Nada Cinta Jessika

Nada Cinta Jessika
Bab 122. Saaaaaaaah!!!!


__ADS_3

.


.


.


Akhirnya hari yang di nanti nantikan semua orang telah tiba, kurun waktu dua Minggu adalah rentang waktu yang cukup bagi semua tim sukses, tim sibuk kedua belah pihak.


Jessika menolak untuk di ajak menikah di kota, tentu saja alasannya adalah neneknya.


Sedari kecil ia hanya tinggal bersama neneknya, ia ingin momentum sakral ini bisa di saksikan langsung oleh keluarganya disini.


Keluarga Pak Edy pun sama sekali tidak keberatan, bahkan semua biaya di tanggung oleh keluarga David.


Sebelumnya Jessika juga sudah menyempatkan diri untuk berkunjung ke makam kedua orangtuanya, meminta restu meski hanya di pusara kering Ayah Ibunya.


Ia yakin, mendiang kedua orangtuanya saat ini pasti juga ikut bahagia disana.


Akad nikah di langsungkan di rumah sederhana yang sudah menjadi saksi hidup kehidupan sulitnya itu, hanya saja kini sudah di hiasi dengan aksesoris dari paket pesta pernikahan, penyedia jasa WO ( wedding organizer).


Sengaja di sewa David, Wo terbaik yang ada di kabupaten itu tentunya.


Namun resepsi pernikahan akan dilakukan di hotel besar Kabupaten itu.


Para tamu dan kolega dari keluarga Darmawan akan hadir di acara resepsi, yang akan berlangsung esok tanggal 09-08-20xx.


Jessika menolak untuk berselebrasi yang terlalu berlebih-lebihan, dengan dalih tak mau memberatkan calon suaminya itu.


Padahal, biaya menikah yang seperti itu sama sekali bukan menjadi ancaman bagi David.


Alhasil acara itu di bagi menjadi dua, Akad di lakukan di rumah Jessika.


Dan untuk resepsi akan di gelar di hotel terbaik di Kabupaten itu.


Segala persiapan yang melibatkan banyak pihak juga sudah dilakukan.


Mereka masih mengusung konsep tradisional, Gelaran acara itu juga makin meriah dengan akan di selenggarakan hiburan berupa kesenian daerah.


Tentu aja Adrian lah yang paling senang dengan hal ini😁.


Tomy dan juga Adrian mengakomodir para tamu dari kota, mulai dari menyiapkan tiket pesawat Carter, kebetulan di kabupaten itu baru saja diresmikan bandara perintis untuk jenis pesawat narrow body.


Dengan maskapai rintisan berplat merah, juga maskapai swasta yang sudah mereka booking untuk para tamu.


Menyediakan kamar kamar hotel untuk menginap, benar benar definisi sultan.


Jessika di dandani dengan riasan Jawa, benar benar terlihat cantik dan manglingi.


(


__ADS_1


( Credit foto from google, contoh riasan)


Menggunakan Paes solo yang sarat akan makna, lekukan yang lebih runcing, yang berada di sisi gajahan disebut pengapit. Ini diibaratkan sebagai pengendali gajahan agar dapat berjalan lurus ke depan sehingga nggak ada rintangan berat dalam menjalani kehidupan pernikahan.


Di samping pengapit ada lekukan lebih kecil yang disebut penitis. Ini melambangkan kalau segala sesuatu harus memiliki tujuan dan efektif, seperti dalam membuat anggaran rumah tangga.


Lekukan yang menyerupai cambang ini disebut godheg. Ini melambangkan harapan agar kedua mempelai dapat bertindak secara bijaksana dan selalu introspeksi diri.


Sanggul bentuk bokor mengkurep dengan ditutup rajutan melati. Sanggulnya ini bermakna harapan agar perempuan bisa mandiri dan bersyukur atas anugerah Sang Pencipta.


Cunduk mentul, ini adalah hiasan yang digunakan di atas kepala pengantin wanita. Ini melambangkan harapan agar kehidupan pernikahan selalu disinari oleh matahari. Jumlah yang dipasangan bisa berapa saja selama dalam angka ganjil. Kalau Kahiyang, ia memasang 9 cundhuk mentul, yang berarti melambangkan wali songo.(®)


David juga terlihat sudah datang, ia juga sama mengenakan pakaian senada dengan Jessika.



