Nada Cinta Jessika

Nada Cinta Jessika
Bab 45. Rencana Jahat


__ADS_3

.


.


.


Jam berganti jam, hari berganti hari, dan Minggu berganti minggu, Siklus pasti dalam perjalanan hidup semua manusia.


Selama kurun waktu kurang lebih dua Minggu ini David sering bolak balik dari desa ke kota S, begitu juga sebaliknya.


Jessika dan dua sahabatnya itupun, juga semakin lancar bahkan lihai dalam pekerjaanya yang telah berpindah di gudang milih Darmawan group itu.


Mereka sudah sudah terlihat mengenakan seragam yang sudah dirancang khusus dan pastinya sesuai dengan pekerjaan yang mereka jalankan, David bahkan juga memberikan sepatu khusus untuk mereka.


"Eka kamu udah email ke tuan David soal laporan pengiriman hari ini, jangan lupa di CC ke aku ya" ucap Jessika pada sahabatnya itu.


"Belum baru aku mau kirim ini" jawab Eka.


Semua kegiatan berjalan lancar dan normal, Jessika pun terlihat sangat menikmati pekerjaannya itu, mereka pun di jadwalkan libur bergiliran. Seperti saat ini jatah Arin yabg mendapat libur.


Hal itu tentu saja membuat Putri makin tidak suka, ia merencanakan sesuatu yang akan membuat Jessika dikeluarkan jika rencananya itu berhasil.


Kali ini ia akan lebih sedikit extreem dalam melakukan rencananya itu, iri hati sudah membutakan matanya. Bahkan ia mengesampingkan resiko yang mungkin akan timbul jika ia gagal.


"Lakukan dengan teliti, dan ingat jangan sampai ada yang tahu" ucap Putri pada dua orang laki laki bertato itu sambil melemparkan amplop berisi sejumlah uang.


Putri dengan segala kekayaan yang dimiliki oleh orang tuanya, tentu saja bisa dengan mudah membuatnya mampu memiliki sejumlah uang yang ia inginkan untuk keperluannya.


Hatinya sudah dikuasi kebencian dan iri hati pada Jessika, apalagi dia sekarang sudah tahu jika beberapa waktu yang lalu Jessika telah diajak keluar oleh Leo.


"Baik, lalu bagaimana rencananya bos" ucap salah satu pria jahat yang jasanya saat ini tengah di sewa oleh putri.


Mereka berbincang, tidak ada cara lain selain membuat Jessika jauh dari kehidupan keluarga Darmawan, karena bagi putri Jessika saat ini menjadi saingan terberatnya untuk mendapatkan Leo.


****


Sore itu Eka pulang terlebih dahulu karena ibunya sedang sakit, ia sudah ijin ke bosnya itu. Jessika tinggal seorang diri di sana, namun masih ada beberapa pekerja dan mandor yang mempacking cabai yang akan i dikirim keluar kota malam nanti.


"Tolong kamu pastikan hitungan berapa kilo dan berapa kilo kiriman hari ini, aku akan pulang terlebih dahulu mau menemani papa kontrol" ucap David pada Jessika.

__ADS_1


"Baik tuan" ucap Jessika.


Kiriman malam itu sangat banyak, dan harga cabai juga kian melejit. Hal itu di sebabkan karena di beberapa kota lain banyak yang gagal panen atau kualitas cabainya tidak bagus.


Dan tentu saja kiriman itu sudah sangat di tunggu oleh rekan bisnis pak Edy yang telah bekerja sama dengannya, untuk itu pengiriman malam itu harus berjalan lancar.


Jessika hari itu terpaksa ikut pulang agak malam, mau bagaimana lagi sudah menjadi resiko hal seperti ini. Ia tidak tahu jika malam itu sebuah hal buruk akan menimpa dirinya.


Selepas menjalankan shalat Maghrib di mushola yang berada di area gudang tersebut, Jessika duduk sambil menyelesaikan catatannya tentang jumlah cabai yang di angkut malam itu di temani satu orang mandor.


"Pak gimana sudah selesai?" tanya Jessika.


"Tinggal satu koli aja Jes" jawab mandor itu.


Tiba tiba listrik di gudang itu mati, beberapa pekerja pun bingung. Pasalnya tidak pernah sebelumnya listrik di gudang itu mengalami hal seperti ini.


"Pak, pak Eko" tanya Jessika sambil meraba raba keberadaan ponselnya untuk membantu menerangi sekitar.


Namun tidak ada jawaban, dan tidak terdengar suara sama sekali disana. Jessika semakin takut, namun belum sempat ia menemukan ponsel miliknya ia tiba tiba di bekap oleh seseorang dan kemudian ia tak sadarkan diri.


