
.
.
.
Acara penuh makna itu telah usai, menyisakan tubuh yang letih karena hampir seharian dia berdiri.
Menyambut para tamu yang memberikan ucapan selamat, juga berbagai hadiah pernikahan untuknya juga David.
Jelang petang dia sudah terlihat mengganti bajunya selepas mandi, "Kemana sih mas David" ucap Jessika yang merasa bingung harus melakukan apa di kamar itu.
Ia bahkan menguap beberapa kali, saking lelahnya hari ini.
Ia kemudian merebahkan dirinya, dengan mengenakan baju tidur yang terdapat di kemari kamar hotel itu.
(Credit foto from Facebook)
Ia memilih baju yang pantas, juga warna favoritnya. Navy.
Karena ada banyak baju baju kurang bahan yang tergantung rapi disana, ia kerap bergidik ngeri saat melihat baju itu.
Dalam hitungan beberapa detik saja, mimpi sudah jauh membawanya. Benar benar lelah.
David membuka pintu kamar hotel tempat dirinya menginap dengan istrinya tersebut, ia nampak tertantang tatkala melihat Jessika yang berbaring dengan mengenakan baju tidur mengkilat itu.
Ia menghampiri wanita yang telah menjadi isteri sah nya itu.
Wajah teduh nan cantik, ia menyusuri setiap jengkal wajah Jessika menggunakan jarinya.
"Kau pasti sangat lelah" ucap David sambil tersenyum, menikmati ciptaan Tuhan yang begitu indah itu.
Ia juga mengusap bibir tipis yang menggoda itu.
Hanya dengan menyentuh wajah Jessika saja, kejantanan David seolah tertantang.
"Oh sh it!!!!"
"Euggghhhh" Jessika melenguh karena tidurnya terganggu.
"Mas, kau dari mana saja" ia berbicara dengan suara parau, setelah sempat melirik David yang tengah mengganggunya.
David hanya mengulum senyum," kangen ya"
"CK, bukan itu. Kamu mandi sana, udah mau magrib. Kita shalat bareng" ucapnya masih dengan suara parau dan enggan bangun.
David yang selama ini jarang sekali menunaikan kewajibannya itu seketika grogi.
Tapi bukankah sekarang dia sudah menjadi imam?
.
.
.
Ini adalah pertama kalinya mereka melaksanakan shalat berjamaah, ia mencium tangan David takzim kemudian David mencium kening istrinya.
Buncahan kebahagiaan tak bisa lagi di tutupi oleh David.
"Aku lapar mas" rengek Jessika, yang memang tak sempat memasukkan makanan apapun sedari siang.
"Astaga, maafkan aku sayang. Tunggu sebentar"
Ia lantas menelpon pihak Hotel untuk mengantarkan makanan ke kamarnya.
Dengan secepat kilat Jessika menghabiskan makanan itu hingga licin dan tandas, definisi dari benar benar kelaparan.
__ADS_1
"Lapar apa doyan?" goda David yang melihat Jessika tanpa tedeng aling aling menyerang makanan itu dengan durasi singkat.
"Aku kan udah bilang kalau lapar"
"Mas" tanya Jessika setelah acara makan malam mereka selesai.
"Hemm" ucap David yang tengah memeriksa laporan email di laptopnya.
"Besok aku pulang ke rumah Makwek dulu boleh ya" ucap Jessika yang tengah berada di ranjang kamar itu.
"Besok?" tanya David menatap Jessika.
Jessika hanya mengangguk, sembari memainkan jarinya.
David menutup laptopnya, meletakkan benda itu ke nakas, sejurus kemudian ia merengkuh Jessika ke dalam pelukannya.
Jessika yang di perlakukan hangat oleh suaminya itu menyenderkan kepalanya ke dada bidang suaminya, yang di penuhi bulu bulu halus.
"Kalau aku gak pingin pulang gimana?" goda David mengeratkan pelukannya.
Ia bahkan dapat menghirup hembusan nafa segar David saat suaminya itu berbicara.
"Memangnya mau sampai kapan disini?" Jessika mengernyitkan alisnya.
"Sampai aku kelelahan" bisik David di telinga Jessika, yang membuat tubuh wanita itu meremang.
Namun saat David hendak menyambar bibir tipis itu, Jessika meletakkan jarinya ke bibir David.
"Shalat isya' dulu"
"Oh my God!!" David seketika lemas😁
"It's Ok, setelah ini aku tidak akan membiarkanmu beristirahat" batinnya, kemudian ia menatap Jessika penuh arti
****
Bella yang masih berada di kamar sebelah Jessika itupun juga baru saja menunaikan kewajibannya.
Sehabis shalat, Leo kemudian membuka laptopnya. Ia tentu masih tetap harus mengecek segala sesuatunya bukan?.
Bella yang melihat suaminya sibuk membiarkannya, kemudian ia menuju kemari ganti dan meraih sebuah pakaian tidur.
Ia lantas mengganti bajunya, dan merebahkan diri di samping suaminya yang masih sibuk dengan laptopnya.
Badannya terasa lelah hari ini, ia bahkan tak sempat menyelimuti dirinya.
