
.
.
.
Putri rupanya sudah mengatur rencananya dengan baik, ia juga belajar dari kesalahannya mengenai CCTV kapanhari. Saat ini ia memastikan jika rencananya harus berhasil.
Ia sudah mengatur untuk mematikan CCTV terlebih dahulu, dan ia sampai rela berdandan mirip dengan Jessika guna mengelabuhi semua orang.
Adalah sebuah keuntungan juga, ia berpostur sama dengan Jessika.
Jessika menatap tak percaya pada rekaman yang ia lihat itu, bagaimana bisa dirinya terlihat jelas dalam rekaman itu mengambil uang dan memasukkannya ke dalam tas, lalu ia berlari karena setalah lampu menyala ia di pergoki oleh kedua ibu ibu tadi.
"Sekarang apa, masih mau nge les lagi. Kamu itu Jes, kalau butuh uang bisa kna pinjam dulu kenapa malah nyolong" ucap ibu ibu yang sinis itu.
David dan pak Edy pun seolah tak percaya dengan apa yang ia lihat, disana sudah jelas jika Jessika sudah melakukan tindak pencurian.
"Tapi pak saya bersumpah, itu bukan saya" ia meratap dengan penuh kesedihan dan memohon kepada pak Edy.
Pak Edy bingung harus bagaimana, dalam hatinya ia sungguh tak percaya jika Jessika berbuat seperti itu, tapi bukti tas,uang dan juga penutup kepala yang sama dalam rekaman itu membuat pak Edy harus segera mengambil sikap.
Karena kejadian itu cepat menyebar ke telinga warga sekitar, akhirnya makin banyak saja warga dan juga pekerja yang berbondong-bondong kesana.
Bahkan neneknya Jessika, Arin dan Eka juga datang kesana untuk melihat apa benar yang dibicarakan warga itu.
"Pecat saja pak! hukum pak! laporkan polisi pak!" suara suara sumbang dan mengintimidasi itu terus saja bersahutan.
Jessika seketika lemas dan tak berdaya, ia menangis ia juga tidak bisa mengelak. Bahkan dia juga bingung, siapa sebenarnya yang ada dalam rekaman itu, ia adalah korban namun lagi lagi tidak ada orang yang mau mendengar Jessika hanya karena rekaman itu sudah menjadi bukti.
__ADS_1
Pak Edy mengangkat kedua tangannya tanda memberikan perintah bagi semua yang disana untuk diam.
"Maaf Jessika, tapi semua bukti mengarah padamu nak" ucap pak Edy dengan suara bergetar.
David hanya memegangi kepalanya dari tadi, ia masih belum percaya dengan semua ini .
"Pak Eko juga tidak ada pak" ucap pak Sis yang tiba tiba datang.
"Jangan jangan dia sekongkol sama mandor itu lagi" ucap orang suruhan Putri yang menyelinap diantara kumpulan warga.
Pak Edy merasa tidak sampai hati jika harus membawa kasus ini ke ranah hukum, dalam hati kecilnya ia masih belum percaya akan hal ini, sekalipun CCTV itu menunjukan Jessika telah bersalah.
"Hukum dia pak, kami tidak mau desa kita ini ada yang jadi maling" ucap salah seorang warga.
"Benar pak jangan di ampuni" ucap warga lain.
"Maaf nak, mulai besok kamu tidak bisa lagi bekerja di tempat saya" ucap pak Edy dengan suara bergetar seolah ingin menumpahkan air matanya karena sebenarnya ia tak tega.
Apalagi ia teringat dengan cerita lek Soleh tentang Jessika yang seorang yatim piatu, ia berjuang untuk melunasi hutang ke rentenir, bahkan ia hanya hidup seorang diri bersama neneknya dengan keadaan yang seadanya.
Semua orang disana hanya terdiam setelah mendengar keputusan dari pak Edy.
"Saya minta jangan lagi memojokkan Jessika, saya sudah memutuskan untuk memberhentikan Jessika dari tempat saya. Saya mohon kalian terima dengan apa yang sudah saya putuskan" ucap pak Edy berteriak memberi pengumuman untuk semua.
Air mata Jessika makin mengalir deras tatkala mendengar ucapan dari pak Edy, David pun merasakan nyeri saat Jessika menangis seperti itu. Tapi mau bagaimana lagi, warga disana semua sudah terlanjur memvonis Jessika dengan cap seorang pencuri.
"Ada apa ini pak" ucap mbok yah yang baru sampai dan mendapati cucunya berada di tanah sambil menangis, dan di kerubungi banyak orang.
"Makanya mbok ajari Jessika itu, jangan ngajari jadi pencuri. whuuuuuuuuuu" ucap para warga yang tersulut emosi.
__ADS_1
"Diaaaaaaaam!, bubar kalian semua" ucap David yang marah karena para warga di sana semakin susah di kendalikan.
Akhirnya para warga disana membubarkan diri, dua orang pria bayaran itupun juga membubarkan dirinya, mereka telah berhasil menjalankan aksinya.
Mbok yah memeluk erat cucunya yang kondisinya sangat memprihatikan itu, ada Eka dan Arin juga yang turut berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan Jessika.
Kini tersisa pak Edy, David, pak Sis, mbok yah, Jessi dan dua sahabatnya disana, mereka semua saling diam.
"Saya meminta maaf mbok, sebagai orang yang bertanggung jawab disini saya tidak bisa mengijinkan Jessika bekerja lagi" ucap pak Edy pada mbok yah.
"Apalagi pada pekerja yang sudah kedapatan melakukan hal yang melanggar hukum atau norma di masyarakat, bagaimana juga saya harus mengambil tindakan. Saya tidak memilih untuk melaporkan kepada pihak berwajib, namun maaf saya tidak bisa lagi memperkerjakan kamu disini Jes" ucap pak Edy kembali.
****
Sekembalinya dari lokasi kejadian tadi, pak Edy masih di temani David dan juga pak Sis. Mereka membicarakan kenapa pak Eko menghilang disaat bersamaan, pak Sis juga semakin bingung menurut kesaksian ibu ibu yang berada di gudang listrik di gudang tadi sempat padam.
"Apa sebaiknya kita lapor polisi pak" tanya pak Sis.
"Kita tunggu saja sampai besok, kalau Eko belum kembali sebaiknya kalian lapor saja" jawab pak Edy.
Sementara di belahan bumi lain
Leo sangat terkejut yang mendapati kirimin video yang memperlihatkan Jessika melakukan tindakan pencurian.
Ia bahkan sudah menghubungi David untuk mencari tahu kebenaran berita itu, namun seperti halnya pak Edy Leo juga masih belum percaya akan hal itu.
Leo memijat keningnya sambil duduk di tepi ranjangnya, "apa yang membuai melakukan ini Jes" Leo bergumam.
Please like and comment ya 🙏
__ADS_1