Nada Cinta Jessika

Nada Cinta Jessika
Bab 25. Aksi Tomy dan Adrian


__ADS_3

Mohon maaf jika masih banyak kesalahan tanda baca, kedepannya Author akan mencoba memperbaiki pelan pelan.


harap maklum, because this is my first novel🙏


.


.


.


"Namanya Alex Ferdinan, dia memiliki usaha restoran ,club', karaoke, dan juga beberapa tempat hiburan malam di kota ini" ucap Adrian pada David sambil menyerahkan dokumen berisi informasi tentang Alex.


Saat David memberi perintah pada Adrian tempo hari untuk menyelidiki siapa laki laki yang berselingkuh dengan Sherly, Adrian Segeran menghubungi Tomy untuk membantunya menjalankan tugas dari Bosnya itu.


Dan dengan mudah mereka berhasil menghimpun info tentang Alex, pria yang menjadi orang ketiga antara David dan Sherly.


David terlihat membuka lembaran demi lembaran kertas berisikan informasi pria sialan itu, di sana juga ada beberapa foto saat Sherly sedang bertemu dengan Alex dan terlihat mabuk.


"Beri dia sedikit pelajaran, supaya dia tahu dengan siapa dia berhadapan sekarang" titah David pada Adrian.


"Dan putuskan saja kerja sama kita dengan tempat usahanya itu, buat dia bangkrut" ucap David menambahi.


Jangan ditanya mereka dapat foto itu dari mana, dengan kekuatan uang mereka bisa melakukan apapun.


"Seperti yang anda inginkan tuan David" jawab Adrian dan kemudian ia bergegas pergi untuk menjalankan perintah David.


Dalam perjalanan menuju parkiran mobil di perusahaan David dia berinisiatif mengajak Tomy, pria dingin yang tidak diragukan lagi kemahirannya dalam hal hajar menghajar orang itu.


"Halo Tom, temui gue di restoran XXX bawa pasukan Lo" ucap Adrian pada Tomy melalui sambungan telepon.


Saat itu juga Adrian memacu kuda besinya menunju restoran milik Alex sambil tersenyum penuh arti.


"Sepertinya ini akan menyenangkan" dia bermonolog sembari memegang kemudi.


Setelah menempuh waktu 30 menit Adrian sudah sampai di restoran milik Alex, selang beberapa menit mobil Tomy pun juga sudah sampai bersama para pasukannya.


"Sory gue telat"ucap Tomy pada Adrian.


"Gue juga baru sampai" balas Adrian.

__ADS_1


"Ayo kita bersenang-senang" ucap Tomy kemudian.


Mereka bergegas masuk kedalam restoran itu langkah mereka terhenti saat seorang resepsionis menyapa mereka.


"Selamat siang tu....."ucapan wanita menggantung karena Tomy langsung menyahut.


"Kami ingin bertemu Alex"ucap Tomy memotong perkataan wanita itu dengan tatapan dinginnya.


Alex yang kebetulan memantau CCTV dari ruang pribadinya di lantai dua restoran miliknya terkejut karena dalam monitornya ia melihat banyak orang berpakaian serba hitam.


"Siapa mereka aku belum pernah bertemu mereka" guman Alex.


Belum selesai dia bergumam telepon bersambung di meja kebesarannya itu berdering.


kring kring


"Halo ada apa An?" tanya Alex pada Ana resepsionis nya itu.


"Tuan a ada seseorang yang ingin bertemu anda" ucap ana gagap.


Belum selesai menyelesaikan ucapannya benda berkabel itu di sahut oleh Adrian.


Ana gemetaran dan ketakutan dibuatnya.


Bahkan para pengunjung restoran yang mendengar suara Adrian itu turut menoleh dan saling berbisik.


Alex yang mendapat perkataan tidak sopan dari Adrian sangat emosi dan langsung bergegas turun.


Saat Alex sudah berada dibawah kemudian ia membuka suara " ada perlu apa kalian kesini aku tidak pernah punya urusan dengan kalian" ucap Alex dengan nada sombong.


"Anda memang tidak memiliki urusan dengan kami, tapi anda memiliki urusan dengan tuan kami"ucap Tomy dengan datar sambil menunjukkan foto David.


Alex pun membulatkan matanya, kini ia menyadari bahwa David bukan orang sembarangan. Sepertinya dia dalam masalah besar kali ini.


Adrian memberikan kode melalui kedipan matanya pada anak buah Tomy dan dibalas anggukan oleh anak buahnya itu.


Dengan segera para anak buah Tomy merusak beberapa bagian bangunan dari restoran nya itu.


Alex yang melihat tempat usahanya dirusak mencoba menghentikan aksi anak buah Tomy yang brutal itu.

__ADS_1


"Stop stop apa kalian sudah gila" teriak alex yang membuat semua pengunjung lari berhamburan karena kerusuhan itu, suasana menjadi kacau balau dan penuh teriakan.


Setelah memberi sedikit syok terapi pada Alex, Tomy menyuruh anak buahnya untuk berhenti.


Alex meratapi restoran miliknya kini sudah porak poranda, ia hanya bisa menggerakkan giginya menahan amarah.


Adrian lalu berjongkok di depan Alex dan menatap tajam manik mata laki laki itu, "jangan pernah main main dengan tuan David" ucapnya mengintimidasi.


" Dan oh ya dia berpesan kepadaku bahwa segala kerjasama perusahaan nya dengan tempat usahamu sudah dicabut, selamat menikmati kawan hem" ucap Adrian Devan tawa khas devilnya itu.


Seketika kaki Alex menjadi lemas, dia begitu bodoh tidak mengerti bahwa David adalah direktur dari perusahaan Darmawan group, ia tidak mengerti jika papanya David yaitu pak Edy Darmawan sudah lama menyerahkan kursi kebesarannya itu pada putra sulungnya sebagai penerus.


Kini usahanya sudah diambang kehancuran, betapa tidak selama ini modal dan juga penyumbang saham terbesar adalah dari perusahaan milik David.


"Akan ku balas kau David" batin Alex sambil mengepalkan tangannya.


Akhirnya Adrian, Tomy dan juga anak buahnya meninggalkan tempat yang sudah tidak berbentuk itu.


Tring


Sebuah pesan masuk ke ponsel milik David


"Misi selesai" isi pesan tersebut yang dikirim oleh Adrian dengan ditambah kiriman foto keadaan restoran Alex yang porak poranda.


Tidak ada yang sulit bagi David, dengan segala kuasanya ia bisa melakukan apapun.


Rasa sakitnya kini sudah berkurang dengan membuat hidup dua orang yang bermain main dengannya menjadi menderita.


.


.


.


.


Kasih like comment dan vote juga tip nya ya para pembaca yang budiman


like dari kalian menambah semangatku 💪

__ADS_1


__ADS_2