
.
.
.
Pagi pagi sekali di sebuah kost di jalan NN Terlihat kerempongan yang tidak biasanya, hari ini Vera bersama Jessika tengah belajar berdandan untuk hari pertama kerja Jessika.
"Ver, aku kok gak PD ya aku gak biasa pakai lipstik" ucap Jessika.
"Mulai sekarang kamu harus membiasakan diri dengan make up Jes, kamu itu udah asli dari sononya cantik. Jadi biar makin cantik kamu harus mulai belajar, lagi pulan ini kan lipstik warna nude, jadi cocok buat kamu" ucap Vera.
"Astaga jadi pelayan aja sampai segini dandanannya" ucap Jessika.
"Jangan salah, cafe bos Bryan itu tergolong high class. Makanya dia ga mau anak buahnya ada yang tampilannya rembes alias jelek" jawab Vera.
Akhirnya setelah dirasa cukup dan Jessika pun sudah mengenakan seragam yang di bawa Vera kemaren, mereka bergegas berangkat menuju Bryan's Caffe and resto.
****
"Kau kelihatan pucat sekali Leo, apa kau baik baik saja" tanya David yang khawatir melihat tampilan adiknya , saat mereka berdua tengah menikmati sarapan.
David memang kadang bersikap cuek pada adiknya, namun sebenarnya ia sangat sayang kepada Leo.
"Iya bang, ga tau tiba tiba ga enak rasanya badanku" jawab Leo.
"Akan ku panggilkan Dion untuk memeriksa mu" ucap David pada adiknya.
"Tidak perlu bang, aku akan istirahat saja di kamar setelah ini" Leo menjawab.
"Kau yakin?" David bertanya memastikan.
"Ia mungkin aku hanya kelelahan, kemaren aku sibuk habis dari luar kota bersama Tomy di acara pembukaan restoran cabang baru" ucap Leo memberitahu sang kakak.
"Baiklah, kalau masih belum baikan sebaiknya kau panggil Dion untuk memeriksa mu" ucap David.
Setalah selesai menuntaskan sarapannya, David kemudian berangkat menuju kantornya dengan supir pribadinya.
Hari ini Adrian tidak menjemput David karena ada beberapa urusan yang harus ia tuntaskan terlebih dahulu.
Tubuh tinggi tegap dan berkharisma itu selalu sukses membuat para karyawan di Darmawan group selalu menunduk hormat padanya, membuat siapa saja yang berhadapan dengannya menjadi takut.
Ia menuju ruangan direktur dengan menggunakan lift khusus untuknya, sampai di ruangannya ia menatap pada jendela dengan kaca yang memperlihatkan tampilan kota itu sambil memasukkan kedua tangannya dalam saku celananya.
David berfikir semua sudah ia miliki namun mengapa hatinya masih saja belum ada yang mengisi, kadang ia juga merasa bosan dan butuh sosok wanita di sampingnya.
"Astaga maafkan saya tuan, saya ketuk dari tadi tapi tidak ada jawaban jadi saya langsung masuk" ucap seorang wanita dan dia adalah asistennya Adrian, yang kaget karena David ternyata sudah ada berdiri mematung menatap keluar jendela.
"mmmm ada apa" tanya David dingin setelah memutar tubuhnya.
"Saya mau mengantar berkas ini tuan, untuk anda tandatangani" jawab wanita itu.
"Taruh saja diatas meja" ucap David datar.
__ADS_1
"Baik tuan, saya permisi"
"mmmmm" David hanya menjawab seperti itu.
*****
Pagi itu di Bryan's Caffe and resto seorang wanita paruh baya bernama Bu Maya memberikan briefing kepada semua pekerja, karena hari itu akan ada karyawan baru.
Bu Maya adalah supervisor bagian karyawan dan yang akan menjadi atasan Jessika nanti, Sedangkan Vera ia sudah menjadi kasir dan sudah memiliki gaji yang besar. Sementara Jessika ia harus memulai semuanya dari nol.
Saat briefing Bu Maya memperkenalkan Jessika pada semua pegawai yang duty hari ini, Bu Maya mengingatkan semuanya untuk membantu Jessika dalam bekerja, dan saling membantu mengungsi Jessika adalah karyawan baru dengan status training.
"Ada yang ditanyakan lagi" tanya Bu Maya pada semua yang hadir dalam briefing itu.
"Tidak Bu" jawab semua.
"Sekarang kembali ke tempat kalian masing masing dan cepat prepare ruang VIP, nanti akan digunakan oleh petinggi Barbara group" titah Bu Maya.
Saat akan pergi Jessika di panggil oleh Bu Maya" Jess saya harap kamu cepat beradaptasi disini, kamu ikuti para senior kamu ya" ucap Bu Maya pada Jessika.
"Baik Bu, terimakasih arahannya" Jawab Jessika sopan.
Di manapun tempat menanam tumbuhan pasti onak dan duri juga akan ikut tumbuh bersamanya. Begitu juga manusia, di manapun tempat suka dan tidak suka adalah suatu kewajaran yang selalu mungkin terjadi dimanapun ia berada.
Seperti saat ini, Karin menatap tidak suka pada Jessika si karyawan baru yang terlihat cantik itu, ia merasa iri dengan kecantikan Jessika dan perlakuan baik dari Bu Maya.
"Hallo semua saya Jessika, salam kenal" ucap Jessika saat beberapa karyawan yang se kasta dengan Jessika tengah berkumpul.
Karin memilih untuk pergi dari sana, sementara Jessika mulai berbaur dengan kawan kawan nya disana. Jessika mulai bertanya hal hal apa yang biasa di lakukan ketika ada pelanggan.
