
.
.
.
Adrian yang mencari cari Tomy namun tidak berhasil menemukannya, bergegas mencari David.
"Bos, apa kau melihat Tomy" tanya Adrian pada David yang masih sibuk dengan laptop-nya dan tengah duduk di sofa ruang tengah.
"Tidak" jawab David.
"Apa kau juga melihat Leo bos" tanyanya kembali.
"Tidak" jawab David kembali.
"Apa kau tahu dimana mereka ya bos" Adrian terus mencecarnya dengan pertanyaan.
"Tidak" jawab David untuk kesekian kalinya.
"Orang ini, apa tidak ada kata lain selain Tidak" Jawab Adrian yang kesal, lalu pergi meninggalkan bosnya itu.
"Kemana sih si Tomy, bukannya packing malah ngilang" ia menggerutu sendiri.
Lantaran sibuk dengan pekerjaannya, David menjadi tidak mempedulikan perihal kepergian Leo dan Tomy, karena selain memang tidak tahu ia kini memang benar benar sibuk.
****
Setelah mengantar Jessika dan Eka ke rumah mereka masing masing-masing, kini Tomy pindah posisi di samping Leo yang tengah memegang kemudi.
Tomy yang melihat Leo tengah diam seperti memikirkan sesuatu dan terlihat lesu menjadi penasaran, kenapa ia tidak se semangat saat berangkat tadi.
"Apa semua berjalan sesuai rencana bos" tanya Tomy datar.
"Entahlah Tom, apa menurutmu aku bukan pria baik" ucap Leo yang balik bertanya.
"Maksudmu apa bos, aku tidak mengerti" jawab Tomy.
Akhirnya Leo menceritakan secara jujur tentang Jessika yang menolaknya saat di cafe tadi.
Tomy cukup terkejut selain dugaannya benar mengenai Leo yang seperti sedang menyukai Jessika, ia lebih terkejut lagi pasalnya ternyata ada juga wanita yang menolak pesona seorang Leo, bahkan yang berani menolak Leo adalah seorang gadis desa seperti Jessika.
Meski tidak di pungkiri oleh Tomy, Jessika memang cantik dan juga mandiri, ia juga terlihat memiliki kepribadian yang baik.
"Dengar bos, kau mungkin tidak bisa memilikinya sekarang. Tapi selama masih belum ada lelaki lain yang menikahinya, peluang itu masih ada bos" ucap Tomy menasehati.
"Aku tidak tahu tom, aku bahkan berfikir jika dia sudah memiliki laki laki yang mungkin saat ini tengah dekat dengannya" ucap Leo sambil mengingat saat David bersamaan dengan Jessika.
"Setidaknya anda sudah berusaha bos, jadi sudah tidak ada yang mengganjal dalam hatimu, meski jawaban yang anda dapat tidak sesuai ekspektasi" ucap Tomy.
__ADS_1
"Ya kau benar tom, dan sebaiknya kau jangan memberitahu tentang hal ini pada bang David maupun Adrian" ucap Leo memberitahu.
"Baik bos" jawab Tomy singkat.
****
Jessika yang baru sampai rumahnya segera menuju kamar mandinya untuk mengambil air wudhu karena belum melaksanakan shalat Isya.
"Assalamu'alaikum warahmatullah, Assalamualaikum warahmatullah," ucapnya saat salam terakhir dalam shalatnya.
Dalam doanya ia tak pernah lupa untuk mendoakan kedua orangtuanya yang sudah lebih dahulu meninggalkannya untuk selamanya, juga untuk kehidupannya yang ia jalani bersama neneknya yang sudah tidak muda lagi.
"Ya Allah berikanlah hamba Mu petunjuk, sebab Engkaulah yang maha mengetahui sedangkan kami tidak" ia memanjatkan doanya dengan khidmat.
Usai melepas perangkat shalatnya, ia menuju dapur dan menemui neneknya yang terlihat habis mencuci beberapa peralatan untuk membuat adonan jualannya.
"Udah selesai Wek" tanya jessika pada neneknya.
"Uwis ini Nduk, kamu sudah shalat belum" tanya mbok yah pada cucunya.
"Sudah barusan, emmmm Wek menurut Mak wek mas Leo itu bagaimana?" tanya Jessika agak malu.
"Mas Leo anaknya pak Edy?" tanya mbok yah.
"Iya wek, tadi di cafe mas Leo bilang jika dia suka sama Jessika, minta Jessika jadi kekasihnya" ucap Jessika agak malu pada neneknya.
"Apa? yang bener kamu, terus sudah kamu jawab apa belum" tanya mbok yah sambil mengajak cucunya duduk di bangku panjang di dapurnya itu.
"Mak wek gak bisa berkomentar, semua terserah kamu. Kamu sudah dewasa, berhak menentukan dengan siapa kamu mau menjalin hubungan. Tuhan sudah mengatur jodoh setiap umatnya nduk" jawab mbok yah bijak.
"Mas Leo tadi ngasih aku handphone ini wek, aku gak boleh nolak pemberiannya setelah aku menolak dia" jawab Jessika polos sambil memperlihatkan sebuah ponsel keluaran terbaru dan tentu saja harganya pasti mahal.
"Den Leo memang orang baik, semoga ia nanti berjodoh dengan wanita baik baik juga ya Nduk" ucap mbok yah.
Mereka akhirnya segera beristirahat setelah cukup berbincang-bincang mengenai acara makan malamnya bersama Leo, Tomy, dan juga Eka. Bahkan mbok yah tertawa saat Jessika menceritakan saat Eka yang tertidur dan susah di bangunkan sehingga membuat Tomy harus membopongnya.
