
.
.
.
Sore hari semua tamu sudah kembali kerumah mereka, setelah menikmati beberapa sajian makanan lezat dan kesenian lokal tentunya.
Esok mereka masih akan menghadiri resepsi di Grand City Hottel yang berada di pusat kota kecil itu.
David malam ini menginap di hotel Grand City, karena besok ia dan Jessika akan menyelenggarakan resepsi
Sementara keluarga lain akan berangkat dari rumah masing-masing besok, Jack dan Victor ditugaskan untuk mengakomodir kendaraan bagi keluarga Jessika.
Selepas acara di rumah Jessika berakhir, mereka di antar oleh Tomy menuju Hotel.
Semua sudah diatur sedemikian rupa, tentu saja berkat ikut campur tangan Tomy dan Adrian.
Mereka berdua terlihat memasuki kamar dengan kelas setara presidential suite itu.
Luas, lega, mewah dan tentu saja bertarif fantastis. Keluarga David tidak akan keberatan dengan semua ini.
Penata rias yang turut bersama mereka itu bertugas untuk melepas segala aksesoris dan atribut yang ia kenakan sewaktu acara akad tadi.
"Kamu mandi dulu, aku keluar sebentar"
"Kamar mandinya ada di sebelah sana" ucap David kepada istrinya setelah di bantu penata rias untuk melepas semua aksesoris yang ia kenakan tadi.
Menyisakan mereka berdua saja di kamar seluas itu, membuat Jessika grogi dan salah tingkah.
"Emmm aku gak bawa baju ganti mas, gimana donk" ucap Jessika yang memang setelah acara selesai langsung di bawa ke hotel oleh Tomy.
David tertawa kecil "Kamu ini sekarang sudah jadi nyonya David, jangan khawatir kalau hanya soal pakaian"
"Coba kamu cek di lemari" David menunjuk lemari pakaian di samping Jessika menggunakan dagunya.
"Astaga mas, baju siapa ini?" Jessika menoleh ke arah David setelah membuka lemari berisikan pakaian baru yang begitu banyak.
Berbagai macam, jenis dan model.
"Tentu saja punyamu"
"Sudah kamu mandi dulu sana, aku akan menemui Adrian dan Tomy terlebih dahulu"
Jessika terheran heran, sentuhan keajaiban bagaikan hadir dalam hidupnya.
Bagaimana bisa, ia yang hanya gadis desa biasa dengan hidup yang sarat dengan kesulitan, kini berbalik 180 derajat menjadi dekat dengan kemewahan.
Ia memasuki kamar mandi yang luas, dengan bak mandi besar. Lengkap dengan berbagai aromaterapi juga benda benda yang cukup asing baginya.
"Apa ini" ia mengambil sebuah botol dengan warna hijau pastel.
"O shampo" ia meletakkan kembali botol tersebut, menurutnya botol itu lebih cocok digunakan sebagai hiasan rumah dari pada tempat shampo.
Setelah lebih dari 35 menit ia baru selesai dengan ritualnya, ia memakai handuk kimono putih dengan rambut yang masih basah
Saat dirinya keluar, ia melihat David yang berbaring di atas ranjang yang sudah dihias dengan nuansa pengantin baru.
"Mas, kami mandi dulu gih" ucapnya sambil mengeringkan rambutnya menggunakan handuk.
David kemudian berdiri, menghampiri Jessika yang berdiri di depan cermin sambil menggosok rambutnya dengan handuk.
"Kamu udah wangi banget sayang, sengaja menggodaku ya" David berbicara di ceruk leher Jessika.
Membuat istrinya itu merinding, karena kehangatan nafas David yang menimbulkan gelenyar aneh di tubuhnya.
"Mas sana mandi dulu, kamu bau" kelakar Jessika dengan gaya menutup hidungnya.
__ADS_1
"Awas kamu ya" David menggelitik perut Jessika, membuat Jessika berlari menghindar sambil tertawa.
"Stop mas udah, sana buruan mandi"
****
Sore itu Bella dan Leo juga menginap di hotel yang sama, menjelang pukul 16.00 mereka bangun.
Bella merasakan benda berat yang menimpa tubuhnya, saat ia menoleh ternyata tangan Leo melingkar di tubuhnya.
Saat akan memindahkan tangan kekar itu, Leo justru menarik Bella ke pelukannya.
Membuat dirinya kembali terbaring di samping Leo.
Hal yang belum pernah Leo lakukan selama menjadi suaminya, melakukan sentuhan hangat seperti saat ini.
