Nada Cinta Jessika

Nada Cinta Jessika
Bab 58. Perintah si Bos


__ADS_3

.


.


.


David tersenyum senyum sendiri sambil memegangi bibirnya, ia sendiri juga tidak paham mengapa dirinya reflek melakukan hal itu.


Sungguh wanita itu sangat polos dan tidak berpengalaman dalam berciuman, David bergumam dalam hatinya.


Ia lantas berjalan dan kembali ke ruangan, dimana Adrian, Aldy dan Bastian masih ada disana.


"Maaf membuat kalian menunggu" David berucap sambil menarik kursinya lalu duduk.


"Tidak apa apa mari kita lanjutkan makan tuan" ucap Aldi.


Bryan tentu saja merasa bersalah pada tamu VIP nya itu, ia lantas bergegas menuju VIP room untuk menemui para pembesar itu.


"Selamat siang tuan Al..." ucapan Bryan menggantung karena ia tak hanya melihat Aldi yang berada disana, namun ia juga kaget melihat sosok yang ia kenal, yakni orang nomer satu di Darmawan Group saat ini dan juga kakak dari teman baiknya.


"Selamat siang tuan Aldi, dan tuan David" ucap Bryan bergantian sambil menjabat tangan mereka, tak lupa ia juga menyalami kedua assisten mereka yang juga berada disana.


David memperhatikan pria yang menjadi owner cafe itu, sepertinya dia tidak asing.


"Sungguh saya sangat menyesal atas kejadian tadi, saya mohon maaf atas kecerobohan pegawai kami. Sebagai permohonan maaf kami, silahkan anda nikmati sajian dari kami ini dengan free" ucap Bryan meminta maaf.


"Sudahlah tidak apa apa, lain kali jika pegawai baru tolong jangan di berikan tugas yang berat berat" ucap Aldi menimpali.


"Baik tuan, sekali lagi saya mohon maaf" ucap Bryan lali memohon untuk undur diri.


Mereka lalu melanjutkan obrolan mereka setelah makan siang, membicarakan mengenai kerjasama antar perusahaan.


****


"Benar benar kurang ajar!" Jessika berbicara pada dirinya sendiri, ia begitu geram kala mengingat kembali perlakuan David padanya tadi.


"Siapa yang kau bilang kurang ajar" Karin memasuki ruangan istirahat khusus karyawan, yang kebetulan di dalamnya hanya ada Jessika.


"Bukan siapa siapa mbak" jawab Jessika santai.


"Lo seneng kan gue di hukum" ucap Karin sambil menatap tajam Jessika, dengan raut tak suka.


"Mbak Karin, saya juga tidak tahu jika piringnya akan jatuh, saya minta maaf" ucap Jessika memohon maaf.


"Alah awas Lo ya, gue balas Lo lain kali" Karin mengancam dengan nada tidak terima, lalu segera pergi meninggalkan Jessika di ruangan itu sendiri, karena ia mendapat skorsing dari Bryan.


Jessika sungguh merasa bingung, ia bahkan merasa tidak melakukan kesalahan pada Karin langsung, tapi mengapa sedari awal ia sudah terlihat tidak menyukai Jessika.


****


David yang sudah terlihat selesai makan siang bersama Aldi, berjabat tangan dengan rekan bisnisnya itu.


"Terimakasih tuan untuk makan siangnya, sampai jumpa lain hari" ucap David sambil menjabat tangan Aldi.


Kemudian mereka turun ke lantai satu, untuk kembali ke perusahaan mereka masing-masing.

__ADS_1


Saat melewati meja meja pelanggan di lantai satu, ia melihat Jessika yang tengah sibuk membereskan dan membersihkan meja di sana.


David kasihan melihat wanita itu, sungguh ia berbeda dengan wanita wanita yang pernah hadir dalam hidupnya. Wanita itu sangat apa adanya, dan bahkan berhasil membuat David selalu memikirkannya.


"Adrian, sepertinya kau sering seringlah mengagendakan kita untuk pertemuan di tempat ini" ucapnya pada asistennya itu, sambil berjalan.


Adrian hanya geleng-geleng kepala, ia sudah menebak pasti karena Jessika ada disini. Ia sungguh heran, jika suka kenapa tidak langsung saja, kenapa harus membuatnya menjadi rumit.


****


Leo yang masih berbaring di kasur kamarnya itu merasa bosan, ia membuka ponsel miliknya dan melihat beberapa story' yang di post oleh teman temannya di WhatsApp.


Ia melihat story milik Bryan, disana tertulis " Gara gara karyawan baru, nyaris nasib di ujung tanduk oleh CEO Darmawan Group"


Ia kemudian membalas stori itu lewat chat pribadi,


Leo : What's up bro! apa Abang gue berselancar kesana.


Bryan : Yoi, tadi Barbara Group yang booking tempat, ga taunya Abang elu yang jadi rekan bisnis dia.😛


Leo : Udah dapat pengganti bro karyawan lu.


Bryan : Udah dia cantik bro, dari desa dia ga tega mau gue omelin tadi dia.


