Nada Cinta Jessika

Nada Cinta Jessika
Bab 65. Insomnia Lagi


__ADS_3

.


.


.


"Braaaaak" suara gebrakan meja menggema di ruangan itu.


"Apa yang kau katakan" tanya wanita misterius itu pada orang berbaju serba hitam di hadapannya.


"Benar bos, aku sudah memotretnya mereka saling berpelukan dan bahkan David memberinya sebuah kotak. Sepertinya itu perhiasan mahal" ucap pria berbaju hitam.


Wanita itu beberapa hari belakang ini sengaja menyewa orang untuk membuntuti setiap pergerakan David.


"Kumpulkan informasi lebih banyak lagi, aku tidak mau sampai salah orang" titah wanita itu.


"Akan ku balas kau David" ucap wanita itu.


*****


Leo mencari cari keberadaan kakaknya, ia bertanya pada Adrian dan Tomy tapi mereka juga tidak tahu.


"Ada apa Leo, kau mencari sesuatu" tanya Bella.


"Iya bel, kemana bang David" ucap Leo.


Bryan terlihat datang pada mereka berempat,


"Selamat ulang tahun Bella, aku berterimakasih karena kau telah mempercayakan Caffe ku sebagi pilihan untuk menyelenggarakan acara ini".


"Terimakasih Bry, aku sungguh senang. Dan oh iya singer milikmu itu sungguh bertalenta, seperti tempatmu ini akan banjir pengunjung tiap malam minggu jika dia yang tampil" ucap Bella.


"Ya kau benar, dia baru beberapa hari disini tapi aku baru tahu jika dia sangat mumpuni dalam bernyanyi" ucap Bryan.


"Kau sedang mencari siapa Leo" tanya Bryan yang melihat Leo tengah celingak-celinguk mencari seseorang.


"Apa kau melihat bang David" tanya Leo.


"Oh tadi dia berbicara bersama Jessika di belakang, aku tidak tau apa yang mereka bicarakan" ucap Bryan.


Duaaaarrrr lagi lagi Leo kalah start, ia menjadi sangat cemburu tidak beralasan. Ada rasa tidak suka dihatinya saat tahu Jessika saat ini tengah bersama kakaknya.


"Oh ya sudah, aku akan menunggunya disini" ucap Leo kikuk.

__ADS_1


Tak berselang lama David terlihat berjalan menuju tempat mereka, dan di ikuti Jessika di belakangnya.


"Nah itu kak David" ucap Bella.


"Kak David dari mana saja, adikmu satu satunya ini sampai bingung" ucap Bella menempel pada Leo.


"Tidak dari mana mana, ada apa" tanya David.


"Tidak ,aku pikir kau pulang meninggalkanku dulu tadi" jawab Leo asal.


Dada Leo merasakan nyeri saat menatap Jessika yang datang bersama David, sampai kapan ia harus menahannya.


"Hallo siapa namamu?" ucap bela menyodorkan tangannya.


"Saya Jessika nona" ucap Jessika menjabat tangan lembut Bella.


"Suaramu bagus sekali, kau juga pintar sekali bermain gitar. Kenapa tidak jadi penyanyi saya " sapa Bella ramah.


Jessika tak mengira jika Bella adalah wanita yang ramah, dia juga supel. Jarang sekali orang berkelas seperti Bella mau berkenalan dengan orang biasa seperti Jessika.


"Terimakasih pujiannya nona, emm masih banyak yang lebih dari saya " ucap Jessika merendahkan diri.


Jessika melihat Bella yang terus saja menggandeng tangan Leo, membuat dirinya tersenyum " Anda sangat serasi bersama tuan Leo nona".


"Owh emmm benarkah begitu" tanya bela yang tersipu malu namun senang.


Leo yang menjadi topik pembicaraan hanya menelan salivanya, sungguh Jessika sudah salah paham dengannya.


Tomy yang tahu jika bosnya merasa tak nyaman itupun mencoba mencairkan suasana.


