Nada Cinta Jessika

Nada Cinta Jessika
Bab 140. Pencarian Tomy part 3


__ADS_3

.


.


.


"Bagaimana?" tanya Mayang kepada tiga orang yang terlihat bernafas dengan tersengal.


"Gawat!!" dia sudah mendapat bala bantuan" ucap salah seorang, dengan nafas memburu.


"Kami melihat pria datar itu di bantu oleh dua orang, satu wanita dan satu pria".


"Siapa mereka" ucap Mayang, yang merasa keheranan.


"Kita kembali dulu" ucap Mayang, mengajak semua anggotanya untuk kembali ke markas mereka.


Nampaknya mereka akan menghadapi musuh-musuhnya saat ini juga.


.


.


"Apa!" seorang pria yang masih memakai penutup wajah itu, terlihat menggebrak meja.


Meluapkan kekecewaannya.


"Baiklah, sepertinya memang ini saatnya!" ucapnya dengan penuh amarah.


"Panggil semua anggota, bawa persenjataan!!"


"Kita serang mereka, jangan sampai lolos!"


"Kepung mereka dari segala arah!!"


"Baik tuan!"


Ucap mereka semua mengangguk.


***


David dan Leo segera menuju tempat dimana Jack dan Vera menemukan mereka.


"Adrian, aku butuh satu mobil. Minta Victor untuk menuju kemari"


"Baik, tunggulah" jawab Adrian melalui sambungan Earpiece.


"Tomy, Tomy!!" David menepuk pipi asistennya itu.


Namun sia sia.


"Sial!" ucap David dengan wajah panik.


"Kita butuh team medis!" Vera berucap, tak kalah panik.


"Sebaiknya kita tunggu Victor!" ucap Leo.


Mereka menunggu kedatangan Victor, dengan meletakkan tubuh Tomy di bawah pohon nyiur.


Selang beberapa menit, terlihat Victor bersama dua anak buahnya sampai disana.


"Batu aku!" David memberikan perubahan kepada Jack dan Leo, untuk memapah tubuh Tomy.


"Astaga, berat juga dia!" Gerutu Leo, yang tak mengira bila tubuh mantan asistennya itu begitu berbobot.


Mereka berniat membawa Tomy ke Rumah Sakit , meskipun mereka juga belum tahu jauh dekatnya letak Rumah Sakit tersebut.


Victor bersama Leo di depan, sementara Jack menjadi bantal untuk kepala Tomy, dan David berada di sebelahnya.


Sementara Vera berada di tempat belakang.


Namun di perjalanan,


"Hey!!, bisakah kalian berikan aku makan!" Tomy rupanya tak benar benar pingsan, ia hanya begitu lapar.


"Apa?" koor semua yang berada di dalam mobil itu, Vera nampak dengan saksama memperhatikan Tomy yang tertidur di kursi baris kedua.

__ADS_1


Terang saja semua yang disana, membelalakkan matanya.


"Jadi kau tak benar-benar pingsan?" tanya Leo, sambil menoleh kebelakang, dengan wajah kesal.


Membuat Victor menahan tawanya.


"Tentu saja tidak tuan, aku hanya begitu lapar?" ia berbicara dengan suara lemah, sembari tertidur di pangkuan Jack.


"Oh astaga bos, kau baru saja membuatku spot jantung!" tukas Jack.


Membuat David memutar bola matanya malas, sejurus kemudian," Dug" David memukul kaki Tomy yang berada di pangkuannya.


"Ini tidak lucu Tom!" ucap David, karena kesal merasa dirinya kena prank.


"Auwww astaga Tuan, kalau yang ini benar benar sakit!" Tomy merintih kesakitan, pasalnya betisnya memang tengah terluka.


Membuat Jack panik," astaga Bos!, ini benar benar terluka!"


****


Entah mengapa, setelah mendapat info bila Tomy tengah diculik, hati Jessika menjadi resah.


Resah kepada semuanya, hatinya memang masih diliputi oleh amarah kepada suaminya.


Ia dan suaminya telah memulai sesuatu, yang tidak tahu kapan akan berakhir.


Namun, berita penculikan Tomy jelas menerangkan bila ada kejadian besar yang tengah membahayakan suaminya.


Apalagi, suaminya tengah memimpin pencarian assistennya itu.


Pukul 00.10


Lek Soleh hendak menuju salah satu kamar di rumah almarhumah Mbok Yah, berniat mengistirahatkan tubuhnya yang penat. Setelah seharian terkuras emosi juga tenaganya.


"Loh, kenapa belum tidur?" Lek Soleh melihat Jessika yang masih terduduk di tepi ranjang.


"Bisa kah Paklek tanyakan tentang kabar mereka?"


.


.


.


Setelah salah satu anggota mereka dengan susah payah, mencari makanan untuk Tomy.


Di jam hampir dini hari tentu saja sulit untuk mendapatkan makanan, mungkin mereka tadi membeli dari warga, yang berada lumayan jauh dari tempat mereka berada saat ini.


Berkilo-kilo meter jauhnya.


Terdengar deru mobil, yang berhenti di tempat mereka tengah beristirahat. Mereka adalah, pak Edy dan Adrian.


