
.
.
.
Adrian dan Tomy masih setia menunggui David meminum alkohol dan meracau tidak jelas .
"Brengsek kau wanita sialan", racau David yang kelihatannya sudah hampir hilang kesadarannya.
Adrian dan Tomy masih bingung, sebenarnya apa yang terjadi dengan bosnya ini.
Sepertinya ada masalah dengan kekasihnya, begitu dugaan mereka berdua.
malam semakin larut, akhirnya mereka memutuskan untuk membawa pulang bosnya itu karena David sudah mabuk parah.
"Tom, Lo bawa mobil gue, biar si bos Ama gue pakek mobil dia", ucap Adrian setelah membayar sejumlah minuman yang sudah di tenggak Bos mereka itu.
Akhirnya Adrian membawa David pulang bersamanya sementara Tomy membawa mobil milik Adrian, tujuan mereka sama menuju rumah David.
sementara mobil yang di tumpangi Tomy saat menuju club tadi sudah di bawa pulang anak buahnya.
sebelum menjalankan mobilnya Tomy mengirim pesan singkat pada Leo, ia mengirim foto David yang kondisinya sudah mabuk di club tadi.
kemudian ia memasukkan benda pipih itu ke sakunya dan mulai menjalankan mobilnya menuju rumah David.
kurang lebih 45 menit mereka sampai di rumah besar nan megah milik David, dibelakangnya terlihat Tomy juga sudah sampai.
setelah sama sama memarkirkan kedua kuda besi itu, mereka berdua memapah David masuk kedalam rumah.
"Bik Bik Asih, tolong bukain pintu kamarnya David bik", pinta Adrian pada ART David itu.
__ADS_1
"Ya Allah den David kenapa ini mas, ayo sini ", ucap bik Asih yang kaget karena tuannya di papah tak berdaya dan kondisinya berantakan.
setelah David di baringkan tiba tiba,
"hueeeek ,,,,hueeeek,,,,,hueeeeeek,,,,," David memuntahkan seluruh isi perutnya.
"Haduh tom ini bayi beruang menyusahkan sekali kalau pas lagi gini ya", ucap Adrian setengah kesal dengan mode jijiknya.
"Biar aku panggilkan bik Asih dulu", jawab Tomi dengan cepat.
Setelah bik Asih membersihkan muntahan dan mengganti seprei dan di bantu Adrian bersama Tomy melepas pakaian David yang terkontaminasi muntahan itu, mereka membiarkan David beristirahat.
"Kita tinggal atau kita berdua nginep disini"? tanya Tomy pada Adrian.
Karena hanya ada 3 ART termasuk bik Asih di dalam rumah itu, biasanya ada Pak Edy dan Leo namun karena papa dan adiknya itu masih di desa mereka berdua tidak tega, akhirnya mereka berdua memutuskan untuk menginap dirumah David.
"Mas Adrian sama mas Tomy tidur di kamar tamu aja, mari saya antar", ucap bik Asih ramah pada mereka berdua.
*******************************
Leo yang mendengar handphone nya ada notifikasi pesan masuk dengan segera mengambil benda pipih itu.
Ia membulatkan matanya tatkala melihat pesan yang dikirim Tomy berupa foto Abangnya yang terlihat kacau.
David memang biasa minum alkohol, namun ia jarang bahkan hampir tidak pernah se mabuk itu.
Leo langsung men-dial nomer Tomy.
"Hallo, tom apa yang terjadi, kenapa Abang gue bisa begitu, terus sekarang gimana?", Leo mencecar pertanyaan sesaat setelah Tomy menggeser tombol hijau di ponsel miliknya.
"Buset ini orang nyerocos udah kayak induk kehilangan anaknya", batin Tomy.
__ADS_1
"Gue gak tau pastinya Le, yang jelas tadi gue di suruh Adrian buat jemput mereka di club X, pas aku udah nyampek sana Abang Lo udah mabuk berat", jawab Tomy menjelaskan.
"Huft, ya udah gue titip Abang gue kalau ada apa apa cepat hubungi gue ya, dan jangan sampai papa tau." pinta Leo pada asistennya itu.
" Siap bos, ini gue dan Adrian nginep dirumah Lo. Besok gue gali info ada kejadian apa sebenarnya, ga biasa biasanya bang David kayak gitu pasti lagi ada masalah", jawab Tomy.
Setelah mengakhiri percakapan Leo kemudian berfikir sejenak, mungkinkah Abangnya kini sudah tahu tabiat asli kekasihnya itu.
"Belum tidur kamu Leo", suara papanya mengagetkan Leo yang diam termenung.
"Eh papa, belum pa biasa lagi ngecek laporan kantor pa," ucap Leo berbohong.
"Ini sudah malam, kamu sebaiknya tidur. Kamu tadi seharian sudah kepanasan, papa gak mau kamu sakit karena kurang istirahat", titah papa Leo.
"Papa denger gak ya pas aku teleponan sama si Tomy tadi", Leo bermonolog sendiri dalam hati.
Akhirnya Leo mematikan lampu kamarnya, pikirannya jauh menerawang terbagi antara memikirkan abangnya dan juga tiba tiba wajah Jessi muncul di pikirannya.
"haaah" ia mengusap wajahnya dengan kasar, apakah ia menyukai Jessi? mengapa disaat seperti ini malah wajah gadis desa itu yang muncul.
Akhirnya suara nafas yang teratur itu terdengar, membawa dirinya lelap menuju mimpi yang indah.
.
.
.
.
Hay semua, ini novel pertamaku jangan lupa like, comment, dan tip nya ya
__ADS_1