Leo : Jangan galak galak sama anak buah 😁


Bryan hanya membaca dan tidak membalas, membuat Leo melangkahkan kakinya untuk turun.


"Bik bik Asih" panggil Leo kepada ART dirumahnya itu.


"Bik buatin saya rolade ya, bawain ke kamar nanti" ucap Leo.


"Baik den, den Leo masih tidak enak badan? saya panggilkan dokter Dion ya den" ucap bik Asih menawarkan.


"Ga perlu bik" ucap Leo menolak.


Ia lantas memasuki kamarnya kembali, pikirannya menerawang andai mamanya masih hidup pasti disaat dia sakit seperti ini, akan ada yang merawatnya


Tiba tiba dari balik pintu terdengar suara orang mengetuk pintu," den Leo " ucap bik Asih.


"Ya bik masuk aja" jawab Leo.


"Den maaf, ada beberapa bahan yang tidak ada. Den Leo tunggu sebentar ya saya akan belanja dulu" bik asih berucap.


"Gak usah bik, biar aku telpon temenku aja biar dibawain sama dia" tolak Leo.


Akhirnya Leo menghubungi Bryan melalui panggilan telepon untuk mengantarkan rolade yang enak, buatan resto milik Bryan.


Padahal Leo juga memiliki restoran sendiri, tapi entah mengapa ia ingin sekali memakan rolade yang ada di resto milik temannya itu.


****


"Jess lu di panggil bos suruh ke ruangannya" ucap nindi yang juga menjadi pelayan di cafe itu.


"Lagi? ada apa ya Nin" Jessika bertanya dengan bingung

__ADS_1


"Aku ga tau, tapi mending kamu cepet kesana deh, solanya tadi kamu kan habis membuat kesalahan. Semoga tidak ada apa apa ya" ucap Nindi.


Jessika lalu bergegas menuju ruangan bosnya, hatinya bertanya tanya kenapa ia di panggil lagi? apa kali ini dia akan di hukum lagi.


TOk Tok Tok


"Masuk aja" ucap Bryan.


"Permisi bos" ucap Jessika seraya membuka pintu setelah mendapat ijin untuk masuk .


"Jes, aku minta tolong sama kamu tolong kamu antar makanan ke alamat ini" ucap Bryan sambil menyodorkan sebuah alamat.


"Tapi saya belum waktunya Off bos" ucap Jessika.


"Kamu tahu gak aku ini siapa, aku yang nyuruh kamu artinya aku ngijinin kamu buat Off dulu. Kamu antar makanan itu sekalian kamu pulang, tapi harus kamu yang nganter ke orangnya langsung. Jangan sampai kamu titipin, kalau ada pembantunya bilang kamu harus menemui sahabat saya, bilang dari tuan Bryan" ucap Bryan menjelaskan.


"Baik bos, saya akan berangkat sekarang juga" balas Jessika.


****


"Apa? emang bos itu aneh aneh aja" ucap Vera yang kaget ,saat tahu jika Jessika disuruh untuk mengantarkan makanan ke rumah pelanggan.


" Mungkin ini hukuman untukku Ver" jawab Jessika.


"Kita kan gak terima DO, ada ada aja deh. Kamu kan belum hafal daerah sini juga Jes" tambahnya.


"Aku naik apa Ver kesana, aku takut nyasar" ucap Jessika.


"Gini aja aku kamu pesen taksi online aja Jes, sini aku ajarin" Vera lantas memberitahu cara menggunakan aplikasi online untuk moda transportasi itu.


Jessika sangat cekatan dan mudah untuk paham, ia lantas memesan sebuah taksi online untuk menuju ke alamat ya di berikan Bryan.


"Aku berangkat dulu ya Ver" ucap Jessika setelah mengambil makanan itu di pantry. Dan pastinya semua pekerja disana sudah tahu jika itu atas perintah Bryan.


"Hati hati, kalau ada apa apa telepon" jawab Vera.


Jessika sudah melihat taksi yang ia pesan tadi sudah standby di parkiran Bryan's Caffe and resto.


"Mas ke alamat ini ya" ucap Jessika kepada driver sambil menyerahkan kertas bertuliskan sebuah alamat, karena ia sendiri juga tidak tahu. Ia hanya mempercayakan semua itu pada driver yang ia sendiri juga tidak mengenalnya.


Driver itupun hanya mengangguk sambil berbicara dalam hatinya, itu adalah kawasan perumahan Elite.


"Mas, bisa nggak AC nya di matikan aja" Jessika berucap sambil menutup hidungnya.


"Kenapa mbak" jawab driver itu sambil melihat Jessika dari kaca depan, ia melihat jika Jessika seperti hendak mabuk kendaraan.


"Saya pusing sama mual mas, kalau bisa buka jendelanya ya" Jessika berkata pelan.


Driver itupun langsung menekan tombol indikator untuk membuka jendela, ia merasa bahwa penumpangnya kali ini sungguh kampungan.


Setelah melalui perjuangan, dan hampir saja Jessika memuntahkan semua isi perutnya karena mual. Ia sampai di sebuah rumah besar dan mewah.


**to bee continue


Please like and comment** 🙏

__ADS_1


__ADS_2