Nada Cinta Jessika

Nada Cinta Jessika
Bab 28. Bertemu Manusia Aneh


__ADS_3

.


.


.


Eka yang mendengar kata Teripang itu mengernyitkan dahinya " memangnya kamu dari mana? terus apa mbok yah masak teripang juga?".


Jessika tentu saja bingung harus menjawab apa, tidak mungkin dia mengatakan jika ia baru saja mengalami kejadian menggelikan itu.


"Ah udahlah, kamu baru pulang dari pasar? mana si Arin?


"Itu lagi nurunin barang di depan"


Jessika berusaha untuk biasa saja setelah bertemu Eka, padahal ia masih sedikit deg - degan akibat kejadian tadi.


"Mudah mudahan tuan cabul itu tidak mengatakannya pada siapapun, bisa malu aku" Jessika berbicara dalam hati.


Eka lantas membawa ikan ikan yang baru saja di belinya itu ke tempat mbok Yah berada, "mbok ini gimana?" tanyanya sambil memperlihatkan ikan dalam kantong besar yang ia bawa.


"Nduk kalau gitu kamu bersihkan sekalian ya, itu ada orang di belakang kamu minta tolong aja buat bantuin kamu, mbok yah mau bikin bumbu buat bakar ikannya nanti" ucap mbok yah memberitahu.


Mbok yah yang melihat Jessika baru muncul bersama dengan Eka, akhirnya berbicara padanya " kamu kemana aja, katanya shalat kok baru kembali nduk".


"emmm itu Wek emmm tadi aku dimintai tolong orang orang disana buat bersihin tempat" jawabnya gugup karena dia berbohong.


"Ya udah habis ini kamu tolong bantuin Mak wek disini, nanti habis selesai ini kita pulang dulu"


Akhirnya Eka pergi menuju belakang untuk membersihkan ikan, sementara Jessika bersama neneknya di dapur itu untuk menyelesaikan beberapa masakan yang di persiapkan nanti.


Sudah menjadi hal umum apabila di desa menyelenggarakan acara besar, kegiatan masak memasaknya dilakukan hampir sehari.


*****


Tomy dan Adrian sudah terlihat lebih segar setelah mereka mandi dan berganti pakaian, mereka berdua lalu keluar hendak melihat ada kesibukan apa dirumah itu.


"Loh kalian kapan sampai, kenapa tidak mengabari" ucap Leo yang melihat mereka berdua keluar dari pintu kamar.


"Apa David tidak mengabarimu?, kami berdua diminta untuk ikut bersamanya kemari" jawab adrian.


"Apa kabar bos? sepertinya kau terlihat lebih gelap" ucap Tomy pada Bos nya itu sambil saling bersalaman ala anak milenial. 😃


"Seperti yang kalian lihat, kalian berdua apa kabar? Bang David dimana? " ucap Leo.


"Mungkin dia tidur di kamar nya , sepertinya dia lelah kau sudah tahu kan apa yang terjadi antara kakakmu dengan wanita murahan itu?" jawab Adrian.


"Aku berterimakasih pada kalian berdua, sudah menjaga Bang David" ucap Leo sambil menepuk bahu kedua pria tampan di depannya itu.


"Ayolah, bukankan untuk itu kami di gaji" jawab Adrian terkiki geli.

__ADS_1


Tomy mengedarkan pandangannya, ia merasa kesibukan masih terjadi di tempat ini.


"Sebenarnya ada acara apa bos, kenapa banyak sekali orang di rumahmu? tanya Tomy pada bosnya.


"Papa membuat acara tasyakuran nanti malam, sekalian ngumpulin para pekerja di sawahnya papa"


"Mengapa tidak menyewa tempat saja dan menyuruh orang untuk mempersiapkan semuanya Leo, kenapa harus susah susah begini?" tanya Adrian.


"Kau pikir ini di kota, justru tujuan papa melibatkan semua pegawainya agar guyub rukun , papa bilang biar makin terjalin kekeluargaan yang baik antar pegawai dan bos mereka"


Mereka berdua akhirnya tahu, akhirnya mereka bertiga berjalan menuju halaman belakang rumah tempat dimana banyak kesibukan terpampang disana.


"Aku ingin melihat lihat sebentar Tom, kau terserahlah mau pergi kemana. Jangan bersamaku terus biar gak dikira homo sana hus hus" ucap Adrian sambil mengibaskan tangannya bak mengusir ayam.


Leo terkikik geli mendengar ucapan ucapan Adrian, memang benar sedari tadi mereka pasti berdua bagaimana tidak berdua Lawong tidurnya aja sekamar. 😂


"Kalian berdua tidak akan tersesat hanya kerena berkeliling rumah ini tenang saja, aku mau ke depan dulu ya, tadi aku lupa memberitahu mandor ku untuk mengundang ustadz di desa ini untuk memimpin doa nanti malam" ucap Leo panjang memberitahu.


Akhirnya mereka bertiga berpisah, Tomy yang mempunyai sifat dingin dan irit bicara itu sebenarnya tidak terlalu suka jika membuang waktunya untuk urusan yang tidak jelas, bahkan ia sekarang bingung harus melakukan apa.


Akhirnya dia berjalan saja mengikuti langkah kaki yang tak tentu arah itu, sampai akhirnya dia penasaran dengan bangunan di belakang yang terlihat banyak ditumbuhi berbagai jenis tanaman hias.


****


Eka sungguh kesal, dari sekian banyak orang itu mengapa tidak ada yang bisa membantunya untuk membersihkan ikan itu.