****
Terdengar suara mesin mobil yang baru saja di matikan di garasi rumah pak Edy, Leo dan Tomy kemudian turun dari mobil dan saat mereka memasuki rumah muncul Adrian dengan berondongan pertanyaan-pertanyaanya.
"Dari mana saja, tega sekali kalian meninggalkan aku dan bla bla bla" ucap Adrian yang mencecar pertanyaan pada dua pria tampan dihadapannya.
Leo memilih langsung masuk tanpa menjawab pertanyaan Adrian, namun Tomy memilih duduk dulu di kursi depan.
"Kenapa Bos mu, mukanya lesu sekali dan dia juga tidak menjawab pertanyaan dariku" tanya Adrian.
"Mungkin dia lelah, kami baru saja keluar sebentar tadi aku mencari mu kau tidak ada, ya sudah ku tinggal saja" ucap Tomy berbohong.
"Tega sekali kalian meninggalkanku sendiri, aku kan kesepian" ucap Adrian lebay.
__ADS_1
"CK sudahlah jangan lebay, aku lelah ingin tidur besok kita harus kembali ke kota S" ucap Tomy sambil beranjak dari kursi menuju kamarnya.
David masih terlihat berkutat dengan laptop miliknya, ia bahkan tidak menyadari jika Leo sudah datang dan tengah duduk di sofa di depannya.
"Kalian belum tidur" ucap pak Edy yang muncul dari arah belakang.
"Belum pa, Leo baru saja sampai" jawab Leo pada papanya.
"Kamu darimana, katanya besok mau pulang ke kota S kenapa tidak beristirahat.
David yang mendengar jika adiknya besok akan pulang menghentikan kegiatannya, ia tidak tahu jika Leo besok jadi akan pulang.
"Apa kau sungguh akan pulang besok?" tanya David pada adiknya.
"Iya bang, bang David kalau masih ingin disini dulu tidak masalah. Aku tidak bisa meninggalkan kantor terlalu lama, besok Adrian dan Tomy akan iku bersamaku". jawab Leo
"Baiklah, aku akan menemani papa dulu disini selama beberapa hari" jawab David.
Leo hanya mengangguk sambil membuka ponselnya, ia mengirim chat pada Jessika melalui aplikasi pesan singkat namun masih centang satu, pertanda si empunya handphone belum mengaktifkannya.
"Astaga sepertinya belum dia aktifkan ponslenya, CK" Leo berdecak sambil bicara sendiri.
"Kau bicara pada siapa Leo" tanya pak Edy yang bingung dengan Leo.
"Oh enggak pa, ini balas chat teman. Ya udah pa, aku masuk kamar dulu" ucap Leo kemudian berlalu.
Kini hanya ada pak Edy bersama David di ruangan itu, David masih kembali terlihat mengetik sesuatu pada laptopnya.
"Bagaimana pekerjaanmu David, apa ada masalah" tanya pak Edy pada David.
"Aman pa lancar, meskipun aku tinggal anak buah Adrian bisa di andalkan. Aku tinggal mengecek beberapa laporan krusial" jawabnya sambil sesekali melihat papanya saat tengah sibuk dengan laptop-nya itu.
"Kenapa kau tidak jadi membawa pacarmu David, kapan hari kau bilang akan memperkenalkan dia pada papa" tanya pak Edy yang sukses membuat David menghentikan kegiatannya, dan menutup laptopnya.
Pak Edy belum mengetahui perihal hubungan David dan Sherly yang sudah kandas itu, David baru berkesempatan ngobrol berdua dengan papanya malam itu semenjak ia datang kemaren lusa, akhirnya David pun menceritakan segala yang terjadi antara David dan juga Sherly.
David terlihat begitu kecewa dan ada guratan kesedihan kala mengingat kembali kejadian itu, sungguh ia saat ini sangat membenci wanita bernama Sherly itu, wanita yang pernah mengisi hari harinya itu kini sudah tidak menjadi apa apa, bahkan David sudah menghilangkan nama itu dari hatinya.
"Papa turut prihatin David, semua ini menjadikan pelajaran buatmu bahwa tidak semua yang berkilauan itu adalah emas David" ucap pak Edy memberikan petuahnya.
Apa yang dikatakan oleh pak Edy memang benar, Sherly adalah wanita yang cantik bahkan hidupnya yang glamour itu mampu menumbuhkan kesan iri pada semua wanita yang kurang beruntung darinya.
Namun packaging yang terlihat baik itu, tidak di barengi dengan akhlak yang baik pula. Ia justru berbuat hal yang dapat merendahkan martabatnya sendiri sebagai seorang wanita, bahkan sebagai calon istri dari seorang David.
"Aku tidak tahu pa, mengapa wanita semua sama" ucap David yang kesal mengingat penghianatan Sherly.
Pak Edy memindahkan posisi duduknya di ke samping David, ia menepuk bahu putra sulungnya itu memberikan kekuatan.
"Kami beruntung Tuhan sudah membukakan tabir gelap itu sebelum ia memasuki seluruh hidupmu David, dan ingat semua wanita tidak seperti yang kau pikirkan, tinggal dari sudut mana kamu melihatnya, lihat mamamu yang setia pada papa Sampai maut menjemputnya, bahkan kesuksesan yang papa raih saat ini belum sepenuhnya dirasakan oleh mamamu" ucap pak Edy panjang.
__ADS_1
"Terimakasih pa, David janji akan memberikan menantu yang baik untuk papa seperti mama, meski David saat ini belum dekat dengan siapapun" ucap David.
Please like and comment 🙏