Nada Cinta Jessika

Nada Cinta Jessika
Bab 166. Interupsi David


__ADS_3

.


.


Dua Minggu pasca Tomy tak sengaja mencicipi kue apem milik Eka, kini ia melangsungkan ijab qobul. Ibunya Eka berang, lantaran Eka keluyuran hingga pulang siang. Dan saat pulang seluruh tubuh anaknya merah, dua Minggu persiapan dirasa sangat mepet. Namun Tomy yang memang sudah mencintai Eka itu, tentu saja tak keberatan dengan desakan Ibunda Eka.


Dua Minggu pula mereka tak bisa saling bertemu secara lama, mulai mengurus surat menyurat, bahkan Tomy di ganjar seabrek pekerjaan oleh David . Lantaran dia sudah alpa saat tim dari Dinas Pertanian datang.


Tomy rindu sekali wanita cerewetnya itu, dan puncaknya adalah dari ini. Hari dimana pernikahan mereka berlangsung.


Leo hari ini juga sudah hadir bersama Bella dan baby Claire, pak Edy di dapuk sebagai saksi pernikahan mereka berdua. David nampak selalu berada di samping istrinya yang perutnya sudah membuncit.


Jack, Victor, Vera dan Adrian juga turut hadir. Sengaja datang dari kota S menuju kabupaten B, Eka meminta pernikahan diadakan sederhana, yang penting keluarga besarnya bisa ngumpul. Mengingat Tomy yang sudah tak memiliki orang tua, Tomy pun dengan mudahnya menyanggupi permintaan calon istrinya itu.


Arin dan Rendra juga turut hadir, meski mereka agak terlambat.


Ya, pernikahan itu diadakan di kediaman, tentu saja dengan tenda pernikahan terbaik yang ada.


"Jangan sampai kau mengulang tujuh kali Tom. Ingat sekali tarikan nafas!" ucap Leo.


"Aman bos, aku sudah berlatih semalam suntuk!" Tomy terkekeh.


Ia duduk di apit oleh pak Edy dan juga Leo. David berada di kursi belakang mereka bersama Jessika, ia tak mau meninggalkan istrinya barang sejenak pun.


Tomy menggerakkan kakinya mirip gerakan orang menjahit, membuat Tomy mendengus kesal," CK, kau ini bisa diam tidak, aku grogi ya?"


"Tidaklah, untuk apa aku grogi!" padahal hatinya sudah hendak meledak, begini banget rasanya hendak menghalalkan anak orang pikirnya.


Percekcokan kecil mereka pupus, tatkala Vera terlihat menggandeng Eka yang berbalut gaun putih yang fit di tubuh Eka. Tomy menelan ludahnya seketika, menyadari calon istrinya itu benar-benar cantik.


"Usap air lirumu!" seloroh Leo, menyenggol lengan Tomy.


Tomy mengiringi langkah Eka dengan tatapan matanya, ia tersenyum lantaran mengingat Eka yang berada di bawah Kungkungannya itu, mendesah menyebutkan namanya.


Akan ku buat kau menyebut namaku dengan suara parau malam ini


"Bagiamana siap?" ucapan petugas penghulu itu membuat Tomy berjingkat dari lamunan erotisnya.


"Siap pak!"


Dan sejurus kemudian tangan Tomy berjabat tangan pria di depannya itu, Tomy terlihat lugas dan tenang saat melantunkan kalimat pengakuan cinta itu.


Dan sejurus kemudian...


Saaaaaaahhhhh!!!!

__ADS_1


Jack menjadi penyumbang suara terkeras disana, Jessika menitikan air matanya melihat sahabatnya itu akhirnya turut bahagia. Ia tak mengira bila hari ini tiba.


.


.


Malam hari Jessika merasakan perutnya kencang dan kaku, ia melihat jam pukul 21.05. Ia tak bisa tidur lantaran perutnya mengencang, ia bersandar di kepala ranjangnya. " Sayang kamu kenapa?" ucap David panik melihat istrinya meringis.


