
.
.
Eka
Ia tak menduga bila acara yang ia hadiri saat ini adalah acara bergengsi, banyak sekali manusia-manusia yang berpenampilan ciamik dan terkesan glamour.
Ballroom besar itu sudah terlihat ramai dengan manusia yang berpenampilan kurang lebih sama dengan dirinya. Hanya saja, saat dia hendak memasuki ballroom utama, Tomy berhenti mendadak.
"CK, enggak mobil enggak orangnya suka berhenti mendadak!" gerutu Eka.
"Bersikaplah lemah lembut!" bisik Tomy, yang meraih tangan Eka dan mengaitkannya ke lengannya yang kekar.
Eka mendongak, karena tingginya yang hanya sebatas bahu Tomy. "Ribet banget sih, ah elah!!" belum apa - apa sudah mengajukan protes.
Tomy tak menanggapi, ia lebih memilih berjalan kedepan, mulai memasuki pintu yang terbuka lebar itu. Mereka melihat pria dan wanita yang tengah memegang gelas minuman, ada yang duduk ada yang berdiri. Namun kegiatan mereka sama, mengobrol.
Terlihat beberapa petugas safety and security, standby di depan lobby. Memastikan semuanya aman dan terkendali.
Saat Eka dan Tomy masuk dengan posisi bergandengan, banyak pasang mata yang melihat. Tentu saja membuat sebagian iri, Tomy yang tampan juga Eka yang manis dan cantik. Membuat keduanya menjadi best couple.
"Siap dia?"
"Itukan assisten Tomy, dari Darmawan Group!"
"Apa dia kekasihnya?"
Suara kasak-kusuk terdengar sayup. Membuat seorang wanita cantik dengan dress mini turut menatap kedatangan Eka dan Tomy.
Hati wanita itu mencelos, demi melihat Tomy yang datang menggandeng seorang wanita.
"Siapa dia?" batin wanita itu, yang menatap Eka tak suka.
Di ujung barat, terlihat Tuan Zakaria tengah berdiri menerima berbagai ucapan dari seluruh tamu undangan. Dan yang pasti, semua tamu disana adalah golongan sultan. Mungkin hanya Eka saja yang berasal dari kaum pinggiran nan kusam.
"Selamat Ulang Tuan Zakaria!" Tomy menjabat tangan seorang pria yang sudah sedikit tua.
"Terimakasih banyak assisten Tomy!" Tuan Zakaria menerima uluran tangan Tomy, mereka terlihat akrab. Ya, sebagai assisten yang kerap di bawa David untuk mengikuti rapat dan pertemuan di sana-sini dengan berbagai kolega, membuat Tomy juga mudah dikenali.
"Cih, sudah tua masih saja ulang tahun. Ku pikir seorang pria muda yang tengah bikin acara!" Eka malah bergosip dengan dirinya sendiri, dalam hati pula.
"Shhhtt Shhhtt!!" ucap Tomy seraya menyenggol Eka, memberikan insyarat untuk turut mengucapkan selamat.
"Apa?" Eka malah menatap Tomy, benar- benar amatir.
Tomy memberikan bahasa isyarat untuk segera menyalami Tuan Zakaria.
Sejurus kemudian Eka melihat pria tua bertubuh gemuk itu tersenyum, ia akhirnya mengerti maksud dari Tomy.
"Ah iya Tuan, selamat ulang tahun. Sungguh pestanya bagus!" ucap Eka keras, ia tidak tahu caranya berhadapan dengan orang kelas atas macam Tuan Zakaria.
Demi apapun, Tomy menahan malu dengan sikap Eka yang tak sesuai dengan penampilannya.
"Terimakasih!" Tuan Zakaria malah senang melihat Eka yang ekspresif, membuat suasana menjadi lebih tidak kaku.
"Siapa dia ?, apa calon asisten Tomy?" tebak Tuan zakarya, seraya tersenyum.
"Bukan!!" jawab Eka.
"Iya!!" jawab Tomy.
Seketika keadaan disana menjadi hening.
