Nada Cinta Jessika

Nada Cinta Jessika
Bab 66. Leo yang Panik


__ADS_3

.


.


.


Hari berganti hari, minggu berganti minggu dan bulan berganti bulan. Jessika masih menjadi waiters disana namun tiap malam Minggu ia diminta untuk mengisi acara live musik disana.


Citra juga sudah kembali menjadi singer pasca insiden yang menimpanya, popularitas nya kini menjadi makin tergeser lantaran para customer yang hadir disana lebih menyukai performance Jessika.


Hal itu dimanfaatkan Karin untuk menghasut Citra, ia akan memanfaatkan Citra untuk membalaskan dendam ya pada Jessika.


Sakit hatinya itu belum juga terbalaskan, ia makin benci pada Jessika karena Bryan saat ini lebih sering melibatkan Jessika dalam event apapun.


"Mbak citra kenapa bisa kalah sama anak kampung itu, dia emang pandai menjilat mbak, sepertinya dia sengaja mendekati bos" ucap Karin pada Citra yang tengah berada di toilet.


"Maksudmu?" tanya Citra yang tersulut emosi mendengar kata mendekati bos, karena Bryan lah alasan Citra mau bekerja disana, Citra menyukai Bryan sejak dulu.


"Mbak citra gak nyadar apa, jika schedule mbak citra beberapa waktu belakangan ini agak berkurang. Bahkan Jessika sudah lebih sering di tampilkan dari pada mbak Citra.


Hasutan bak Sengkuni itu sukses membuat Citra meradang, memang semua hal yang dibicarakan Karin itu sangat relevan dengan yang ia alami beberapa waktu ini.


"Apa kau mau membantuku" tanya Citra.


Karin hanya membalas dengan senyuman, mereka lantas merencanakan sesuatu untuk Jessika.


*****


Hari itu Jessika masuk seorang diri, Vera hari ini libur. Vera hanya mengantarkan Jessika saja ke cafe itu, setelahnya ia kembali ke kost.


Setalah meletakkan tasnya di loker karyawan, ia lantas mengambil peralatan untuk membersihkan meja dan melakukan segala persiapan sebelum cafe itu di buka.


Setelah cafe itu di buka beberapa karyawan lain kembali ke belakang, Jessika masih terlihat menata kursi dan meja yang ia rasa masih kurang rapi.


"Braaaaak" suara meja yang di gebrak.


Jessika terperanjat tatkala melihat Citra yang menggebrak meja di hadapannya dan terlihat menahan amarahnya.

__ADS_1


"Mbak citra, ada apa ini mbak" ucap Jessika yang masih kaget.


"Gak usah basa basi lu makin ngelunjak ya, perlahan lu mau nyingkirin gue ya" ucap Citra.


"Apa maksud mbak Citra, menyingkirkan apa maksudnya" ucap Jessika bingung.


"Alah Lu itu gak usah sok polos, gue tau tujuan Lo. Lo sengaja ngambil hati bos Bryan biar dia suka sama elo kan, dasar ******" ucap Citra dengan nada marahnya.


Jessika yang dikatai ****** jelas tidak terima, jiwa survival yang melekat dalam dirinya seolah bangkit, Jessika maju selangkah kehadapan Citra.


"Mbak citra hati hati kalau bicara mbak, jangan ngawur. Mbak Citra kalau ngomong pakai dasar mbak" ucap Jessika menatap Citra lekat.


Plaaaaaakkkk


Citra menampar pipi Jessika, Karin bahkan kaget karena ini diluar rencana mereka. Mereka berencana untuk menggertak Jessika, namun tak disangka Jessika tidak selemah yang mereka pikirkan.


Citra tersulut emosi karena Jessika berani menjawab dirinya, ia lantas menampar dengan keras pipi Jessika.


Jessika langsung mendorong tubuh Citra hingga jatuh, Citra yang tidak terima itu langsung emosinya memuncak.


Sungguh itu diluar rencana mereka berdua, citra yang sudah dikuasi emosi tidak bisa berfikir jernih.