Hampir setengahnya jam kemudian Leo baru menyelesaikan pekerjaannya, pandangannya terpukau kepada sesosok tubuh sexy yang berbaring di sampingnya.
Kulit putih bersih, dengan pakaian tidur yang tersibak keatas.
Seketika bagian tubuh bawahnya menegang.
Ia lantas membasuh kaki dan tangannya ke kamar mandi, mengganti bajunya dan menyusul istrinya.
Lama sekali ia menatap wajah cantik istrinya itu, hal yang selama ini dia lewatkan.
Ia meraba lengan mulus isterinya, membuat Bella terusik.
Saat Bella memalingkan wajahnya, Leo langsung menyambar bibir Bella dengan lembut.
Bella yang tiba tiba mendapat serangan itu tak bisa mengimbangi Leo, namun sejurus kemudian saat geloranya turut bangkit , ia siap untuk melayani suaminya itu.
Bella begitu bahagia, itu artinya saat ini suaminya telah menerima dirinya seutuhnya.
*****
Dua manusia yang menjadi pengantin baru itu sudah selesai melaksanakan kewajibannya.
Jessika menuju meja rias, untuk menyisir rambut. David mengikuti kemana Jessika pergi. Seolah tak ingin berpisah barang sedetikpun.
__ADS_1
"Aku sangat bahagia sayang" David memeluk istrinya dari belakang. Ia juga mencium puncak kepala Jessika yang wangi.
Membuat David mabuk kepayang.
Dan saat Jessika berdiri, ia merengkuh tubuh sintal isterinya itu, membalikkannya dan Ia langsung menyerang bibir Jessika dengan penuh kelembutan.
Ia bahkan menekan tengkuk istrinya itu, Jessika merasakan cinta yang membara dari mata David sesaat setelah David melepas tautan mereka.
David menyibakkan anak rambut Jessika, menatapnya dalam penuh cinta dan debaran gairah.
"Apa aku boleh mendapatkannya malam ini?" tanya David dengan suara parau.
Jantung Jessika sudah berdetak kencang, ia takut namun entah mengapa tubuhnya justru menginginkan lebih dari hal ini.
Akhirnya dia mengangguk.
David lantas menggendong tubuh istrinya ala bridal style, membawanya ke ranjang dengan ukuran king size.
Merebahkannya pelan, menyusuri wajah istrinya itu dengan jarinya. Mulai menyambar bibir tipis itu kembali, kali ini sangat lama dan dalam ia mengeksplorasi.
Membuat sesuatu di bawah sana sudah tegak, tak berhenti disitu ia sesekali melepaskan tautannya memberikan Jessika kesempatan untuk bernafas.
Jessika benar benar kewalahan mengimbangi David, padahal ini belum intinya.
David kini mengungkung tubuh istrinya itu, dan entah sejak kapan tubuh mereka kini sama sama polos.
Jessika yang di kuasai gelora cinta bersama suaminya itupun sudah tidak lagi merasa malu, tangan Jessika memegang dada David yang kekar berotot serta liat.
Dengan beberapa hentakan David berusaha menembus celah sempit yang masih tersegel sempurna itu.
Berusaha untuk memasuki arus keindahan terdalam.
Jessika bahkan merasakan sesuatu yang menyesakkan kedalam miliknya yang berharga itu, pedih dan menyakitkan.
Ia bahkan meremas spray yang menjadi saksi kehangatan cinta kasih mereka.
Ia sampa menitikkan air matanya, tak kuasa menahan rasa ini.
Dengan beberapa kali hentakan, David sudah berhasil menembus celah sempit itu. Kini mereka sama sama terbang ke awan, menembus lapisan keindahan yang memabukkan.
Perlahan rasa sakit itupun berganti dengan buncahan kenikmatan yang tiada Tara.
Kedua insan yang tengah di mabuk gelora cinta itu makin merasa saling mencintai, suhu dingin di kamar itupun kini berubah menjadi panas.
Selaras dengan setiap peluh yang menetes, penyatuan itupun berlangsung begitu lama, bahkan David tak merasa kelelahan sedikitpun.
Jessika berusaha mengimbangi stamina suaminya itu, dan setelah sekian lama David menaburkan benihnya di lahan subur milik Jessika.
Membuat keduanya sama sama terbang ke puncak tertinggi, membawa mereka kedua ke dalam arus terdalam yang paling memabukkan.
"Terimakasih sayang, kau sudah menjaganya untukku selama ini" bisik David kemudian mengecup kening istrinya yang basah karena keringat itu.
Kemudian dirinya merebahkan tubuhnya ke samping Jessika dengan nafas tersengal.
Memeluk posesif istrinya itu.
Jessika bahkan sudah tidak sanggup untuk sekedar menjawab, nafasnya naik turun. David benar benar memberikan kebahagiaan lahir batin kepadanya.
.
.
.
.
.
David sama Jessika yang lagi belah duren, kok author yang panas dingin ya readers🤣🤣🤣🤣
__ADS_1
Terimakasih banyak yang sudah mengikuti Jessika dan David sampai bab ini 🙏🙏🙏🙏