
.
.
.
Hari berjalan begitu cepat, sesuai dengan jadwal jika malam Minggu Jessika harus ikut pulang sampai last customer meninggalkan lokasi cafe itu.
Pagi itu di Bryan's Caffe sudah nampak geliat para karyawan yang sibuk sana sini. Terang saja hal itu terjadi, bukan tanpa alasan tempat itu kali ini di booking oleh anak dari konglomerat dan bertitel sebagai seorang dokter.
Dia adalah Bella, wanita cantik yang menyukai Leo sejak mereka mengenyam pendidikan di perguruan tinggi dulu, mereka berbeda fakultas saja namun ada di perguruan tinggi yang sama.
Leo sama sekali tidak memiliki perasaan yang lebih pada Bella, baginya ia hanya teman baik. Apalagi ia juga adalah anak dari teman papanya.
Karin yang sudah di skors itupun, juga sudah terlihat menampakkan batang hidungnya. Ia turut sibuk mengatur tempat untuk acara ulang tahun Bella nanti malam.
Jessika menyemprotkan cairan pembersih meja yang dia bawa, lalu mengelapnya sampai kinclong," sempurna" ia berucap sambil tersenyum puas.
****
Malam menjelang, terlihat para sahabat dari Bella dan beberapa orang penting dari keluarganya sudah ada disana, David dan Leo bersama dengan dua assisten berbeda ciri khas itu pun juha sudah terlihat hadir.
Mereka memberikan ucapan selamat kepada Bella, banyak sekali orang orang berkelas yang hadir disana.
"Selamat ulang tahun Bel, doa terbaik untukmu. Dan ini kado dariku" Leo mengucapkan selamat pada Bella.
"Terimakasih Leo kau sudah mau hadir, ucap Bella menerima kado Leo, kemudian meletakkan bungkusan kado itu pada meja yang tersedia disana.
Bella tiba tiba menggandeng tangan Leo secara sepihak, dan saat itu Jessika tengah bertugas mengedarkan minuman untuk para tamu disana.
Jessika melihat Leo yang di gandeng tangannya oleh Bella, hanya tersenyum getir.
"Benarkan dugaanku, saat berada disini dia pasti juga bersama wanita wanita cantik dan kaya. Untung aku tolak ,kalau tidak aku yang cuma remahan rengginang ini bisa langsung jadi partikel debu saat melihat hal ini" ia bergumam dalam hatinya.
"Silahkan tuan" ucap Jessika yang menyodorkan nampan cantik berisikan berbagai minuman itu, ia berbicara formal karena menjalankan tugasnya.
Leo kaget melihat Jessika, ia buru buru melepaskan tangan Bella yang menempel posesif di lengannya.
"Mmmm bel, aku mau ke toilet dulu" ucap Leo berasalan untuk menghindari bela.
"Baiklah jangan lama lama, setelah ini acaranya dimulai" ucap Bella tanpa curiga.
Jessika terus menjalankan tugasnya, mengedarkan minuman bagi para tamu yang baru saja hadir disana.
Leo sangat merasa tak enak hati pada Jessika, pasti Jessika berfikir yang tidak tidak. Begitulah yang ada di dalam pikiran Leo.
David terlihat tengah berbincang pada beberapa kolega, yang malam itu kedapatan juga mendapat undangan dari Bella.
" Silahkan tuan" ucap Jessika memberikan minuman pada David namun sedikit memalingkan wajahnya.
Jessika bersikap begitu agar David tak melihat dirinya, ia menggunakan kesempatan saat David tengah sibuk berbincang dengan rekan bisnisnya itu .
David mengambil minuman yang sudah di sediakan untuknya dan rekannya itu, tanpa melihat wajah pelayan yang sudah menghidangkannya itu.
"Hufffttt, untung saja dia gak lihat. Kenapa dia ada disini sih" Jessika menggerutu sambil berjalan menuju ke pantry sembari menutupi wajahnya dengan nampan itu.
"Kenapa lu Jes, gak jelas" tanya Vera yang melihat tingkah temannya itu sangat aneh aneh saja.
"Ada tuan David disini, males banget aku ihhh" ia berucap sambil bergidik ngeri.
"Hahaha lu jangan terlalu benci sama orang Jes, kata orang benci itu awal dari cinta" Vera berkata dan kemudian pergi.
__ADS_1
Jessika tak menanggapi ucapan Vera, ia lebih memilih untuk menata kembali gelas berisi minuman pada nampan miliknya.
Namun hal berbeda kini dialami oleh owner Cafe tersebut, Bryan kali ini sungguh terlihat cemas, penyanyi yang biasa mengisi acara live musik tiap malam Minggu di Caffe itu, terlibat kecelakaan dan tidak ada kandidat lain untuk menggantikan.
Bu Maya pun juga dibuat panik, Lantara Bryan membebankan persoalan ini kepadanya. Sementara acara sudah mau di mulai.
"Cari siapa saja yang bisa menggantikannya malam ini, aku tidak mau tahu acaranya harus berjalan lancar" Bryan berkata pada Bu Maya.
