
.
.
.
Bayi mungil itu terlihat di bersihkan, suster tersebut dengan lihai membungkus tubuh bayi Jessika usai memotong tali pusar bayi itu.
"Sebentar Bu ya...!" ucap dokter wanita itu, seraya membawa jarum yang mirip seperti sebuah pancing. Membuat David ngeri.
"Dok , itu untuk apa?" tanya David usai membenarkan letak baringan istrinya.
Dokter itu tersenyum," Bu Jessika mengeluarkan bayi anda yang sebesar itu Pak. Kalau tidak saya rapatkan lagi, takutnya saya akan anda tuntut karena membuat semuanya menjadi runyam" dokter itu terkekeh.
David masih melongo, wajahnya memerah mendengar kelakar sang dokter.
" Mas aku haus!" ucap Jessika. Membuat David segera mengambil air yang di letakkan di nakas samping ranjang mereka. Dan secara tak langsung , membuat kelakar sarat hal tabu itu, teralihkan.
"Sebentar ya Bu" dokter itu lekas menusuk pinggiran daging kewanitaan Jessika, yang di sobek untuk menambah jalan lahir.
"Aaaaaaa" Jessika berteriak kecil.
David langsung terlonjak. Matanya membulat begitu ia melihat benda kesayangannya tengah di tusuk dan di jahit dengan senar. David meringis, tak bisa lagi membayangkan seperti apa rasanya.
Perjuangan seorang wanita untuk anak dan suaminya memang luar biasa. David menjadi merinding seketika.
.
.
Pak Edy masih mondar mandir kayak setrikaan. Ia terlihat cemas, menanti cucu kedua dari anak pertamanya itu.
"Jack kau sudah hubungi Tomy?" tanya pak Edy pada lelaki muda bermata sutup, yang tengah sigap berdiri itu.
"Sudah tuan, mereka sedang bersiap untuk menuju kemari!" tukas Jack.
Sementara di tempat lain...
Eka dan Tomy tengah larut dalam ciuman panas. Suaminya yang baru touch down dari luar kota itu, sukses membuat dirinya tak bisa menahan rindu.
Mereka berada di dalam toilet luar rumah sakit . Tomy sengaja memindahkan tulisan Toilet sedang dalam perbaikan itu, ke depan pintu toilet yang mereka gunakan.
Benar- benar licik.
Singkat cerita, Eka menolak untuk di ajak pulang, membuat Tomy menyeringai licik saat istrinya itu pamit untuk ke toilet. Setelah pamit kepada Pak Edy, ia berdalih juga akan membuang isi kemihnya.
Namun saat berada di toilet...
Mulut mereka sampai berdecak karena ciuman itu berlangsung lama. Kerjaan David untuk membuat Tomy extended benar-benar sukses, membuat mereka mengerti arti dari sebuah kerinduan, serta kebersamaan sebagai sepasang suami istri.
Tomy melahap seluruh bagian bibir istrinya, tangan kekar Tomy menekan tengkuk Eka, sementara tangan sebelahnya lagi menekan pinggang wanita itu. Eka meletakkan kedua tangannya, di depan dada bidang Tomy.
Mereka saling melu*mat dengan rakus, definisi dari meluapkan kerinduan.
Hebatnya, mereka bisa meredam suara. Dan beruntungnya, pengunjung toilet itu sedang sepi. Ciuman panas mereka membuat Tomy menuntut lebih.
__ADS_1
"Sayang, aku kangen banget sama kamu!" Tomy berbicara dengan suara parau dan tatapan sendu.
Eka tak tega melihat Tomy, tapi tentu tak mungkin mereka melakukan hal itu di toilet. Tomy mengarahkan tangan Eka , menuju benda penting miliknya yang sudah tegak paripurna sedari tadi. Mata Eka mendelik, saat tangannya memegang rudal asia milik suaminya, yang rupanya sudah ready untuk melakukan serangan.
Suaminya ternyata minta pelepasan saat itu juga. Eka merasa iba.
"Aku berjanji tidak akan lama kali ini!" bisik Tomy.
Eka kemudian membuka pengait celana suaminya, ia hanya ingin melayani suaminya yang sudah kepalang tanggung itu. Ia tentu mengerti yang dirasakan suaminya.
Tomy bagai mengerti apa yang akan di lakukan istrinya. Ia menempelkan tubuhnya ke dinding kamar mandi itu. Ia tak menyangka istrinya menservis dirinya begitu baik. Eka menunduk tepat di depan letak benda penting Tomy.
Eka melahap aset berharga milik Tomy dengan tanpa ragu, Tomy bahkan dibuat merem melek oleh hisapan Eka. Tak menyangka, jika istrinya sangat atraktif di dunia bicara sekaligus dalam urusan pemuasan hasrat.
Tomy dibuat melayang oleh gerakan maju mundur bibir Istrinya, sampai dalam tempo yang lama Eka mengantarkan suaminya itu menuju puncak tertinggi dari kenikmatan tak kenal tempat itu.
"Ahhhhhhh!" Tomy mengerang lega, ia benar-benar beruntung memiliki Eka. Yang handal di lini manapun.