Krik krik krik
__ADS_1
"Oh..." Tuan Zakaria tertawa kecil, berusaha memecah kecanggungan yang tercipta.
"Berarti, masih ada kesempatan buat Clarissa!" ucap Tuan Zakaria.
Berarti, masih ada kesempatan buat Clarissa!" ucap Tuan Zakaria.
"Siapa Clarissa?" batin Eka.
Clarissa adalah putri tunggal dari tuan Zakaria, ia menyukai Tomy semenjak beberapa bulan yang lalu. Sewaktu mereka mengadakan pertemuan, guna membahas kerja sama multi level yang terjalin diantara Darmawan Group dan juga Diwara Group.
"Tuan David sedang berada di luar kota, beliau menitipkan salam untuk anda. Dan ini kado dari beliau" ucap Tomy, menunjukkan sebuah bungkusan besar, entah apa isinya. Bungkusan yang dibawakan oleh orang suruhan Tomy.
Tomy lebih memilih untuk membahas hal lain, tak tertarik dengan materi pembicaraan bertajuk Clarissa. Lagipula, ia tak tahu siapa Clarissa.
"Tolong sampaikan ucapan terimakasih saya kepada Tuan David. Sungguh ini suatu kehormatan buat saya" jawab Tuan Zakaria.
Eka malas untuk ikut ngobrol dengan pria-pria membosankan disana. Cacing dalam perutnya nampaknya sudah melayangkan protes keras.
"Aku mau ke toilet sebentar!" bohong Eka, karena ia sudah tak tahan saat melihat meja dengan ukuran panjang dan lebar, yang berada di ujung selatan dan di penuhi dengan berbagai makanan lezat.
"Mau kemana?" Tomy tentu saja tak akan membiarkan Eka keluyuran sendiri.
"Ingat pasal!" ucap Tomy.
"CK, sebentar saja. Apa kau mau bila aku ngompol disini?" bisik Eka di telinga Tomy.
"CK, ya sudah. Lima menit!" ucap Tomy berdecak kesal.
"Apa, belum juga celana dalamku selesai kutarik, aku sudah kehabisan waktu!!" Eka berbicara tanpa sensor. Membuat Tomy terhenyak.
"Ya, sudah pergi sana!!"
.
.
Ya kata itu, amat sangat cocok di sematkan pada keadaan Eka saat ini. Ia sengaja berbohong, karena ia benar-benar lapar.
Dengan tanpa rasa ragu, ia memindai semua menu yang berjejer rapi disana. Menelan ludah sendiri, lantaran tergiur dengan berbagai menu lezat yang seakan menggodanya, untuk mengambil sajian itu.
"Makan aku, makan aku!!" Makanan itu seolah merayunya.
"Sabar ya, tenang. Kalian akan aku habiskan!!"
Eka terlihat mengambil nasi, juga teman-temannya. Dalam porsi yang nyaris menyerupai gunung Raung. tinggi dan besar.
"Emmm, ini baru namanya pesta!" saat hendak membalikkan badannya, ia hampir saja menabrak seorang wanita yang mengenakan dress ketat berwarna hitam.
"Eh kuncrut!!!" ucap Eka terkejut.
Wanita itu memindai tampilan Eka, terlihat cantik sih. Tapi....
Ia melihat Eka yang membawa sepiring makanan penuh, kontras dengan dandannya Eka malah mengambil makanan dengan bar-bar.
"Permisi!" ucap Eka yang ogah mau ambil pusing, wanita di depannya itu tadi hanya diam membisu. Ia yang sudah tidak tahan, segera menuju ke meja dan menyantap makanan lezat itu.
.
.
Clarissa
Ia adalah seorang model majalah pria dewasa, terkenal dan memiliki karir yang cemerlang. Ia berusia sepadan dengan Eka, hanya saja jelas berbeda gaya hidup.
Ia pertama kali bertemu dengan Tomy saat dipaksa ayahnya untuk ikut rapat. Bagaimanapun juga, kelak Clarissa harus meneruskan perusahaan yang dimiliki papanya itu.