( credit foto from google, ini hanya contoh saja ya readers agar memudahkan visualisasi)


Semua tamu sudah hadir, Adrian, Vera, mama Sofi, Bryan , Bu Maya, Andhika juga terlihat hadir disana, meski dengan wajah nestapa😁.


Keluarga David juga sudah duduk rapi di bawah terop berwarna putih, Pak Edy bersama Leo dan Bella.


Bahkan para pekerja kebun itu semuanya hadir tanpa terkecuali, pak Sis juga terlihat hadir bersama Bu Santi.


Juga masyarakat tetangga dan sanak saudara jauh juga sudah hadir disana.


Tak ketinggalan Bapak Kepala desa dan tokoh tokoh desa juga turut hadir.


Juga si Slamet yang mengenakan baju batik kuning, sangat kontras dengan warna kulitnya, terlihat sudah bersiaga.


Wali di pasrahkan kepada wali hakim, karena dari pihak ayah Jessika tidak ada yang mewakili.


Lek Soleh adalah paman dari pihak ibu, tentu saja tidak relevan apabila menjadi wali Jessika.


Setelah semua administrasi di crossceck dan lengkap, semua bersiap untuk menyaksikan momen sakral ini.


Para fotografer dan juga yang bertugas untuk di daulat menjadi pengambil gambar lain juga sudah bersiap.


Jessika yang duduk di samping David juga tak kalah nervous," beginikah rasanya jadi pengantin" batinnya berbicara.


David juga sangat grogi," Tenang, bismillah sekali tarikan nafas bisa" ucap pak Edy memberikan semangat


Mbok yah tak henti hentinya menitikan air mata, akhirnya cucunya akan segera mengakhiri masa lajangnya.


Ia di dampingi Arin dan juga Eka, sementara Jack dan juga Victor menjadi koordinator pengamanan di sekitar area rumah Jessika.


Tentu saja dengan mengerahkan seluruh pasukan yang di komandani oleh Tomy.


"Baik siap" ucap penghulu menjabat tangan David.


David mengangguk mantap.

__ADS_1


"Bismillahirrahmanirrahim"


"David Syailendra Darmawan saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan seorang gadis yang sudah di pasrah walikan kepada saya, Jessika Maheswari binti Edy Baskoro almarhum dengan maskawin seperangkat alat shalat dan emas seberat 1000 gram di bayar tunai" penghulu tersebut menghentakkan tangan David seolah memberi tanda untuk segera menjawab.


"Saya terima nikah dan kawinnya Jessika Maheswari binti Edy Baskoro almarhum dengan maskawin yang tersebut dibayar tunai"


Sekali tarikan nafas David mengucapkan kalimat penuh makna itu.


"Bagaimana saksi?"


"Saaaaaaaah"


"Alhamdulilah" ucap semua orang mengusap wajah mereka menggunakan kedua tangan, sebagai tanda ucapan syukuran.


Penghulu lantas memimpin doa doa setelah ijab Qabul.


Allahumma inni as aluka khoyrohaa wa khoyro maa jabaltahaa alaih. Wa a'udzubika min syarri haa wa min syarri maa jabaltahaa alaih.


Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepadaMu kebaikannya dan kebaikan yang Engkau ciptakan atasnya dan aku berlindung kepadaMu dari kejelekan atas yang Engkau ciptakan." (HR Abu Dawud, Ibnu Majah).(®)


Semua orang menengadahkan tangannya sambil turut larut dalam bacaan doa doa, terlihat beberapa orang yang menangis haru karena kebahagiaan.


Jessika mencium tangan pria yang sudah menjadi suami sah nya itu.


Kemudian David mencium kening istrinya.


Kilatan jepretan kamera silih berganti menghiasi tempat itu.


Membuat semua orang terfokus kepada mereka berdua.


David dan Jessika secara bergantian membubuhkan tanda tangan di buku berwarna hijau dan merah bata, dengan lambang burung Garuda.


Sebagi bukti sah bahwa mereka adalah sepasang suami istri.


.


.


.


.


Hay semua, gimana udah lega belum si Jessika dan jadi nyonya David tu😁😁.


Tinggal nunggu malam pertama nih, kayak apa ya nanti.


Terimakasih banyak yang sudah setia di novelku.


Semoga readers sehat selalu ya.


Bagi vote buat author yuk, biar author makin semangat up.

__ADS_1


Keterangan:


® : Info dilansir dari google( Wollipop.co.id), termasuk doa doa dan arti dari riasan penganten.


__ADS_2