"Huh..tega sekali mereka, aku yang sudah membelinya terus aku juga gitu yang baru memebersihkannya, seorang diri?" Eka berbicara sambil menunjuk pada dirinya sendiri.


Tomy tidak tahu jika di sebelah rak yang di isi berbagai jenis tanaman hias dan bunga yang tersusun rapi itu, ada seorang gadis yang tengah mengomel karena kesal.


Tomy meneruskan langkahnya sedikit maju, dan yang terjadi.....


"Whhhheeeeesssssuuuuuussssss pleeetaaakk" bunyi ember plastik yang terbang dan mengenai wajah Tomy.


Ia langsung menoleh ke asal benda itu sewaktu melayang tadi, ia begitu geram siapa yang berani berbuat itu kepadanya.


Rupanya itu adalah ember yang dibawa Eka dengan tujuan sebagai tempat ikan yang akan dia bersihkan itu, namun karena kekesalannya sudah memuncak ia melampiaskannya dengan menendang ember itu sehingga melayang dan mendarat tepat di wajah Tomy.


Tomy yang mendapati ada seorang wanita di samping rak bunga itu, mengeram kesal. Sudah pasti wanita itu yang melakukannya.


"Apa kau sudah bosan hidup hem? " suara bariton itu mengagetkan Eka yang tengah memulai membersihkan sisik ikan itu.


Seketika ia mendongakkan kepalanya pada sumber suara itu, Eka begitu terperanjat saat melihat Tomy membawa ember yang baru saja dia tendang itu.


"Jangan jangan ember itu mengenai orang itu lagi, aduh gimana dong ini" batin Eka sedikit cemas.


"Mak maksud tuan apa, mmm bukan aku tuan, a aku tidak tahu itu ember milik siapa? jawab Eka yang gugup karena dia takut, apalagi wajah pria di depannya itu tidak ramah sama sekali.


"Jadi benda ini bisa terbang sendiri? baiklah kalau kau tidak mau mengaku, aku akan beritahu pada tuan Edy jika kau berniat mencelakai orang dengan ember ini" ucap Tomy yang membuat Eka terkejut.

__ADS_1


"Apa , mana ada orang celaka karena ember. Kau memang pria aneh datang datang langsung marah marah padaku tidak jelas"


Tomy yang mendengar dirinya disebut pria aneh segera mendatangi wanita dengan emosi.


"Jangan mendekat, atau ku...... " Eka berbicara sambil mengangkat seekor ikan seperti hendak memukulkannya kepada Tomy.


Namun Tomy yang tak bergeming terus saja maju dan semakin dekat dengan tempat Eka berdiri.


"Baiklah baiklah aku mengaku aku yang melempar ember itu" ucap Eka yang sukses membuat Tomy menghentikan langkahnya.


Senyum penuh kemenangan terbit di sudut bibir Tomy, "kerja yang benar! " ucapnya seraya mengembalikan ember itu kepada Eka dan di terima dengan salah satu tangannya, karena tangan yang lain masih memegang seekor ikan.


Tomy kemudian berbalik dan melangkahkan kakinya untuk kembali masuk kerumah, namun dia mendengar Eka yang menggerutu kepadanya,


"Pergilah, huft! semua orang sama tidak ada yang kasihan kepadaku. Ikan sebanyak bisa bisa selesai besok subuh kalau ku kerjakan sendiri" ia menggerutu sambil melemparkan ikan ditangannya itu.


Tomy yang masih mendengar perkataan Eka saat dia berjalan seketika menghentikan langkahnya, kini ia tahu apa yang membuat wanita itu sebal sampai melempar ember ke sembarang tempat.


Kemudian ia berbalik dan langsung mengambil pisau di dekat Eka dan tanpa bicara sedikitpun ia mulai membersihkan ikan ikan itu.


Eka yang melihat Tomy membantunya hanya diam terpaku, mematung dan belum bisa mendapat jawaban kenapa manusia yang baru saja menakutkannya itu kini membantunya.


"Em tuan, apa anda baik baik saja" Eka bertanya sambil sesekali menoleh kesamping Tomy, namun yang di tanya tak bergeming sedikitpun. Ia terus melakukan aktivitasnya tanpa bersuara.


"CK kok ada orang kayak gini, benar benar aneh" Eka berdecak karena manusia di sampingnya itu sudah sama dengan batu.


Setelah 30 menit akhirnya mereka selesai membersihkan semua ikan itu, Tomy melakukan pekerjaannya dengan begitu cekatan dan terlihat piawai dalam melakukannya.


Dan tentu saja Tomy melakukannya dengan mode diam, dan tak bergeming.


"Sudah selesai, aku pergi" ucap Tomy memecahkan keheningan.


Eka menatap kepergian Tomy kemudian ia berdiri" Tuan" panggil Eka sedikit ragu


Tomy menghentikan langkahnya dan menoleh tanpa menjawab.


"Terimakasih sudah membantuku" ucap Eka dengan senyuman.


Tomy hanya diam dan tak menjawab, bahkan ia langsung pergi meninggalkan Eka yang masih berdiri.


"Astagfirullah kok ada yang orang kayak gitu, apa jangan jangan dia bukan orang? benar benar tidak umum, lahir dari apa manusia kayak gitu? ngomongnya ngirit banget, wajahnya gak ramah sama sekali, haiiksssshhhh kenapa juga aku jadi kayak wong edan ngomong sendiri"


Eka tiba tiba senyum sendiri, meskipun pria aneh itu sedikit menakutkan tapi jika bukan karena bantuannya, ia tidak akan menyelesaikan tugasnya itu dengan cepat.


.


.


.

__ADS_1


Please like comment ya makasih 🙏**


__ADS_2