"Astaga mbak citra" ucap Karin yang panik karena melihat darah yang banyak dari perut Jessika, seketika mereka berdua panik.


Citra yang menyadari perbuatannya menjadi panik, ia menjatuhkan pisau yang ia gunakan untuk melukai Jessika, ia memegangi kepalanya frustasi.


Hari itu David, Leo, Adrian dan juga Tomy kebetulan ada di cafe milik Bryan. Mereka datang karena akan makan disana.


Namun naas, saat masuk keempat pria tampan itu melihat hal yang sungguh membuat mereka semua kaget dan panik.


"Jessika!!!!" Leo berteriak dan langsung berlari menuju ke arah Jessika yang sudah bersimbah darah.


Citra yang melihat ada orang yang mendekat ke arah mereka , langsung lari dan hendak kabur, namun dengan cepat Adrian mencekal lengan wanita itu.


"Jesika bangun Jes" ucap Leo yang menepuk pipi Jessika yang sudah tidak sadarkan diri.


Secepat kilat ia membopong tubuh Jessika, dengan setengah berlari ia berupaya membawa tubuh yang terluka itu menuju rumah sakit.

__ADS_1


"Tomy antar kan aku kerumah sakit terdekat" ucap Leo sambil membopong tubuh Jessika, wajah Leo sudah terlihat cemas dan panik.


Tomy lantas berlari dan membukakan pintu, Tomy dan Leo membawa Jessika kerumah sakit yang terdekat, kebetulan rumah Sakit itu milik keluarga Bella.


David terpaku melihat itu, bahkan ia juga heran yang melihat Leo se panik itu, ia bahkan terlihat begitu mencemaskan Jessika.


tanpa sadar handphone milik Leo terjatuh dan seketika di ambil oleh David.


Mendengar keributan disana, banyak sekali karyawan yang berhamburan ke depan, melihat apa yang terjadi disana.


Bu Maya bersama karyawan yang sudah hadir saat itu kaget melihat darah yang tercecer di lantai mengkilat itu, bahkan ia juga melihat Adrian yang memegangi tangan Citra dengan keadaan yang kacau.


Karin seketika gemetaran lantaran takut, sungguh kejadian ini diluar kendali. Itu juga bukan bagian rencananya.


"Ada yang bisa menjelaskan kepadaku, ada apa ini" David berucap dengan suaranya yang mengerikan.


"Apa yang kau lakukan kepada wanitaku?" tanya David pada Citra, membuat Citra membulatkan matanya.


"Wanitaku, apa maksud tuan David" ia berbicara dalam hatinya.


"Adrian urus wanita itu, pastikan dia mendapatkan bagiannya" titah David membuat semua yang disana bergidik ngeri, bahkan Adrian pun sudah lama tidak melihat bosnya itu se marah ini.


Bryan yang sudah mendapat kabar jika ada insiden penusukan di dalam cafenya itu, segera meluncur ke TKP.


David kali ini membawa mobilnya sendiri, ia begitu cemas dengan Jessika. Tangannya mengetuk -ngetuk kemudi, rahangnya terlihat mengeras.


Menandakan bahwa David kini tengah gelisah, apalagi ia juga melihat reaksi Leo yang sungguh membuat dirinya bertanya tanya.


Apa yang membuat adiknya bisa se cemas itu, bahkan dengan cepat Leo mencoba menyelamatkan Jessika tanpa peduli dengan yang lainnya.


"Apa kau bertengkar lagi, dasar wanita bodoh. Ini yang selalu aku takutkan jika kau terlalu meladeni orang" David bergumam.


Ia berkata begitu karena tahu bahwa Jessika bukanlah tipe orang yang hanya diam apabila di tindas.


David menghubungi Tomy, dan menanyakan keberadaan mereka saat ini. Setelah mengetahui keberadaan mereka, ia memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi, menuju Rumah sakit tempat dimana Jessika di bawa.


Tinggalkan jejak dengan beri like and comment 🙏

__ADS_1


__ADS_2