kusut itu.


Agaknya hari itu menjadi hari yang panjang buat Gendis. Bagiamana tidak, semua orang yang pergi tak kunjung kembali bahkan di menit sebelas lepas dari jam sebelas. Menandakan bila ia harus menyiapkan makan siang.


Dan pucuk dicinta ulampun tiba, Bik Darmi bersama Yu Sal datang tergopoh-gopoh.


" Aduh Ndis maaf yo telat. Wes ayo sekarang kita siapkan makan. Itu kamu tata lauk di meja. Nanti Bu Jessika keburu datang sama Tuan Edy!" degan panik Bik Darmi mencampakkan kantong belanjaan.


" Mak Darmi kenapa kok bisa terlambat?" tanya Gendis seraya mengambil piring besar di dalam lemari khusus.


" Gara-gara ketemu teman lawas Ndis. Keasikan ngobrol. Maklum saya kan jarang keluar!"


" Yu..itu nasinya pindahkan ke sini!" ucap Bik Darmi yang terlihat bingung karena tergesa-gesa.


Namun ketergesaan Bik Darmi nampaknya sia-sia. Yang menjadi alasan kegupuhannya rupanya tak pulang siang itu. Mereka makan diluar rupanya.


Bik saya gak pulang, maaf telat nginfo. Bik Darmi makan duluan saja sama Yu Sal sama Gendis.


Pesan itu masuk di ponsel pribadi milik bik Darmi. Sebagai kepala pelayan disana, tentu saja komunikasi yang terjalin dengan baik itu bukanlah sesuatu yang istimewa.


Dengan wajah memelas Bik Darmi menginformasikan kepada Gendis dan Yu Sal.


" Bik buatkan aku jahe hangat!" suara Jack tiba-tiba muncul dari belakang. Membuat kumpulan para pelayan itu terperanjat.


" Mas Jack kapan pulang?" Bik Darmi dan Yu Sal menunduk hormat kepada Jack.


Cih, kenapa dia begitu di hormati disini!


" Pssttt Gendis, tundukkan kepalamu!" ucap Yu Sal memberitahu karena Gendis malah menatap pria itu dengan tatapan tajam.


Sejurus kemudian Gendis turut menundukkan kepalanya. Membuat Jack tersenyum licik.


" Dia pelayan baru bik?" bukannya menjawab pertanyaan Bik Darmi, Jack malah sengaja balik bertanya.


" I-iya Mas!" ucap Bik Darmi.


" Kalau begitu suruh dia yang buatkan. Segala sesuatu yang baru musti di coba bukan?" ucap Jack lalu melenggang pergi.

__ADS_1


Apa, dasar sialan. Pasti dia sengaja balas dendam kepadaku!


" Buruan Ndis, mas Jack itu lebih kaku kalau lagi marah ketimbang bos David?!" bisik yu Sal yang lebih tahu dulu sifat Jack.


Gendis sengaja berlama-lama saat mengupas kulit tipis jahe merah itu. Ia bernegatif thinking kepada Jack. Ia membakar sebentar jahe merah itu sebelum menyeduhnya dengan madu dan air hangat.


" Pasti tenggorokan pria itu kena azab karena tukang berkata kasar!" ucap Gendis sebal dengan sendirinya saat ia tengah mengaduk seduhan jahe itu sebanyak tiga puluh tiga kali adukan.


" Siapa yang kena azab?" Jack bersidekap seraya memiringkan tubuhnya dengan bertumpu pada bibir dinding konektor dapur itu.


Gendis yang tertangkap basah sebisa mungkin bersikap B aja. Tiba-tiba ide gila muncul dalam otaknya.


" Hey apa kau tul...!"


" Nih, minum selagi hangat!" Gendis menyerahkan segelas jumbo minuman hangat itu kepada Jack dengan wajah tidak ikhlas.


" Mau kemana kau?" ucap Jack saat Gendis hendak melangkah keluar.


" Aku dibayar bukan untuk mengobrol denganmu!!" ketus Gendis.


" Akan ku adukan karena kau bersikap tak sopan dengan anggota keluarga disini!" Jack menyeringai licik.


" Adukan saja. Aku tidak takut!" Gendis melenggang tanpa permisi.


" Benar- benar lain dari yang lain!" Ucap Jack seraya tersenyum menatap punggung Gendis yang terlihat menghilang di balik tembok.


Sejurus kemudian ia menyeruput minuman hangat itu. Ia merasa terkena radikal bebas saat perjalanan menuju Kabupaten B.


" Breeetttt kurang ajar. Apa dia tak memberi gula dalam minuman ini? panas sekali dan tidak manis!!!"


Jack menyemburkan minuman itu usai ia cicipi. Sementara Gendis tertawa puas usai berhasil mengerjai Jack yang mulutnya pasti kini terasa terbakar itu.


" Rasain lo mulut combe!!!"


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2