
.
.
.
Tomy yang melihat Eka makan dengan lahap hanya melongo sambil memperhatikan wanita itu menyikat habis menu yang ada di depannya, pasalnya Eka sudah menghabiskan 2 porsi mi ayam dengan toping bakso dan ceker double juga dengan 2 gelas minuman yang sudah ia pesan.
"Eeeeeekkkkk" Eka bersendawa sambil mengucapkan alhamdulilah dan mengelap mulutnya yang berminyak
"Ih benar benar kau ini, bukan orang kurasa kau ini" ucap Tomy yang heran dengan wanita di depannya ini, ia bahkan tidak jaim seperti kebanyakan wanita wanita diluar sana, iya sangat apa adanya dan juga sangat bar bar.
"Kenapa, ini kan rejeki jarang jarang aku makan enak di tempat gaul kayak gini tau" ucapnya seraya mencomot dimsum di mangkuk Tomy.
"Kau masih belum kenyang juga, ish dasar rakus" ucap Tomy yang tidak terima makanannya di ambil Eka.
"Kau makan lama sekali, kupikir kau tidak mau jadi ku ambil saja" ucapnya sambil mengunyah dimsum.
Tomy hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, ia sangat tidak habis pikir dengan wanita di depannya ini.
"Eh tuan, kenapa Den Leo bisa suka sama Jessika ya. Dia kan tampan, kaya, baik lagi gak kayak kakaknya itu tampan tapi sombong" ucap Eka kembali sambil memakan kerupuk.
"Nona jessika cantik, dia juga baik dan ramah tentu saja banyak orang yang suka padanya" ucap Tomy datar.
"Aku juga cantik, tapi tidak ada yang menyukaiku" jawabnya sambil menyeruput es di gelasnya.
"Hahahaha kau cantik dari mana, wanita rakus, wanita bar bar" ucapnya sambil terpingkal-pingkal.
Eka yang merasa di ledek Tomy hanya memanyunkan bibirnya.
****
"Tolong kamu terima ini, anggap saja ini kenang kenangan dariku" ucap Leo sambil menyerahkan sebuah kotak persegi panjang dan tebal.
"Apa ini mas" tanya Jessika bingung.
"Buka saja" ucap Leo.
Jessika lantas membuka bungkusan berwarna merah maroon itu, ia sangat terkejut ketika mengetahui isinya adalah sebuah handphone keluaran terbaru.
"Handphone siapa ini mas?" Jessika bertanya dengan segala kebingungannya.
__ADS_1
"Aku tahu kau menginginkan benda ini, untung saja kapan hari tanpa sengaja aku me dengar kedua sahabatmu itu berbincang saat kau baru saja tampil di panggung dan kau belum kembali , mereka bilang gajimu bulan ini ingin kau belikan HP" ucap Leo panjang.
"Astaga bisa bisanya mereka membicarakan hal itu, tapi sungguh mas aku akan membeli sendiri nanti saat sudah gajian, mas Leo tidak perlu repot repot seperti ini" jawab Jessika dengan sengkan.
"Kau sudah menolakku, jadi tolong jangan menolak hadiah dariku. Anggap saja ini hadiah karena mau sudah mampu memikat hatiku selama ini, please Jessika terimalah" ucap Leo sedikit memaksa.
Merasa tak enak hati karena telah menolak cintanya, akhirnya Jessika menerima benda pipih dengan harga mahal itu.
"Terimakasih mas Leo, saya tidak tahu dengan cara apa saya membalas kebaikan mas Leo" ucap Jessika menatap lekat Leo.
"Dengan menjadi karyawan yang baik untuk papaku dan usaha papaku" ucap Leo sambil mengurai rambut Jessika.
"Kita berteman?" tanya Jessika mengangkat kelingkingnya sebagai tanda akan meminta persetujuan menjadi teman Leo.
"Berteman" Leo juga menautkan jarinya sebagai tanda menerima permintaan pertemanan dari Jessika.
"Disini sudah ada nomerku, jangan pernah di ganti nama yang sudah aku beri disana ya" ucap Leo.
