
.
.
.
"Dimana Leo bik" tanya David pada bik Asih, sesaat setelah ia sampai dan memasuki rumah besar dan megah itu
"Ada di kamarnya den" jawab bik asih dengan sopan.
Adrian dan Tomy terlihat juga berjalan di belakang David, "Astaga aku lapar sekali" ucap Adrian sambil mendaratkan tubuhnya di sofa ruang tengah rumah David.
Belum sampai David naik ke kamar milik Leo, ternyata adik satu satunya itu sudah terlihat keluar dari kamarnya, dan hendak turun.
"Baru pulang bang" tanya Leo pada kakaknya yang berdiri di ruangan itu.
"Bagaimana keadaanmu Leo, akan ku panggilkan Dion untuk memeriksa mu, kenapa kau keras kepala sekali" ucap David.
"Aku sudah lebih baik, aku sudah meminum obat di box first aid kit , aku hanya kelelahan" jawab Leo menolak.
"Den makan malamnya sudah bibik siapkan" ucap bik Asih memberitahu.
Adrian yang mendengar ART bosnya itu berkata tentang makan malam, langsung bangkit dari duduknya," Baiklah, aku sudah sangat lapar" ucap Adrian.
"Kau ini selalu saja" jawab Leo.
Mereka berempat makan bersama, mereka makan dalam diam, semua larut dalam pikiran masing masing.
"Bos, malam minggu besok anda harus menghadiri undangan ulang tahun dari nona Bella, teman lama anda" ucap Tomy pada Leo.
__ADS_1
"Astaga Tom, aku hampir lupa untung kau ingakan. Diman tempatnya?
"Di Bryan's Caffe" jawab Tomy tanpa basa basi.
"Baiklah Tom, kalau begitu lusa kau temani aku kesana" ucap Leo.
David yang mendengar Bryan's Caffe kembali teringat dengan Jessika, ia bahkan sampai lupa untuk siapa Jessika kemari mengantarkan makanan tadi.
Rencananya ia akan bertanya pada Leo nanti, ia akan bertanya apakah Leo sudah mengetahui jika Jessika ada di kota S.
*****
Disebuah kamar kost bernuansa khas cewek tomboy itu, terlihat satu wanita yang tidak bisa tidur. Jessika tidak bisa memejamkan matanya, padahal ia sudah mencoba memejamkan matanya.
"Hiiihhhhh" Jessika bangun dari tidurnya karena kesal, matanya sungguh tidak mau berkompromi dengannya.
Vera sudah terlihat terlelapsehabis ia menyantap makan malam tadi.
"Astaga, kenapa kau jadi memikirkan laki laki itu sih" Jessika kesal karena dari tadi wajah David yang menurutnya menyebalkan itu, malah mendominasi pikirannya malam ini.
Jessika terlihat memiringkan tubuhnya, kemudian menutup matanya dengan bantal, tengkurap, menutup mukanya dengan selimut namun segala cara itu tidak bisa membuat matanya terpejam.
Ia lantas membuka ponsel miliknya, Jessika melihat jam sudah menunjukkan pukul 21.38 WIB, dia harus tidur karena besok ia masih harus masuk pagi untuk bekerja.
Saat dia menatap langit-langit kamar itu, ia teringat saat David menciumnya secara mendadak, kemudian saat David menggendongnya masuk ke dalam mobil tadi, ada desiran aneh yang berusaha untuk dia tepis.
Akhirnya setelah larut dalam lamunannya, ia terlelap dan hanyut dalam mimpinya.
****
__ADS_1
David terlihat memasuki kamar sang adik, David sudah mengganti celananya dengan celana santai namun ia masih mengenakan kaos yang diberikan oleh Jessika.
"Kau belum tidur Leo" ucap David sambil menutup pintu kamar Leo.
"Belum bang, ada apa bang" tanya Leo.
Leo tengah berada di balkon kamarnya, ia berdiri sambil menatap langit yang bertabur bintang malam itu.
"Apa kau sudah tahu bahwa Jessika berada di kota ini" tanya David yang ikut berdiri di balkon kamar Leo
Leo tersentak, kenapa David menanyakan hal itu," iya tadi dia kemari mengantarkan rolade yang ku pesan dari Bryan".
"Kemaren aku juga tak sengaja bertemu dengannya di cafe milik temanmu itu, dan aku cukup terkejut" ucap David.
"Apa kau percaya jika Jessika yang melakukan semua itu bang" tanya Leo yang kini memutar tubuhnya, menjadi menatap David.
"Berurusan dengan orang di desa sangatlah kompleks Leo, apa kau juga memikirkan hal yang sama denganku?" ucap David.
"Aku sudah memerintahkan Tomy, rasanya aku tidak yakin jika wanita sepolos jessika, berani berbuat hal itu" ucap Leo.
"Entahlah, tapi aku bahagia dia ada disini" ucap David yang membuat Leo terhenyak, ia merasa tidak senang saat David mengucapkan hal itu, apakah dia cemburu? apakah Leo tengah bersaing dengan kakaknya sendiri?.
Leo tidak menjawab kata kata David, entah mengapa dadanya kini sesak karena mendengar ucapan David yang dibarengi dengan wajah yang berbinar.
"Apa kau menyukai Jessika bang?" tanya Leo pada David.
"Entahlah, wanita itu berbeda Leo. Dia bahkan berani kepadaku, dan lihatlah dia sangat menggemaskan" ucap David dengan wajah sumringah, membayang yang ia lakukan pada Jessika.
Leo tersenyum kecut, ia kini tahu bahwa dirinya dan kakaknya memang tengah menyukai wanita yang sama, Leo menjadi bimbang. Apakah ia harus bersaing dengan kakaknya, sementara David juga belum mengetahui jika Jessika sudah pernah menolaknya.
__ADS_1
Please like and comment 🙏