Karena raungan bunyi perut Tomy, yang sama sekali tak bisa diajak bekerjasama di situasi genting, mereka akhirnya memberhentikan mobil di tempat lapang sembari meminta Victor untuk mengecek luka di kaki Tomy.


"Hey!, kenapa malah makan?" ucap Adrian, yang berjalan ke arah mereka.


Adrian tentu saja tak terima, melihat Tomy tengah di suapi oleh kekasihnya.


"Sini!, biar aku saja" Adrian langsung menyambar makanan, yang tengah di pegang oleh Vera.


Lagi lagi Jack, dan Leo memutar bila matanya malas, melihat keposesifan Adrian.


Sementara Vera, hanya diam mematung. Tak mengerti jalan pikiran kekasihnya.


"Ayo aaaaa" ucap Adrian, menyodorkan sendok berisikan nasi dan temannya, namun dalam ukuran jumbo.


Membuat Tomy, kesulitan mengunyah.


"Kau mau membuatku mati!!" kali ini Tomy sampai kesulitan menelan makanan dalam mulutnya.


"Kenapa?, itu sudah ukuran standar untuk manusia kaku macam kamu!" Adrian sengaja mengerjai Tomy, ia heran disaat genting bisa bisanya rekannya itu meminta makan.


Mereka semua masih menyimak percakapan antara Tomy dan Adrian.


"Bagiamana Victor?" tanya David kepada anak buahnya itu, yang tengah membersihkan luka Tomy.

__ADS_1


"Sudah lebih baik Tuan, saya sudah membalut lukanya"


"Bagus!"


Peralatan kesehatan adalah hal mandatori, yang musti di bawa selain persenjataan lengkap.


"Apa yang sebenarnya terjadi Tom?" Pak Edy kini mengintrogasi Tomy, di sela-sela kegiatan memamah biaknya.


"Saya tidak tahu siapa ketua mereka Tuan, tapi wanita sialan itu turut bergabung bersama mereka!"


"Siapa yang kamu maksud?" tanya Leo.


"Wanita yang di pekerjaan Nona Jessika, untuk mejadi ART dirumah Tuan David!" terang Tomy.


"Mayang?" tebak Jack.


"Benar!!"


"Kalau begitu, sebenarnya sasarannya bukanlah anda bos. Tapi Tuan David!"


Victor menjawab, membuat semua orang disana menatapnya.


"Mayang sengaja membuat Tuan David dan Nona Jessika bertengkar hebat, dengan menjebak tuan David!"


Membuat semua yang disana mengangguk-angguk, membenarkan ucapan Victor.


"Memangnya apa yang terjadi?" Tomy tentu saja tidak mengerti kejadian besar apa, yang telah menimpa bos-nya itu.


David akhirnya bercerita, tentang dirinya yang selepas minum bersama Robert, masih bersama Tomy dalam satu mobil.


Kemudian ia terkantuk, lantas tidur di mobil. Namun yang membuat dia terkejut bukan main, saat bangun dirinya tengah berada di ranjang kamarnya. Dan Mayang yang tidur di sebelahnya tanpa mengenakan sehelai benangpun.


Bahkan kemarahan istrinya, yang melihat mereka. Hal yang paling membuat David geram.


"Benar, saat anda tertidur ada enam orang yang menghadang mobil kita Tuan" ucap Tomy.


"Merek bertiga memegangi saya, dan tiga orang lagi membuka pintu belakang. Salah satu dari mereka menyuntikkan sesuatu kepada anda!" Tomy berusaha menjelaskan, agar bis menarik benang kusut yabg tercipta.


"Benar benar terorganisir!" ucap Pak Edy.


"Bisa jadi itu adalah obat, yang membuat Anda tak sadarkan diri untuk waktu yang lumayan lama Tuan" ucap Tomy.


"Lalu, setelah itu apa yang terjadi?" tanya Leo yang masih penasaran.


"Setelah itu saya tidak ingat Tuan, kami kalah jumlah. Saat saya terbangun , kaki dan tangan saya sudah terikat"


"Aaaaaaa" Adrian masih gencar menjadi pemberi suapan, dan di terima baik oleh Tomy.


"Lalu kenapa kamu bisa kabur?" kali ini Vera nampak ingin tahu.


"Aku berusaha melepaskan borgol ketika mereka sedang tidak ada, namun aku masih pura-pura tetap dalam mode tertahan"


"Sampai ketua mereka datang, dan berusaha ingin menyiksaku lagi. Kusikat saja mereka!"


"Sudah aku duga, sejak awal aku memang tidak yakin dengan wanita itu!" David berucap dengan nada geram.


"Mereka ada banyak!"


"Ketua dari mereka adalah orang yang mungkin kita kenal, suaranya begitu familiar di telingaku" Tomy berucap penuh keyakinan.


"Aaaaaa" lagi lagi Adrian memberikan suapan kepada Tomy.


Dan tentu saja, di sambut dengan Tomy yang membuka mulutnya lebar-lebar, lantaran besarnya ukuran suapan.


Namun belum selesai Tomy menelan suapan demi suapan yang di berikan oleh Adrian, mereka di berondong oleh tembakan.


Dor dor dor!


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2