
.
.
.
Saat di perjalanan David tersenyum senyum sendiri,ia bahagia apalagi ia mengenakan kaos hitam milik Jessika.
Ia kini duduk di kursi depan si samping Adrian. Jangan di tanya kenapa, karena di kursi belakang itu sudah tidak layak dihuni.😁
"Kita langsung ke auto care Adrian, suruh si Tomy buat jemput kita disana" titah David pada Adrian, ia langsung menuju tempat perawatan mobil agar sisa bubur dalam kursi mobil mewah itu bisa segera di bersihkan.
"Seperti yang anda mau tuan" ucap Adrian dengan gaya jenaka nya, kemudian menghubungi Tomy.
Sesampainya di tempat pembersihan dan perawatan mobil itu, mereka ternyata sudah di tunggu oleh Tomy.
"Cepat juga si Tomy datangnya" ucap Adrian.
Pria berwajah dingin itu memang selalu saja gercep dan bisa di andalkan, saat menerima telpon dari Adrian bahwa ia harus menjemput dirinya dan David, Tomy yang kebetulan tengah berada di daerah yang tak jauh dari auto care itu, segera tancap gas untuk datang.
"Pastikan bersih luar dalam" titah Adrian pada salah satu petugas auto care itu.
Mereka lantas memasuki mobil yang di bawa Tomy, "Apa yang terjadi tuan, mengapa anda memakai kaos seperti itu" ucap Tomy pada David, karena tampilan kakak dari bos-nya itu sangat aneh.
Bagaimana tidak, David masih memakai celana kantornya lengkap dengan sepatu pantofelnya, dengan atasan sebuah kaos hitam milik Jessika.
"Diam kau, tidak tahukan engkau kaos ini lebih berharga dari pada dirimu" ucap David sambil duduk di kursi belakang mobil sport hitam itu.
Adrian hanya terkikik geli, David memang terlihat aneh tapi Adrian tidak berani mengomentari bosnya itu.
Tomy hanya diam dengan wajah datar setelah mendapat jawaban tidak bersahabat dari mulut David, ia fokus mengemudi memecah jalanan di hari yang mulai gelap itu.
****
__ADS_1
Selesai menunaikan kewajibannya saat magrib itu, Jessika membuka ponselnya.
Ia terkejut karena disana sudah ada banyak sekali panggilan dari Bryan begitu juga dengan pesan singkat dari bosnya itu.
"Astaga tadi aku lupa memfoto mas Leo, aduh giman donk" Jessika bergumam sendiri.
"Kenapa lu Jes, kok panik gitu" tanya Vera sambil mengeringkan rambut coklatnya menggunakan handuk.
"Tadi waktu aku nganter makanan, aku lupa memfoto pelanggannya buat di kirim ke si bos" ucap Jessika masih terlihat sibuk mengotak -atik ponselnya.
"Segitunya? CK aneh banget si bos" jawab Vera.
Vera tidak tahu jika Leo dan David adalah orang yang sudah Jessika kenal sebelum ia bekerja bersamanya.
"Jes, lu kok berani banget sih sama tuan David. Lu tahu gak ludahnya itu menyala Lo" ucap Vera yang berhasil membuat Jessika menoleh pada Vera.
"Maksudmu menyala?" tanya Jessika bingung, bagaiman bisa ludah seseorang bisa menyala.
"CK , maksudnya dengan sekali ucapan saja dia bisa berbuat apapun, misalnya lu tadi kan kurang ajar sama dia ,bisa aja dia membuat lu di pecat dari tempat si bos, lagian lu kan udah gue ingetin tadi" ucap Vera takut, ia tidak tahu bila Jessika sudah mengenal orang itu.
"Maksud kamu?" tanya Vera yang kini bingung.
Akhirnya Jessika menceritakan siapa David dan siapa orang yang di tuju saat ia mengantar makanan hasil suruhan bos gilanya itu.
Jessika bahkan menceritakan terkait Leo yang pernah menyatakan cinta padanya.
"Apaaaaaa? gila lu orang setampan leo Darmawan lu tolak Jes" tanya Vera yang kini duduk di kasur di depan Jessika, sehingga membuat Jessika ikut terhenyak diatas kasur pegas itu.
"ihhhhhh" ucap Jessika yang menutupi dua telinga, karena suara sableng temannya itu.
"Lu gak tau apa kalau dia kaya, dia itu tajir Jess kenapa lu tolak, ihhhhhh" Vera gemas akan kebodohan temannya itu.
"Kalau soal dia kaya aku udah tahu, dia kan yang punya lahan di kampung berhektar-hektar, terus kalau masalah aku tolak aku gak ada perasaan apapun sama mas Leo Ver, lagipula aku orang ga punya rasanya ga percaya aku, mungkin dia hanya kesepian di kampung, makanya dia bilang begitu" jawab Jessika panjang.
__ADS_1
"Kalau gue jadi lu, gue terima aja dia. Udah ganteng, kaya, baik ihhh dasar lu ya emang" ucap Vera menonyor pelan bahu Jessika.
"Gue yakin suatu saat aku bakal nemuin pangeranku yang soleh dan sayang sama aku, buat aku materi bisa di cari sama sama Ver, asal dia baik dan sayang sama aku aku yakin aku bakal cocok sama dia" ucap Jessika yang menggenggam kedua tangannya di depan dadanya, dengan wajah berbahagia.
"Kamu itu emang lain Jes, lu ga pingin apa jadi orang kaya, orang gedongan?" ucap Vera sambil menggunakan lotion anti nyamuk di lengan mulusnya.
"Aku terima takdir dari Tuhan aja Ver, dari kecil hidup susah sudah biasa buatku" ucap Jessika.
Mereka bercerita sampai lama di kamar itu, dan untuk laporan pada Bryan, Jessika sudah meminta Leo untuk menghubungi Bryan jika dirinya sudah benar benar mengantar pesanan tadi.
****
Dalam sebuah sambungan telepon antara Bryan dan Leo,
Leo :Tolong lu jangan galak galak sama karyawan baru lu itu.
Bryan : Apa maksudmu?
Leo :Aku akan bercerita jika bertemu denganmu nanti, dan catat ini,dia sudah mengantarkan rolade yang sudah ku pesan tadi.
Bryan :Baguslah kalau begitu, aku hanya sedikit menghukumnya.
Leo : Hukuman? apa maksudmu?
Bryan : Aku akan bercerita jika bertemu denganmu nanti.
Tut
Bryan memutuskan sambungan teleponnya secara sepihak, sambil tertawa penuh kemenangan.
Tapi dia masih penasaran, kenapa Leo Samapi mewanti- wanti agar dirinya tidak galak pada karyawan barunya itu.
"Sialan beraninya dia menutup telepon dariku, astaga aku tidak percaya jika Jessika ada disini" ia bergumam sambil tersenyum bahagia, ia senang Jessika ada di kota S.
__ADS_1
Ia akan lebih sering bertemu dengannya, ia akan mencoba kembali membuat Jessika menjadi miliknya, Leo tidak akan menyerah begitu saja.
Please like and comment 🙏