"Perutku kok kaku ya mas!" Jessika merasa tak nyaman dengan posisi apapun.


"Bentar aku panggilkan Bella!"


"Mereka sudah tidur mas, jangan ganggu!" sergah Jessika.


"Sebentar aja, aku gak mau kamu Kenapa- kenapa!"


Ya meski bukan dokter kandungan, tapi paling tidak adik iparnya itu sesama wanita. Jadi bisa tahu apa yang membuat istrinya seperti itu


.


.


Leo Terlihat menyambar kuncup dada istrinya. Bella memanjakan Leo malam itu. Dengan posisi women on top. Mereka mengambil kesempatan saat baby Claire sudah terlelap di baby box kamarnya.


Bella memompa benda penting suaminya itu dengan gerakan seiras, namun membuat Leo melayang begitu juga dengan dirinya.


Namun saat tengah menyelam di danau kenikmatan itu, tiba tiba interupsi datang.


"Bell!!"


"Bella!!


"Apa kau sudah tidur?"


Gedoran membabi buta David membuat dua manusia itu mendecak kesal.


"Ayo sayang kita selesaikan!" ucap Leo


Dengan tempo cepat Bella terus mengayunkan bokongnya, menjemput puncak kenikmatan yang sebentar lagi akan membuat mereka melayang.


"Bel! ketuk David lagi.


"Sialan bang David!" gerutu Leo.


"Ahhhhhhh!!!" mereka kini berada di puncak pelepasan, lutut Bella lemas, dengkulnya bergetar hebat. Ia menjatuhkan dirinya di samping suaminya.

__ADS_1


Leo dengan cepat menyambar piyamanya yang teronggok ke lantai." Kamu bersihkan dulu, aku temui pria sialan itu dulu!" Bella terkikik mendengar suaminya yang kesal, karena percintaan mereka terganggu.


Cekleeek


"Apa!" wajah kusut Leo menyembul dari balik pintu kamarnya.


"Ganggu aja sih bang!" Leo mendengus kesal.


David tertawa, ia kini tahu penyebab mereka tk menyahut dari dalam tadi. " Kau bisa lanjutkan sampai gempor nanti, sekarang mana istrimu? kakak iparmu perutnya kencang itu!"


Leo langsung mereda setelah mendengar kakaknya menyebutkan, bahwa Jessika tengah tidak baik-baik saja.


"Sebentar!"


Bella tak mandi, hanya berganti pakaian saja. Lagipula pasti setelah ini, Leo meminta jatahnya lagi.


Ia yang mendengar David berbicara kepada suaminya itu, langsung menuju kamar kakak iparnya.


"Ada apa kak David?" ucap Bella.


"Perut istriku kencang, ia tak bisa tidur dari tadi!"


"Ini wajar, kakak ipar kelelahan. Jadi begini, sebaiknya langsung tidur saja kak! ucap Bella.


"Bagaimana langsung tidur, aku saja gimana- gimana gak enak!" ucap Jessika.


Bella tertawa, " Kak David, usap lembut perut Kakak ipar. Nanti jangan kasih dia capek- capek dulu. Malam ini dilarang jenguk dede bayi!" David membelalakkan matanya, bagaimana bisa ia menahan diri untuk tak memasuki istrinya sementara dia ditugaskan untuk mengelus-elus perut istrinya. Adik iparnya itu jelas ingin balas dendam.


David menatap Bella dengan tatapan curiga," aku serius. Kak Jessika harus banyak istirahat, atau mau aku pasang infus?" Bella menatap David yang terlihat kesal kepadanya.


"Ya sudah pergilah!" ucap David kesal.


"Terimakasih ya bel, maaf mengganggu istirahatmu!" sahut Jessika, yang agar sebal dengan suaminya yang bersikap tak ramah.


"Istirahat apanya, mereka lagi enak- enak?"


Bella membelalakkan matanya, kakak ipar sialan, mulut combe?!!


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2