"Diamlah, aku masih mengantuk" ucap Leo dengan mata yang masih terpejam.
"Tapi..."
"Sssstttt" Leo mengeratkan pelukannya.
Bella akhirnya kembali ke posisi semula, jantungnya berdegup kencang. Ia tersenyum senang, pasalnya ini yang ia harapkan bukan?
.
.
Leo sudah nampak segar karena dia telah mandi, Bella juga terlihat sudah fresh dan terlihat akan makan malam bersama suaminya.
"Siap?" tanya Leo kepada Bella.
"Bella tersenyum, sambil menautkan tangannya ke lengan Leo.
Rupanya Leo menyiapkan makan malam romantis bersama istrinya itu, Bella yang mendapat perlakuan hangat dari Leo tentu saja senang.
"Kau tah Leo, beberapa hari setelah aku kehilangan anak kita, aku merasa hopeless"
"Kita menikah by accident, dan jika anak kita sudah hi...."
"Sssssttttt" Leo meletakkan jarinya di bibir Bella.
"Mari kita mulai dari awal"
Leo sendiri tidak tahu pasti kapan percikan apai itu muncul, namun yang jelas saat melihat istrinya muntah muntah dikamar sewaktu Bella baru pertamakali datang ke rumah Desa itu, rasa ingin melindungi tiba tiba muncul.
Apalagi sewaktu Bella di serang oleh Putri, dan dia yang pingsan lalu kehilangan anaknya. Bisa jadi itu adalah titik balik hatinya yang lekas mencintai Bella.
Mereka menikmati makan malam dengan romantis dan penuh kebahagiaan.
****
Kamar pengantin
.
.
Hati Jessika seperti berdemo, berdegup kencang dan desiran aneh timbul dari dirinya.
"Kau tahu sayang, aku bahagia sekali malam ini" ucap David yang kini berbaring sembari memeluk istrinya, saling menautkan jati jemarinya menjadi satu dengan milik Jessika.
"Aku juga mas"
"Ternyata nama Ayahmu sama dengan papa"
"Heem, itu benar"
"Kenapa tidak pernah memberitahuku?"
__ADS_1
"Mas tidak bertanya"
"CK" David hanya berdecak demi menanggapi jawaban Jessika.
"Aku grogi mas, besok pasti tamu tamu bisnismu banyak yang datang"
"Aku takut nanti malu maluin" Jessika berkata sambil menyenderkan kepalanya ke dada bidang David.
"Kamu jangan terus terusan merendah sayang, kamu itu berharga buat aku. Kamu spesial"
Lama mereka saling menatap, David kemudian mendekatkan wajahnya ke arah Jessika.
Jessika yang tahu apa yang di inginkan David seketika tubuhnya panas, ia memejamkan matanya.
Benda kenyal dan basah telah menempel di bibirnya, mengeksplorasi seluruh bagian dalam saling bertukar Saliva.
Hembusan nafas segar David menyeruak di hidungnya, membuat sesuatu dari tubuhnya bergelenyar aneh.
David mulai meraba rab tubuh padat istrinya, Jessika pun hanya bisa diam, membiarkan suaminya menyentuhnya.
Namun saat sesuatu yang dibawah sana sudah bangun dan menegang.
Tok tok tok
"Oh ****!!!" umpat David sesaat setelah melepas tautan bibir mereka.
Membuat Jessika malu, ia menutupi wajahnya dengan selimut tebal berwarna putih itu.
"Siapa?" Jessika bertanya dari balik selimut.
"Sepertinya Tomy, aku lupa tadi nyuruh dia buat ambil ponselku"
David benar benar akan memakan habis Tomy, tapi Tomy kan gak salah salah amat.
"Maaf tuan mengganggu" ucap Tomy dengan wajah kikuk, sesaat setelah pintu kamar itu terbuka.
"Sini cepat, ingat aku tidak mau ada gangguan lagi setelah ini" ancam David setelah menyambar benda pipih itu.
Braaaak
Pintu itu di tutup dengan keras, membuat Tomy menggelengkan kepalanya.
"Huft!!! simalakama lagi" ucapnya kemudian memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celananya, kemudian pergi dari tempat itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
Duuuh Kasian banget si Tomy ya, 🤣🤣🤣🤣
dasar si bos
Readers terkasih, kisah Andhira dan Abimanyu sudah up Lo.
Yuk kunjungi, dan berikan komentar positif yang membangun.
Semoga readers sehat selalu ya😘😘😘
__ADS_1