"Jangan minta Doble, bibiku pegel sekarang. Nanti aja kalau kita udah balik, sekarang kita temui Jessika. Aku gak sabar pingin gendong keponakan aku!" Eka mengecup bibir Tomy sekilas, saat suaminya itu membetulkan resletingnya.
Tomy terkekeh," Makasih sayang!" harus Tomy akui, Eka begitu pandai berimprovisasi dalam urusan kewajibannya dalam melayani dirinya.
"Bersihkan dulu itu!" Eka menunjuk cairan mirip Fla, yang tercecer di lantai itu.
"Oh astaga, kalian pasti bibit unggul yang harus terbuang!" ucap Tomy seraya memandang muram, cairan kental yang berasal dari dalam dirinya itu. Sejurus kemudian ia menyemprot pasukan calon orok itu.
.
.
"Terimakasih banyak dok. Saya sudah bisa masuk?" tanya pak Edy tak sabar.
"Bisa Tuan, silahkan!"
Pak Edy masuk kedalam ruangan itu dengan perasaan haru dan sangat berbahagia. Ia melihat Jessika yang tengah menggendong cucunya. Jack menatap seraya tersenyum, ia turut merasakan aura bahagia itu.
"Itu Opa, halo opa!" Jessika memperdagangkan suaranya ,laksana suara bayi.
Pak Edy merasakan kebahagiaan yang tak terkira. " Selamat David, kamu sudah jadi papa nak!" pak Edy memeluk seraya menepuk pundak David penuh kebanggaan.
"Makasih Pa, akhirnya anak aku bisa makek nama Darmawan di belakang namanya nanti!" jawab David.
"Dia mirip kamu Vid, hidungnya, bibirnya!" ucap pak Edy , memandang takjub bayi mungil di pangkuan Jessika.
"Tentu saja, itu adalah hasil dari bibit terkuat ku. Dia akan menjadi anak yang kuat pa!" David tersenyum.
"Akhirnya ada juga yang menyandang nama Darmawan Pa!" ucap David senang, mengingat anak Leo berjenis kelamin perempuan.
"Ya, kamu benar!" sahut Pak Edy.
"Asiku belum lancar Pa, jadi masih di bantu sufor barusan. Kata dokter itu hal biasa!" Jessika yang masih awam akan hal ini, mengutarakan semua itu kepada papa mertuanya.
Ia teramat bahagia dengan pemberian Tuhan kali ini.
Setelah mengalami keguguran , juga belum segera di beri pengganti dalam waktu yang lama, membuat Ia merasa anaknya ini teramat berharga untuk dirinya.
__ADS_1
Terimakasih Tuhan, terimakasih buat segalanya. Engkau beri semua keindahan tepat pad waktu. Jalanmu, memnag tak pernah bisa kami selami, namun berkahmu selalu tersedia buat kami, orang-orang yang mau bersabar.
Ungkapan dari hati itu, secara tulus ia ucapkan untuk sang khalik. Ia begitu merasa bersyukur.
"Pa, Eka mana?" tanya Jessika kemudian.
"Katanya tadi ke toilet, tapi gak tau kok belum balik. Tadi di Tomy nyusul dia!" jawab pak Edy biasa saja.
David mencibir, " Dasar, gak tahan amat dia. Bener- bener itu anak!, pasti dia lagi enak-enak itu" batin David.
Sejurus kemudian," Mana keponakanku!!" Eka terlihat membuka pintu itu dengan membawa suasana kaget. Seperti biasa, Eka selalu heboh dimana pun dia berada. Di belakangnya terlihat Tomy yang mengekor, pria itu terlihat lebih gelap saat ini. Entah apa yang ia lakukan di luar kota selama ini.
Eka menghambur ke arah Jessika, yang masih mengenakan seragam rumah sakit lengkap. " Astaga di tampan sekali Bu Bos!" mata Eka berbinar.
David memasang wajah sombong. Dan tentu saja, sok cool.
"Pipinya, bibirnya astaga..." Eka manyun.
"Kenapa?" tanya Jessika penasaran.
"Kenapa kau harus menjadi photo copy papamu sih!!" gerutu Eka.
Semua disana tertawa renyah, akibat Eka yang berkelakar.
"Dari mana aja, katanya ke toilet kok lama?" tanya pak Edy kepada Tomy.
Tomy yang mendapat pertanyaan itu seketika mendelik, ingatannya kembali kepada servis panas yang diberikan istrinya secara eksklusif beberapa menit yang lalu.
"Emmmm..." ucapan Tomy menggantung.
Eka menjadi belingsatan, " kami..."
Ucapan mereka terinterupsi olek kedatangan suster.
"Maaf Bu, saya pindahkan dulu ya, Bu Jessika biar istirahat dulu setelah ini." ucap suster ramah.
Usai suster itu menutup pintu kembali, Eka cepat-cepat menanyakan topik lain, sebelum ia di berondong pertanyaan yang sama.
"Siapa namanya Bu bos?" tanya Eka.
"Deo Alfa Darmawan"
Yang berarti anak paling utama, yang paling terang yang memberikan kebahagiaan dan kehormatan.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Novel ini adalah novel bertajuk Adult Romance Novel, jadi jika ceritanya ada yang membuat anda kurang nyaman, bisa skip aja ya.