Acara itu sudah di mulai, MC yang memandu jalannya acara itupun juga sudah terlihat menjalankan tugasnya.
Bu Maya semakin panik, ia lantas pergi ke tempat para pelayan yang terlihat berjejer rapi disana.
"Siapa diantara kalian yang bisa bernyanyi" Bu Maya bertanya sambil menatap semua yang ada disana.
Para karyawan disana saling tatap, mereka semua tidak ada yang bisa menyanyi.
"Ada apa Bu" tanya Vera karena melihat wajah supervisornya itu pias.
"Team yang harusnya mengisi panggung malam ini mengalami kecelakaan, mereka tengah di bawa ke rumah sakit dan bos memintaku untuk mencari penggantinya. Mustahil aku mencari penyanyi lain, lihat bahkan acaranya sudah di mulai.
Keluarga nona Bella akan protes jika acaranya tidak berjalan lancar, perform dari penyanyi adalah salah satu part yang mereka pesan, Vera apa yang harus aku lakukan"
Bu Maya sudah sangat panik, ia sangat bingung harus melakukan apa, otaknya sudah tidak bisa berfikir karena preasure dari Bryan.
"Menambah kehangatan malam ini, tentunya untuk Bella Cantika yang tengah berulang tahun. Mari kita nikmati Akustik musik dari Bryan's Caffe , selamat mendengarkan" ucap host yang menginformasikan tentang suguhan live musik.
Bryan sudah sangat khawatir, karena saat MC sudah turun dari panggung itu tidak ada tanda tanda pergerakan dari sana, ia berfikir jika pasti ia akan habis setelah ini karena acaranya gagal.
Namun tak berselang lama, Bryan bisa bernafas lega karena ia bisa melihat seorang wanita tengah menggendong gitar terlihat berjalan ke arah panggung.
Flashback On
Vera yang melihat Jessika sudah kembali ke tempat teman temannya berkumpul, segera memanggil temannya itu.
"Jes sini buruan" teriak Vera
"Aku" Jessika menunjuk dirinya sendiri.
"Ihh buruan" ucap Vera
Jessika berlari kecil ke arah Vera dan Bu Maya, ia lantas menceritakan permasalahan yang Bryan's Caffe hadapi.
"Aku gak bawa baju Ver, masa aku pakai baju ini" ucap Jessika yang menunjuk dirinya dengan tubuh yang masih terbalut pakaian pelayanan .
"Udah gampang ayo, yang penting kamu mau dulu" ucap Vera mengajak Jessika ke ruang ganti khusus.
Bu Maya bernafas Legas, ia berharap banyak pada Jessika kali ini.
Flashback Off
Lampu disana semua padam, hanya ada cahaya temaram yang menerangi setiap wajah tamu yang duduk di meja, yang terlihat fokus pada panggung di depan sana.
Seorang wanita terlihat memangku gitar, tengah duduk di kursi bulat dan tinggi, berwajah cantik dengan mengenakan pakaian yang serasi dengan tema acara di malam itu.
Lampu putih terfokus pada dirinya, menyinari tubuh indah milik Jessika yang sudah siap untuk mengalunkan suara indahnya.
Jari jari lentik milik Jessika lekas menekan setiap senar di leher gitar akustik itu, membentuk sebuah kunci nada dan kemudian petikan dawai gitar menjadi sebuah melodi yang mengiringi lagu yang ia bawakan
🎶
Ribuan detik kuhabisi
__ADS_1
Jalanan lengang kutentang
Oh gelapnya, tiada yang buka
Adakah dunia mengerti
Miliaran panah jarak kita
Tak jua tumbuh sayapku
Satu-satunya cara yang ada
Gelombang 'tuk ku bicara
Tahanlah, wahai waktu
Ada selamat ulang tahun
Yang harus tiba tepat waktunya
Untuk dia yang terjaga menantiku
Tengah malamnya lewat sudah
Tiada kejutan tersisa
Aku terlunta, tanpa sarana
Saluran 'tuk ku bicara
Jangan berjalan, waktu
Ada selamat ulang tahun
Yang harus tiba tepat waktunya
Semoga dia masih ada menantiku
Mundurlah, wahai waktu
Ada selamat ulang tahun
Yang tertahan 'tuk kuucapkan
Yang harusnya tiba tepat waktunya
Dan rasa cinta yang s'lalu membara
Untuk dia yang terjaga
Menantiku
(Selamat ulang Tahun Dewi lestari)
Lagu indah itu ia bawakan dengan versi dirinya, nada nada indah itu ia bawakan dengan sempurna. Membuat yang disana turut larut dalam suasana itu.
Jessika pun sangat larut dalam setiap lirik yang ia nyanyikan, karena pada saat ini dia juga berulang tahun.
Jika Bella merayakan hari jadinya ini dengan kebahagiaan, berbeda dengan Jessika yang sudah di pastikan tidak ada yang mengetahui hari ulang tahunnya itu selain dirinya sendiri
Please like and comment 🙏
__ADS_1