"Bos sepertinya kita harus segera pulang, anda harus banyak beristirahat ,anda baru saja pulih" ucap Tomy masih dengan wajah datarnya.


"Astaga apa kau sakit Leo, kenapa kau tidak memberitahuku" ucap Bella terkejut.


"Dia anak bebal, kemaren saja mau ku panggilkan Dion dia juga menolaknya" ucap David.


"Kak David panggil aku saja, biar aku yang memeriksanya jika dia keras kepala" ucap Bella.


"Oh jadi dia dokter" gumam Jessika yang baru mengetahui jika wanita cantik itu berprofesi sebagai dokter. Ia semakin merasa menciut, menurutnya Leo sudah bersama orang yang tepat dan sederajat.


*****


"Huft capek aku Ver, ucap Jessika sambil membaringkan tubuhnya di kasur empuk kamar Vera"

__ADS_1


Setelah mandi dan melaksanakan shalat isya, ia lantas merebahkan tubuhnya yang sudah lelah karena hari ia masuk full day.


"Sama Jes, aduh punggungku remuk banget ini" ucap ver sambil meregangkan otot-ototnya ke kanan dan ke kiri.


"Besok kamu libur enak Ver, nah aku masih masuk terus gak tau sampai kapan" gerutu Jessika.


"Makanya kamu cepat tidur, biar besok gak lemes" ucap Vera seraya menarik selimutnya.


"Ih Ver menurutmu apa besok mbak citra gak marah sama aku ya" tanya Jessika.


"Ver..." panggil Jessika kembali karena tidak mendapat jawaban.


"Isssh dan tidur duluan lagi dia" Jessika menggerutu, sudah dua malam ini dia sangat susah memejamkan matanya.


Ia menjadi senyum senyum sendiri macam orang gila. Ya benar saja, Jessika tersenyum senang karena David memberinya ucapan padanya.


David menjadi the first and the last orang yang mengucapkan selamat ulangtahun kepadanya, karena tidak ada yang mengetahuinya lagi selain David.


Ia bahkan teringat saat dirinya di peluk oleh David, rasa nyaman yang di berikan David membuat Jessika makin senyum senyum tidak jelas, ada rasa bahagia bersemayam di hatinya saat ini.


"Ya Allah, ampunilah hambamu ini" ucapnya dalam hati yang mengingat jika bibirnya sudah tidak orisinil akibat serangan David.


"Ya Allah apa yang terjadi kepadaku, kenapa tiap malam aku memikirkannya" batin dia kembali.


Jessika tidak bisa memejamkan matanya, ini adalah kali kedua dia insomnia. Ia memiringkan tubuhnya membelakangi Vera yang sudah larut dalam mimpinya, ia kangen dengan kedua sahabatnya di kampung.


Ia lantas membuka ponselnya dan mengirim sebuah chat, ia membuat sebuah group yang beranggotakan Eka, Arin dan dirinya.


"Hay apa kabar,kalian sudah tidur kah πŸ™„" Jessika memulai percakapan.


Terlihat Eka yang mengetik, hendak membalas chat di group itu.


"Udah jadi orang kota, lupa sama kita yang di kampung πŸ˜’" balas Eka.


"Astaga aku jarang pegang HP sayaaaaaangku, gimana kalian kabarnya aku kangen😘" jawab Jessika.


"Jessika aku kangen, tega sekali gak pernah kasih kabar 😀" Arin baru saja bergabung.


"Aku juga kangen, kamu kapan pulang 😁" balas Eka.


"Kerja baru sebentar sudah nanyain pulang woy, nanti kalau duitku banyak kalian aku ajak kesini ya" Jessika membalas.


Mereka terus saling membalas chat di group WA mereka, hingga kantuk menghampiri Jessika dan membuat mereka menyudahi temu kangen di dunia maya mereka.

__ADS_1


Tinggalkan jejak dengan like dan comment πŸ™


__ADS_2