Nada Cinta Jessika

Nada Cinta Jessika
Bab 64. Ternyata Ada yang Tahu


__ADS_3

.


.


.


David tak menyangka jika wanita yang bersemayam dalam fikirannya itu, kini terlihat memukau di atas stage itu. Mata David seakan tak berhenti menatap Jessika.


Leo juga sangat terpesona dengan Jessika, sungguh menurutnya Jessika bahkan sama sekali tidak terlihat seperti wanita yang berasal dari desa.


Kakak beradik itu tengah kagum pada wanita yang sama, hanya saja David belum mengetahui jika Leo lah yang lebih dulu menyimpan rasa suka itu pada jessika.


Bryan bahkan terkagum kagum, " wo tidak salah aku menerima anak itu" puji Bryan saat melihat performa Jessika.


Ia tadi terlalu panik sampai sampai ia tidak ingat, jika saat interview lalu CV milik Jessika telah menerangkan jika wanita itu memiliki hobi bernyanyi dan bermain gitar.


"Saya ucapkan selamat ulang tahun sekali lagi untuk nona Bella, semoga keberuntungan dan kebahagiaan selalu beserta anda" ucap Jessika sambil tangannya memetik beberapa senar gitar, yang menjadi improvisasi nada yang menjadi back song saat dirinya berkata kata.


Bella sungguh tersanjung dengan performa yang di suguhkan Jessika, apalagi di sampingnya sudah ada Leo yang menemaninya.


Rasanya kebahagiaan yang sempurna itu, tengah dimiliki dokter muda itu.


Bu Maya dan Vera yang berada di samping stage itupun ,turut bernapas lega. Keputusannya untuk meminta Jessika menggantikan tugas dari penyanyi yang tidak bisa perform itu sangatlah tepat.


Bu Maya bahkan berfikir untuk menjadikan Jessika sebagai singer tetap di cafe itu, menurutnya Jessika sangat layak untuk di upgrade ke kasta yang lebih tinggi.😁


"Mungkin ada yang mau request lagu, saya persilahkan" Jessika mulai mencairkan suasana formal itu menjadi sedikit santai dengan meminta beberapa tamu untuk merequest lagu.


Bella membisikkan sesuatu kepada pelayan yang berdiri di samping mejanya, kemudian pelayan itu segera menyampaikan kepada host dan host membisikkan sesuatu pada Jessika.


"Baiklah nona, seperti yang anda inginkan" ucap Jessika sambil tersenyum dan mulai memainkan jari jarinya pada gitar itu.


"Lagu ini spesial untuk tuan Leo Darmawan"


ucap Jessika, karena Bella menyuruhnya untuk mengatakan hal itu.


Wise men say


Only fools rush in


But I can't help falling in love with you


Shall I stay?


Would it be a sin


If I can't help falling in love with you?


Like a river flows


Surely to the sea


Darling, so it goes


Some things are meant to be

__ADS_1


Take my hand


Take my whole life too


For I can't help falling in love with you


Like a river flows


Surely to the sea


Darling, so it goes


Some things are meant to be


Take my hand


Take my whole life too


For I can't help falling in love with you


For I can't help falling in love with you


lagu cinta milik Elvis Presley itu menjadi lagu yang di request oleh Bella, sebenarnya Ia menunjukkan lagu itu untuk Leo.


Lagu itu mewakili perasaan Bella, yang menerangkan jika dirinya telat jatuh cinta pada Leo.


Tapi Leo menjadi baper saat Jessika menyanyikan lagu itu, ia tak henti hentinya menatap wajah cantik itu.


Jessika terus saja menyanyikan beberapa lagu yang di request oleh para tamu, banyak yang memvideo performa Jessika itu dan mempostingnya di sosial media milik mereka.


Bahkan dalam sekejap, hal it sudah mendapatkan perhatian dari netizen. Bahkan Citra yang notabene adalah orang yang harusnya mengisi acara itu, sangat geram lantaran jobnya kini disisi oleh Jessika yang memang terlihat lebih baik.


Citra saat ini masih mendapatkan perawatan karena insiden yang ia alami dengan rekannya tadi, ia sangat tidak senang dengan hal ini.


"Bisa bisanya bos menggantiku dengan pelayan itu, bahkan dia tidak menanyakan keadaanku, ****!" ucap citra yang tengah meradang.


Bryan hanya fokus mencari pengganti Citra, karena ia tidak mau kalau sampai customer sekelas Bella sampai harus complain karena acaranya yang berjalan tidak lancar.


Dan untuk citra, rencananya ia akan menemuinya selepas acara berakhir.


****


"Sepertinya aku harus berterimakasih padamu Jes" ucap Bryan yang menunggu Jessika di samping stage, setelah Jessika selesai perform.