__ADS_1
Rasa bosannya menguap seketika, saat melihat Tomy. Ia tak tertarik dengan David, lantaran ia sudah tahu bila David sudah menikah. Papanya juga sempat menghadiri pesta pernikahannya beberapa waktu yang lalu.
Tampan dan penuh misteri, membuat Clarissa jatuh cinta kepada Tomy meski ia sudah memiliki kekasih. Gila bukan?.
Ia berdandan total malam ini, karena ia tahu bila Darmawan Group akan diwakilkan kehadirannya oleh assisten yang membuat hatinya tertarik.
Namun hatinya mendadak panas, tatkala melihat tangan seorang wanita yang melingkar di lengan Tomy. Setahu dia, Tomy tak pernah memiliki kekasih. Ia bahkan meminta orang untuk memata-matai.
Ia mengikut langkah wanita itu yang pergi berpisah dari Tomy. Demi Neptunus di lautan bikini bottomπ,ia terkejut melihat wanita yang bersama Tomy itu mengambil makanan dalam porsi yang gila.
"Apa dia wanita kampung?" batin Clarissa dalam hati.
.
.
Tomy
Ini sudah lebih lima menit dari time frame yang ia berikan kepada Eka. Namun jingga menit ke lima belas, batang hidungnya tak jua muncul.
"Kemana anak itu!, benar-benar tak bisa di percaya!!"
Sejurus kemudian ia pamit undur diri dari kumpulan para sultan tua disana, berniat mencari keberadaan Eka yang entah kemana rimbanya.
Namun langkahnya tercekat, begitu seroang wanita dengan balutan pakaian sexy menghadang langkahnya.
"Tomy!" ucap Clarissa tersenyum.
"Apa kabar?" belum sempat Tomy menjawab, ia sudah melayangkan pertanyaan lagi.
Wanita itu langsung memeluk Tomy, hal yang menurut wanita itu biasa ia lakukan saat bertemu dengan teman-temannya.
Tomy terkejut, siapa wanita ini. Mengapa mengenali dirinya, sementara dia tidak. Dan, apa ini?. Memeluknya?.
"Aku Clarissa, masih ingat aku?. Kita pernah bertemu sewaktu perusahaan Diwara dan Darmawan Group mengadakan kerjasama di Hotel XX" ucapnya penuh percaya diri.
Astaga, jadi dia anak Tuan Zakaria. Ia akhirnya tersenyum kaku, tak hiasa mendapatkan perlakuan seperti ini membuat dirinya keki.
"Berarti, masih ada kesempatan buat Clarissa!" Ia malah menjadi ingat dengan ucapan Tuan Zakaria tadi.
"Oh, iya. Halo Nina Clarissa" sapa Tomy berusaha ramah, karena ia adalah anak dari tuan Zakaria yang semestinya ia hormati.
"Apa kabar?, aku mencari media sosial mu tapi tidak pernah ketemu. Menghubungi mu juga jarang kau balas!" protes Clarissa.
"Apa?, untuk apa mencari nomerku?" batin Tomy.
"Maaf nona, saya jarang membalas jika itu nomer baru!" jawaban yang cukup realistis.
"Kalau begitu, kau harus menyimpan nomerku mulai sekarang!" Clarissa kembali memeluk Tomy dengan cepat, sungguh Tomy merasa tidak nyaman. Entah mengapa. Sama-sama agresif namun ia lebih menyukai keagresifan Eka.
Tanpa dia sadari, sepasang mata menatap mereka degan wajah penuh kesedihan.
.
.
.
.
.
Halo Readers terkasih, terimakasih masih setia baca karya Mommy ya.π€π€π€
Beberapa bab kedepan memang memang akan lebih banyak menceritakan kisah Tomy dan Eka.
__ADS_1
Untuk yang penasaran apakah Jessika akan segera hamidun. Tetap terus kawal cerita NCJ ya.
Big hug from Mommy π€π€π€π€π€πππ