Saat terbangun, ia merasa kepalanya begitu berat. Dengan segala kekuatannya ia mencoba duduk dan berusaha untuk memulihkan kesadarannya.


Jessika mengedarkan pandangannya ke area itu, ia merasa saat ini tengah berada sebuah tempat yang asing bagi dirinya.


"Tolong tolong" ia berteriak meminta bantuan, barangkali ada yang mendengar.


Namun tiba tiba


"Tuan dia disini, ketangkap kamu sekarang ya" ucap salah seorang pekerja laki laki.


"Maksudnya apa pak, sa saya minta tolong tadi ada orang yang membius saya" ucap Jessika mencoba memberikan penjelasan.


Tiba tiba sekumpulan orang datang dan menemukan Jessika yang tengah duduk di rerumputan dan di sampingnya terdapat tas berisikan uang yang banyak serta sebuah penutup kepala.


David dan pak Darmawan yang mendapat laporan adanya kejadian itu, turut hadir disana.


Flashback On


"Bough" suara pukulan benda tumpul yang mengenai pak Eko dan kemudian pingsan.

__ADS_1


Pak Eko yang saat itu bertugas disana, setelah dirinya pingsan kemudian di bawa menuju sungai lali di hanyutkan oleh salah seorang dari orang suruhan Putri dan berharap ia pergi untuk selamanya.


Dan tersisa pekerja biasa dan dua orang ibu ibu yang membantu disana dan juga satu orang yang sudah di sewa putri untuk menyamar


Setelah lampu kembali menyala beberapa orang disana melihat Jessika tertangkap basah sedang memasukkan beberapa uang, dan langsung lari menuju belakang gudang.


Namun yang melakukan itu bukanlah Jessika, namun Putri yang sengaja memaki baju serta penampilan yang mirip sekali dengan Jessika, ia menggunakan kerudung untuk menutupi wajahnya agar tidak terlihat.


"Woyy ngapain kamu Jess" ucap salah seorang ibu ibu yang mengira itu adalah Jessika.


Tentu saja ia meyakini jika itu Jessika, sebab yang sedari tadi disana adalah Jessika, Putri sudah merencanakan semua ini dengan begitu rinci, bahkan ia sudah memperhitungkan segala resiko.


Putri terus berlari sambil membawa sejumlah uang yang dia bawa itu dan berhasil menghilang di rerumputan yang berada di belakang gudangnya.


Flashback Off


"Jessika kenapa kau lakukan ini" tanya David yang sudah mendapat informasi dari ibu ibu yang melihat Jessika melakukan tindak pencurian uang.


"Tolong saya tuan, ada yang mau berbuat jahat kepada saya tuan" ucap Jessika sambil menangis dan memegang lengan David.


"Sebaiknya tidak usah banyak drama, kamu sudah ketangkap basah mencuri uang di gudang tadi kan" ucap pria suruhan Putri yang menjadi provokator.


"Apa maksudmu pak, mencuri apa" ucap Jessika yang memang bingung kenapa tiba tiba banyak orang yang bersikap tidak baik padanya.


"Ini apa, kamu tadi pas nyuri ini kami teriaki malah kabur kan, pas mati lampu kamu gunakan untuk mencuri ya!" ucap salah satu ibu ibu yang menunjukkan tas berisikan uang yang tercecer dan sebuah penutup kepala.


Saat melihat banyak uang yang berada di sampingnya, Jessika seketika terperanjat. Dari man asal uang sebanyak itu, sedangkan ia saja baru sadar.


Uang itu adalah uang yang sengaja di taruh di gudang, di sebuah laci dan setiap hari Jessika mengunci dan menyerahkan kunci itu pada pak Eko. Uang itu sengaja disiapkan disana untuk persiapan jika ada pekerja yang kasbon bayaran.


"Tapi saya bersumpah, saya tadi waktu mati lampu ada orang yang membekap mulut saya dan saat saya sadar saya berada disini" ucapnya jujur karena memang itulah kenyataannya.


Pak Edy hanya diam, ia masih belum percaya jika Jessika berani berbuat hal seperti itu. David pun sama, belajar dari kejadian tempo hari ia juga tak mempercayai.


"Kalau kalian semua tidak percaya, bagaimana kalau kita melihat CCTV" ucap orang suruhan Putri yang menyamar sebagai warga.


Baiklah, tolong segera putar rekaman itu, kita tidak boleh memutuskan sesuatu tanpa ada bukti.


Jessika tentu saja senang, karena ia percaya bahwa ia tak melakukan apapun. Dia yakin ini adalah fitnah untuknya, dan semoga CCTV itu bisa menolongnya.

__ADS_1


__ADS_2