"Apakah saya tidak mengecewakan bos" Jessika bertanya pada bosnya itu.


"Kau sangat luar biasa, jika tau begini kenapa kau malah melamar sebagai pelayan. Mengapa tidak melamar menjadi singer disini" ucap Bryan.


"Ya si bos, kapan hari lowongan yang buka cuma pelayan, lagipula kan sudah ada mbak Citra yang ngisi " jawab Jessika.


David memperhatikan interaksi mereka berdua, kemudian ia mendekati mereka berdua.


"Ehem ehem" suara David membuat kedua manusia itu menoleh.


"Tuan David, anda disini" tanya Bryan sopan.

__ADS_1


"Aku ingin meminjam pegawaimu, bisa tinggalkan kami berdua" ucap David.


"Oh tentu saja bisa tuan, jika butuh sesuatu anda bisa menghubungi saya" ucap Bryan dan kemudian permisi kepada David.


Jessika hanya diam tanpa bereaksi, ia merasa cemas, takut dan sedikit khawatir. Ia takut jika David berbuat tidak tidak lagi kepadanya, sudah beberapa kali ia mengalami kejadian yang membuatnya tak suka saat bersama David.


"Kau bahkan tidak menyapa seorang David Darmawan" ucap David yang berkacak pinggang di depan Jessika.


"Anda yang kemari tuan, saya tidak menyuruh Anda untuk kemari" ucap Jessika ketus, sambil menyilangkan tangannya di dadanya.


"Selain punya suara bagus, ternyata mulutmu itu pedas juga ya" ucap David.


"Maaf tuan jika tidak ada yang mau dibicarakan lagi, saya permisi dulu" ucap Jessika yang malas meladeni David, karena ia pasti akan tetap kalah.


"Ikut denganku" ucap David menggandeng tangan Jessika dan membawanya ke lantai dua, mereka menuju balkon yang ada di lantai atas itu.


Ramai pesta membuat semua orang sibuk dengan aktivitas mereka masing-masing, sehingga tidak ada yang sempat melihat David yang menggandeng tangan Jessika.


"Anda mau membawaku kemana tuan" ucap Jessika dengan tangan yang masih di gandeng David,sambil mereka terus berjalan.


"Ini untukmu" ucap David sambil menyerahkan sebuah kotak, yang berisi cincin berlian, saat mereka sudah tiba di balkon.


"Apa ini" ucap Jessika mengernyitkan wajahnya.


"Selamat ulang tahun Jessika Maheswari" ucap David pada wanita di depannya itu.


David sudah mengetahui ulang tahun Jessika, dari orang suruhannya. Ia menjadi kepo tentang kehidupan pribadi Jessika, setelah beberapa hari pikirannya selalu terfokus pada wanita itu.


Jessika menatap tak percaya, bagaimana bisa seorang David Darmawan bisa mengetahui tanggal lahirnya.


Bahkan Vera saja hari ini tidak mengetahui bahwa dirinya berulang tahun.


Cairan bening yang sudah terkumpul di pelupuk mata Jessika, lolos begitu saja. Ia tak menyangka jika akan ada orang yang tahu, sudah lama sekali tidak ada orang yang mengucapkan ucapan itu kepadanya.


Semenjak menjadi yatim piatu ia bahkan tidak pernah ingat dengan ulang tahunnya sendiri, kebetulan malam ini ia harus bekerja di cafe yang sudah di pesan oleh seseorang yang berulang tahun.


Ia menjadi melihat kalender di ponselnya, lalu ia tersenyum kecut kala ia tahu jika hari ini adalah hari yang sama dengan tanggal lahirnya.


"Anda tahu dari mana tuan?" Jessika bertanya dengan suara parau nya, ia begitu terharu.


"Ambillah, ini untukmu tapi jangan kau jual ya" ucap David tersenyum, ia kemudian menarik tubuh Jessika kedalam pelukannya.


Jessika hanya diam sambil menangis, ia seperti ingin membagi kesedihannya selama ini. Ia rindu dengan orang tuanya, ia ingin seperti orang lain yang bisa merayakan hari spesialnya itu.


David benar benar menunjukkan perasaannya kepada wanita itu, ia juga mendengar lirik lagu ulang tahun yang di nyanyikan oleh Jessika tadi sungguh ironi baginya.


"Dasar bodoh, kenapa kau malah memilih lagu itu jika akhirnya kau sedih" ucap David melepas pelukan.


" Apa tuan melihat saya tadi" ucap Jessika menyeka air matanya.


"Kalau aku tidak melihatmu, untuk apa aku ada di acara ini" jawab David.


Mereka tidak menyadari jika ada sepasang mata yang memperlihatkan mereka dan memotret adegan mereka tadi.


Tinggalkan jejak dengan beri like and comment 🙏

__ADS_1


__ADS_2