"Memang apa namanya" tanya jessika.
"Nanti kau juga akan tahu" jawab Leo.
****
"Kau ini merepotkan sekali, sudah kenyang tidur pula kau sekarang" Tomy menggerutu karena Eka mulai menaruh kepalanya di meja hendak tidur.
Tomy segera menelpon Leo,
Leo : halo Tom
Tomy : bos ,apa kau sudah selesai?
Leo : ia ini aku akan segera turun, kau dimana?
Tomy : aku di cafe bawah di meja 14.
Leo : oke tunggu aku disana.
Tut
Suara telepon yang dimatikan, Tomy menatap Eka yang benar benar tertidur diatas meja itu.
__ADS_1
"Benar benar seperti kerbau, setelah kenyang makan, tidur dia" gerutu Tomy yang melihat Eka sungguh apa adanya.
Leo dan Jessika turun sudah bergegas untuk turun ke lantai satu tempt dimana Tomy dan Eka ada disana, Leo sudah memberitahu Jessika jika Tomy dan Eka sebenarnya tidak ada apa apa, mereka hanya membantu Leo untuk bisa berbicara berdua dengannya.
Setelah sampai dibawah Jessika terkejut melihat Eka yang sudah tertidur pulas, itu terjadi karena seharian ini ia sudah berpanas-panas di sawah, dan biasanya jam segitu ia sudah tidur.
"Astaga kasian sekali dia, pasti dia lelah karena menunggu kita mas, dan dia belum sempat makan tadi" ucap Jessika yang melihat Eka tertidur.
"Bukan nona, justru ia tertidur karena sudah menghabiskan dua porsi mi ayam jumbo" ucap Tomy.
"Astaga benarkah? benar benar ini si Eka" ucap Jessika.
Tomy memanggil Jessika dengan sebutan nona karena ia memanggilnya secara formal, panggilan kepada wanita yang baru ia kenal untuk menghormati wanita itu.
Eka sangat susah di bangunkan, sehingga mau tidak mau Tomy membopong wanita itu hingga kedalam mobil.
"Merepotkan sekali, sepertinya kau harus memberitahunya untuk diet nona, dia berat sekali" Tomy menggerutu pada Jessika.
Jessika hanya tersenyum sambil tersenyum senyum melihat Eka yang di bopong oleh asisten dingin itu.
Leo tak lupa mengabadikan momen itu dalam video di ponsel pintarnya tanpa ada yang tahu.
Akhirnya mereka berempat pulang dengan posisi duduk seperti saat mereka berangkat tadi.
Jessika hanya diam, ia mulai merasa pusing karena mencium aroma mobil itu. Namun Jessika masih menahannya, Leo juga membuka kembali kaca mobilnya agar Jessika tidak terlalu pusing.
Sementara itu di kursi belakang, Eka terlihat tidur lelap dengan bersandarkan bahu kokoh Tomy.
"Wanita ini benar benar, kau yang punya acara kenapa jadi aku yang kesusahan seperti ini bos, benar benar sial!" Tomy mengumpat dalam hatinya.
Tomy memacu mobilnya dengan kecepatan sedang, sambil larut dalam pikirannya sendiri " Anda malam ini kau tidak menolakku Jes, aku akan jadi pria paling bahagia di dunia ini".
Leo masih mengharap suatu suatu saat nanti, Jessika mau membuka hati untuknya.
Leo juga tidak tahu jika David sudah mulai menaruh rasa pada gadis desa itu, gadis yang memberikan nada yang berbeda bagi pria sekelas David.
Mereka terbiasa dengan wanita wanita sexy diluar sana, tapi rasanya sangat berbeda jika dekat dengan Jessika, penuh ketenangan dan entah mengapa Tuhan menitipkan rasa itu dalam hati mereka.
Tidak masalah hari ini aku gagal, seiring berjalannya waktu semoga aku bisa bersamamu Jes, Leo bermonolog dalam hatinya
Please like and comment 🙏
__ADS_1