"Kamu nanti lihat kita dulu ya Jes, biasanya kalau pelanggan ada yang datang kita samperin ke meja mereka dengan greeting ( menyapa) terus kamu kasih buku menu.
Kalau bisa rekomendasikan menu favorit disini, kemudian tunggu mereka pilih menu dan kalau sudah selesai taking order ,kamu kasih deh note yang udah kamu catat tadi ke pantry ( Dapur).
Kalau udah ready, udah deh kamu antar ke meja yang sesuai dengan yang pesen tadi".ucap salah satu team yang on duty pagi itu.
Mereka bekerja secara berkelompok atau membentuk team, yang masing masing di kepalai oleh leader. Dan kebetulan Karin lah yang menjadi leader Jessika.
****
Sesuai jadwal siang itu David bersama Adrian akan mengadakan agenda makan siang bersama Barbara Group, mereka akan berbincang mengenai rencana kerjasama antar perusahaan.
"Kita langsung menemui tuan Aldi di ruang VIP bos, sekretaris beliau tadi sudah menghubungiku" ucap Adrian memberitahu David.
Tanpa menjawab David kemudian melangkahkan kakinya menuju bangunan cafe milik Bryan itu.
"Selamat siang tuan" sapa para pelayan yang melihat kedatangan orang nomer 1 di Darmawan Group itu.
"Kami sudah order VIP room" ucap Adrian memberitahu pelayan tersebut.
"Baik tuan mari silahkan" ucap salah satu pelayan yang standby di depan untuk menyambut kedatangan David, yang sebelumnya orderan mereka sudah di ketahui oleh pekerja disana.
Mereka naik ke lantai dua, tempat dimana VIP room berada. Nampak disana Aldi dan sekretarisnya sudah ada disana.
__ADS_1
"Selamat siang tuan Aldi, mohon maaf membuat anda menunggu" ucap David sambil menjabat tangan direktur Barbara Group itu.
"Tidak masalah tuan David, kami juga baru sampai" ucap Aldi.
Mereka berbincang bincang ringan sambil menunggu makanan mereka di antar.
Sementara itu di lantai satu Bryan's Caffe,
Karin ingin mempermalukan Jessika, ia tahu jika dirinyalah yang harus mengantar makanan itu ke meja VIP di lantai dua, namun ia sengaja ingin membuat Jessika malu dan mendapatkan punishment di hari pertama ia bekerja.
"Kamu anak baru, ikut aku ke atas ngantar ini semua" ucap Karin.
"Saya mbak?" ucap Jessika sambil menunjuk dirinya, ia kaget mengapa harus dia sedang dia masih belajar menghandle pelanggan reguler.
"Kamu gak denger saya bilang apa" ucap Karin yang membuat semua disana takut, karena posisi Karin sebagai team leader.
Saat sudah sampai di lantai dua, Karin sengaja menyuruh Jessika yang mengantarkan ke dalam, sementara Jessika belum tahu mana yang harus lebih dulu antara makanan pembuka, menu utama, dan makanan penutup.
Tanpa memberi arahan Karin langsung saja menyuruh Jessika untuk mengantarkan makanan itu, Jessika tidak tahu sepenting apa bos besar itu bagi Bryan's Caffe.
"Kamu bawa masuk, aku tunggu sini kamu harus belajar biar cepat bisa" ucap Karin dengan nada sombongnya.
Jessika hanya menurut, dalam hatinya berkata jika Karin ini sebelas dua belas dengan putri. Oh susahnya hidup, dimana tempat selalu saja ada Mak lampir, begitu pikir Jessika.
David duduk dengan posisi membelakangi pintu, sehingga tidak terlihat dari arah pintu siapa yang tengah duduk di kursi meja VIP itu.
Jessika mendorong troli dengan hati hati, saat masuk orang yang disana tentu saja menatap kedatangan pelayan itu, tapi David tidak karena posisinya membelakangi pelayan itu.
Jessika mencoba meletakkan makanan dalam piring yang sudah ditata apik diatas piring berkelas itu, dan betapa terkejutnya ia saat menatap David.
Praaaaaaaaaaankkkkkk.......
Suara piring yang jatuh karena Jessika terkaget melihat David di depannya, Karin lalu menoleh dari luar sambil melihat apa yang terjadi, mengapa ada suara benda pecah dari dalam.
"Astaga ma maaf" ucap Jessika yang panik setengah mati, bagiamana bisa ia ceroboh dan melakukan kesalahan di hati pertamanya bekerja.
David membulatkan matanya tak kalah terkejut saat melihat wanita yang selalu ada di pikirannya itu, saat ini secara nyata ada di hadapannya.
"Apa yang kau lakukan, kenapa kau ceroboh sekali" ucap Bastian selaku sekretaris tuan Aldy yang marah melihat pelayan itu bertindak ceroboh.
"Ma maf tuan, saya akan bereskan ini" ucap Jessika yang gemetar takut,karena ia memang salah.
"Ada apa ini, Jessika apa yang kamu lakukan? cepat pergi sana" ucap Karin yang sudah datang bersama cleaning servis.
"Astaga tuan tolong maafkan kami, kami akan segera mengganti dengan menu yang baru secepatnya" ucap Karin sopan pada orang orang penting disana.
"Kenapa bisa kau berikan pelayanan yang bodoh seperti itu, kuharap dia bisa di hukum agar bisa lebih hati hati" Bastian berkata dengan nada marah.
.
.
.
__ADS_1